JOURNAL NEWS // Tindakan yang ditunjukan Donald Trump dan timnya saat membuang barang-barang pemberian China sudah tepat
guna menghindari penyadapan.
Hal tersebut diutarakan Pakar Politik Amerika Jerry Massie kepada media Minggu (16/05/2026).
“Saya yakin akan ada tools atau alat mata-mata atau ‘spionase’ yang bisa saja dipasang dibarang-barang tersebut. Kan chip atau kamera bisa ditaruh disana,” ujar dia.
Lantaran kata dia, ‘Security System’ yang diterapkan diera Joe Biden dan Donald Trump jauh berbeda. Kalau Biden agak longgar dan nereka tunduk pada otoritas China tapi Trump adalah pemimpin yang berseberangan dan melawan kekuatan China.
Lebih lanjut peraih doktor American Global University (AGU) ini menyebut sudah ada contohnya dan data-data penting tentang pemerintahan Amerika sempat bocor oleh seorang wanita agen mata-mata China yang berhubungan dengan salah satu anggota parlemen Partai Demokrat dari California yakni Eric Swalwell.
Akibat kasus ini tutur Jerry, Eric Swalwell pun mengundurkan diri dari jabatannya sebagai anggota Parlemen dan calon gubernur California
Satu lagi ungkapnya,
Spionase Tiongkok di Amerika Serikat yakni Eleen Wang mantan Wali Kota Arcadia mencakup berbagai operasi, mulai dari pencurian teknologi industri dan intrusi dunia maya hingga kampanye pengaruh politik dan pengoperasian kantor “polisi rahasia” yang tidak sah. FBI menganggap upaya spionase ini sebagai ancaman utama jangka panjang terhadap AS. keamanan nasional dan ekonomi.
Wali Kota Arcadia ini pun secara mengejutkan mengakui perannya sebagai agen ilegal bagi pemerintah China (RRC)
Sementara kata Jerry, ada operasi spionase China di Amerika melalui
Intervensi dan Propaganda Politik: Penyelidik federal telah mengungkap kasus-kasus di mana proksi Tiongkok menyusup ke politik lokal AS melalui anggota parlemen bahkan pejabat publik lainnya.
Mantan walikota Arcadia ini mengaku bersalah bertindak sebagai agen asing ilegal setelah menjalankan outlet berita pro-Tiongkok dan menyebarkan propaganda Beijing.
Memang tujuan utama spionase China jelasnya, menargetkan kekayaan intelektual Amerika, teknologi ruang angkasa, dan penelitian kepemilikan. Kasus-kasus besar melibatkan para insinyur yang mencuri rahasia terkait mesin turbin dan komponen sensitif penerbangan.
Ada lagi yang lebih berbahaya terangnya, yaitu perang dunia maya. Peretas yang terkait dengan negara sering kali berupaya menembus infrastruktur AS, jaringan pemerintah.
Bukan hanya itu, ada kekhawatiran lain Amerika terhadap China terkait penggunaan ribuan akun proxy untuk spionase Kecerdasan Buatan (AI).
Oleh karena itu, polisi Rahasia dan Pemerasan: Departemen Kehakiman AS telah mengadili individu-individu yang mengoperasikan “kantor polisi” ilegal Tiongkok di luar negeri di tanah Amerika di tempat-tempat seperti New York, yang dirancang untuk memantau dan melecehkan para pembangkang Tiongkok.
Selajutnya ujar Jerry, kekhawatiran AS terhadap China sama seperti negeri ‘Kanguru’ Australia yang melarang Huawei dari proyek infrastruktur penting karena potensi ancaman keamanan nasional.
Menurut mereka Huawei dinilai rentan dimanfaatkan oleh pemerintah China untuk tujuan spionase siber. Namun Perusahaan Huawei membantah tuduhan ini.
Jerry mencontohkan pada awal 2019, seorang direktur penjualan Huawei di Polandia sempat ditangkap otoritas setempat atas dugaan spionase.
Namun, Huawei segera memecat karyawan tersebut dan menyatakan bahwa tindakan itu adalah urusan pribadi dan tidak terkait dengan perusahaan.
Perlu diketahui Amerika terus memperketat akses warga China dan mahasiswa mereka sempat diperketat dan diblokir tak bisa belajar.di Amerika.
Untuk itu Jerry menyarankan agar pejabat kita harus belajar ke pemerintah Amerika jangan sembarangan menerima bingkisan apapun dari China.











