Si Mamat Ganteng’ Jadi Inovasi Program Cegah Stunting Di Puskesmas Cijagang

Selasa, 4 Juni 2024

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Cianjur, Puskesmas Cijagang, Kecamatan Cikalongkulon saat ini tengah meluncurkan Program Aksi Remaja Sehat Cegah Anemia, Obesitas dan Stunting (SI MAMAT GANTENG).

Program inovasi yang digagas PKM Cijagang ini melibatkan para siswa/i dari tiap tiap sekolah dengan membentuk duta Si Mamat Ganteng.

Para duta Si Mamat Ganteng yang telah mendapatkan pembekalan dari pihak Puskesmas selanjutnya dapat memberikan penyuluhan atau sosialisasi kepada para siswa/i lain di sekolah masing masing sebagai kepanjangan tangan PKM Cijagang.

Menurut Kepala Puskesmas Cijagang, Utari Doriomas mengatakan, bahwa saat ini ada 48 Duta Si Mamat Ganteng yang dapat menjadi influence atau pioner bagi siswa/i yang lain.

” Para Duta Si Mamat Ganteng kami berikan intervensi melalui pendidikan pengetahuan seperti, prilaku hidup bersih dan sehat di tatanan sekolah, kesehatan reproduksi, makanan Gizi seimbang, Anemia, Stunting, Obesitas dan lain lain,” Kata Doriomas di ruang kerjanya, Selasa, (4/6/24).

Doriomas menjelaskan, jika para duta juga dapat membantu Puskesmas pada saat melakukan kunjungan ke sekolah dalam menerapkan Program Si Mamat Ganteng tersebut.

” Para duta juga nanti saat kegiatan Jufe (Jumat Minum Fe), membantu pihak Puskesmas untuk mengajak dan menggerakkan saat minum obat Fe bersama dengan murid lain nya,” jelas dia.

Ia mengungkapkan jika Saat ini UPTD Puskesmas Cijagang mulai menyasar remaja dalam pencegahan Stunting di karenakan para remaja sangat berperan penting dan memiliki andil dalam menghasilkan keturunan di masa depan.

” Terdapat alasan tersendiri mengapa para remaja berperan penting dalam pencegahan stunting, Hal ini karena remaja merupakan kelompok yang memiliki andil besar dalam menghasilkan keturunan di masa depan,” ungkapnya.

Utari Doriomas berharap dengan adanya inovasi dan edukasi yang diberikan kepada anak remaja, kedepannya mereka dapat menjadi orang tua yang memiliki keturunan sehat dan anti stunting.

” Dengan adanya edukasi mengenai konsep berkeluarga serta anak-anak, remaja diharapkan dapat menjadi orangtua yang memiliki keturunan sehat dan anti stunting. Jadi, keterlibatan remaja dalam pencegahan stunting ini sangat penting untuk diperhatikan,” tutupnya.

Berita Terkait

Pembukaan Program Pelatihan Kerja Dan Produktivitas Tenaga Kerja Sumber Anggaran DBHCHT Tahun 2026.
Lokakarya Gekbrong Soroti Aksi Nyata Mahasiswa KKN Unsurya
Tantan Sulton Terpilih Sebagai Ketua PWI Jawa Barat.
Diduga Harga Rak Berbeda dengan Kasir di Alfamidi Cipanas, Konsumen Minta Disdag Cianjur Turun Tangan
Bupati Cianjur Resmikan Kantor Baru Dinkes, Minta Kepala Puskesmas Tingkatkan Pelayanan Kesehatan
KEPALA DESA GANTI DILAPORKAN KE POLISI TERKAIT PENGRUSAKAN DAN PEMBAKARAN PAGAR PEKARANGAN WARGA
KS LAW FIRM Resmi Buka Layanan Bantuan Hukum untuk Warga Cianjur
PWI Pusat Tetapkan Reaktivasi Keanggotaan hingga Akhir 2026.

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 19 Agustus 2026 - 07:35

Pembukaan Program Pelatihan Kerja Dan Produktivitas Tenaga Kerja Sumber Anggaran DBHCHT Tahun 2026.

Jumat, 14 Agustus 2026 - 08:15

Lokakarya Gekbrong Soroti Aksi Nyata Mahasiswa KKN Unsurya

Kamis, 13 Agustus 2026 - 12:41

Tantan Sulton Terpilih Sebagai Ketua PWI Jawa Barat.

Sabtu, 25 Juli 2026 - 02:39

Diduga Harga Rak Berbeda dengan Kasir di Alfamidi Cipanas, Konsumen Minta Disdag Cianjur Turun Tangan

Jumat, 17 Juli 2026 - 07:43

Bupati Cianjur Resmikan Kantor Baru Dinkes, Minta Kepala Puskesmas Tingkatkan Pelayanan Kesehatan

Berita Terbaru