Peredaran Miras Diduga Ilegal terbesar di Wilayah Kapetakan Cirebon Bebas berjualan, Kinerja APH dipertaruhkan

Kamis, 10 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Journalnews
//Cirebon Jawa Barat//Peredaran Minuman Keras (Miras) di Wilayah Kecamatan Kapetakan rupanya sangat merajalela, mereka berani menjual miras bebas. Bahkan disinyalir mengedarkan tanpa izin resmi.

Di wilayah desa pegagan lor kecamatan kapetakan terdapat tiga lokasi penjual miras terkenal dengan penjual miras terbesar .

Informasi yang di himpun awak media penjual miras tersbut menyediakan miras berbagai merk, bahkan penjualanya secara dering (online) kapan warga butuh pemilik warung langsung antar pesanan ke pelanggan.

Anehnya lagi, tempat penjual miras tersebut tak tersentuh oleh Aparat Penegak Hukum ( APH), sehingga muncul dugaan di kalangan masyarakat.

Selain peredaran miras yang sangat bebas, dampak dari permasalahan ini bisa semakin meluas.

Di sisi lain, pihak Pemerintah Desa ( PEMDES) pegagan lor sudah mengetahui keberadaan penjual miras tersebut. namun, pihak pemdes sudah jenuh dikarenakan sudah memperingatkan oknum penjual, namun, tidak di indahkan, terkait penindakan itu ranahnya kepolisian dan Satpol PP.,” Singkatnya

“Tak hanya Miras Bebas dijual, maling atau pencuri kendaraan bermotor juga semakin banyak berkeliaran dan merajalela, kemarin ada warga pegagan lor di blok silayur jadi korban pencurian padahal kendaraan bermotor ada di dalam rumah, tidak di parkir di luar,” Jelas ini meresahkan masyarakat , Imbuhnya Rabu (9/September 2026)

Selain itu, Warga masyarakat berharap Aparat Penegak Hukum khususnya Polsek Kapetakan segera melakukan razia dan penutupan lokasi perumahan lapak miras tersebut. Mereka khawatir generasi muda di wilayah kecamatan kapetakan akan semakin terjerumus dan keamanan lingkungan semakin tidak kondusif.

(Biro Cirebon)

Berita Terkait

Gawat APBD Perubahan Lahat Kandas, Bursah Zarnubi dikabarkan kabur terbang ke jakarta
Diduga blm dilelang MOBDin operasional Suzuki APV Warna Hitam” Jadi milik Pribadi mantan pegawai sekwan Dprd lahat
Kontraktor CV.LGM diperiksa Terkait Dugaan Korupsi Dana Hibah Bawaslu Lahat 6,3 Milyar
Dipersoalkan: Pengadaan Absensi Fingerprint APH minta Tindaklanjuti temuan..
TERKESAN BANYAK SANDIWARA PEMKAB LAHAT” EFISIENSI ” HANYA TOPENG
Plt Kepala Dinas Perikanan Saat dimintai tanggapannya Kabur dan langsung masuk mobil
Publik” Minta Kejari Lahat Bongkar tuntas rantai kasus dana BOS dan proyek Smart TV di Dinas Pendidikan Kabupaten Lahat.
Respons Cepat Polisi dan Damkar Percepat Penanganan Kebakaran Rumah di wilayah Kapetakan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 12:00

Gawat APBD Perubahan Lahat Kandas, Bursah Zarnubi dikabarkan kabur terbang ke jakarta

Selasa, 15 September 2026 - 07:41

Diduga blm dilelang MOBDin operasional Suzuki APV Warna Hitam” Jadi milik Pribadi mantan pegawai sekwan Dprd lahat

Senin, 14 September 2026 - 18:31

Kontraktor CV.LGM diperiksa Terkait Dugaan Korupsi Dana Hibah Bawaslu Lahat 6,3 Milyar

Kamis, 10 September 2026 - 08:48

Peredaran Miras Diduga Ilegal terbesar di Wilayah Kapetakan Cirebon Bebas berjualan, Kinerja APH dipertaruhkan

Selasa, 8 September 2026 - 13:42

Dipersoalkan: Pengadaan Absensi Fingerprint APH minta Tindaklanjuti temuan..

Berita Terbaru