BPP Mande Sebut Tidak Ada Sawah Yang Terancam Gagal Panen, Faktanya 2 Hektar Sawah Milik Hada Diduga Terancam 

Selasa, 2 Juli 2024

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JOURNAL NEWS || Koordinator Balai Penyuluh Pertanian Mande, Rahmat Hidayat menuturkan jika di Wilayah Kecamatan Mande saat ini belum ada sawah yang mengalami atau terancam gagal panen. Hal tersebut dikatakan Rahmat mengingat saat ini di wilayah mande sudah mulai turun hujan.

 

” Sementara ini belum ada, kemungkinannya tidak ada karena kemarin hujan gede,” kata Rahmat, melalui Sambungan Whatsap.Senin, (01/07/24)

 

Ditanya bagaimana jika di lapangan ditemukan sawah yang terancam gagal panen, ia mengatakan pihaknya akan melaporkan ke Provinsi untuk mendapatkan penggantian bila mana pemilik sawah tersebut terdaftar dalam asuransi.

 

” Tapi kalo dia tidak terdaftar asuransi itu tidak dapat penggantian, kecuali yang menangani ( menyebutkan nama intansi ) banyak duitnya ya di ganti,” cetusnya.

 

Namun ia menyimpulkan bahwa di wilayah Kecamatan Mande sejauh ini dirinya belum mendapatkan adanya laporan petani yang terancam gagal panen.

 

” Karena melihat cuaca dari kemarin mande diguyur hujan gede, kemungkinannya kecil untuk ada, paling panennya ada juga yang tidak sama dengan panen sebelumnya atau musim sebelumnya, karena sekarang ada kondisi yang tidak normal ada hujan ada kemarau,” pungkasnya.

 

Sementara di lapangan, kami menemukan adanya sawah yang terancam gagal panen. Sawah tersebut merupakan milik Hada (63) warga Cibogo legok, Desa Bobojong.

 

Hada menyebutkan bahwa dirinya sudah mengalami 1 kali gagal panen dan saat ini ia juga terancam gagal panen.

 

” Musim kemarin gagal panen dan sekarang terancam gagal juga,” kata hada di pematang sawah tidak jauh dari rumahnya, Selasa, (2/7/24).

 

Hada menyebutkan bahwa luas dari sawah yang terancam gagal panen seluas kurang lebih dua hektar.

 

” Ini yang terancam kurang lebih dua hektar,” ujarnya.

 

Hada menerangkan jika panen normal sawah yang ia garap dapat menghasilkan kurang lebih 12 ton.

 

” Kalo normalmah 12 Ton nan ada, kalo seperti inimah saya juga tidak tahu paling mungkin 6 kwintalan juga tidak,” ungkapnya.

 

Hada juga menyebutkan jika gagal panen diduga karena tidak adanya asupan air yang mengairi sawahnya.

 

” Saya tidak tahu jalurnya meminta bantuan, yang pasti saya ingin adanya bantuan mesin pompa air untuk mengairi sawah sawah di sini,” harapnya.

Berita Terkait

Lokakarya Gekbrong Soroti Aksi Nyata Mahasiswa KKN Unsurya
Tantan Sulton Terpilih Sebagai Ketua PWI Jawa Barat.
Diduga Harga Rak Berbeda dengan Kasir di Alfamidi Cipanas, Konsumen Minta Disdag Cianjur Turun Tangan
Bupati Cianjur Resmikan Kantor Baru Dinkes, Minta Kepala Puskesmas Tingkatkan Pelayanan Kesehatan
KEPALA DESA GANTI DILAPORKAN KE POLISI TERKAIT PENGRUSAKAN DAN PEMBAKARAN PAGAR PEKARANGAN WARGA
KS LAW FIRM Resmi Buka Layanan Bantuan Hukum untuk Warga Cianjur
PWI Pusat Tetapkan Reaktivasi Keanggotaan hingga Akhir 2026.
KS LAW FIRM & PARTNER Buka Layanan Bantuan Hukum Pidana dan Perdata, Konsultasi Gratis via WhatsApp

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 14 Agustus 2026 - 08:15

Lokakarya Gekbrong Soroti Aksi Nyata Mahasiswa KKN Unsurya

Kamis, 13 Agustus 2026 - 12:41

Tantan Sulton Terpilih Sebagai Ketua PWI Jawa Barat.

Sabtu, 25 Juli 2026 - 02:39

Diduga Harga Rak Berbeda dengan Kasir di Alfamidi Cipanas, Konsumen Minta Disdag Cianjur Turun Tangan

Jumat, 17 Juli 2026 - 07:43

Bupati Cianjur Resmikan Kantor Baru Dinkes, Minta Kepala Puskesmas Tingkatkan Pelayanan Kesehatan

Kamis, 16 Juli 2026 - 12:59

KEPALA DESA GANTI DILAPORKAN KE POLISI TERKAIT PENGRUSAKAN DAN PEMBAKARAN PAGAR PEKARANGAN WARGA

Berita Terbaru