Dugaan Pembiaran Oleh Bea Cukai Madura,Tanpa Pita Cukai Yang Sah Rokok Merk Geboy Beredar Bebas  

Jumat, 1 Agustus 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pamekasan, – Asap dari sebatang rokok bisa jadi tak membahayakan siapa pun. Tapi bila asap itu berasal dari rokok ilegal tanpa pita cukai, seperti yang diproduksi merek GEBOY Flafour, maka yang dirugikan bukan hanya paru-paru masyarakat, melainkan juga keuangan negara.

‎

‎Di sebuah sudut sunyi Desa Blumbungan, Kecamatan Larangan, Kabupaten Pamekasan, sebuah pabrik rumahan berjalan nyaris tanpa hambatan, nama perusahaannya PR Sekar Anom, pemiliknya disebut-sebut seorang pengusaha lokal berinisial H. Fahmi, meski produksi berlangsung hampir setiap hari, keberadaan usaha ini seperti tak terlihat mata aparat.

‎

‎Tak ada papan nama, tak ada izin resmi. Tapi truk-truk kecil keluar-masuk area itu, membawa rokok yang kemudian beredar luas di pasar-pasar Madura, bahkan hingga ke Surabaya, Jakarta, dan luar Jawa.

‎

‎Rokok-rokok itu beredar bebas tanpa pita cukai, melanggar Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Cukai, Pasal 54. Ancaman hukumnya jelas: penjara lima tahun dan/atau denda sepuluh kali lipat cukai, namun, hingga kini, tak ada razia. Tak ada penyegelan. Tak ada proses hukum.

‎

‎“Kami sudah lama tahu soal pabrik itu. Tapi tidak pernah ada tindakan,” ujar seorang warga sekitar, Jumat (1/8).

‎

‎Ketiadaan penindakan mengindikasikan satu hal: pembiaran, di tengah gencarnya pemerintah pusat menggenjot penerimaan dari sektor cukai, aparat di daerah justru terkesan menutup mata, bea Cukai setempat tak bergeming, satpol PP hanya menjalankan tugas seremonial. Pemerintah daerah diam.

‎

‎Entah karena ketidaktahuan, keterbatasan sumber daya, atau karena faktor lain yang lebih gelap, publik hanya bisa menerka.

‎

‎Menurut data Kementerian Keuangan, potensi kerugian negara dari rokok ilegal setiap tahunnya bisa mencapai triliunan rupiah, namun kasus-kasus seperti GEBOY Flafour memperlihatkan bagaimana celah hukum dan lemahnya pengawasan menjelma menjadi peluang bisnis gelap yang menggiurkan.

‎

‎Yang paling disorot tentu soal ketimpangan penegakan hukum, pedagang kecil yang kedapatan menjual rokok tanpa cukai bisa segera digelandang, tapi usaha besar yang berjalan terang-terangan, malah tak tersentuh, dalam situasi ini, hukum seperti hanya berlaku untuk mereka yang tak punya koneksi.

‎

‎Ketika hukum kehilangan daya gigit, para pelanggar semakin percaya diri, dan ketika institusi-institusi pengawas diam, rakyat patut bertanya: siapa sesungguhnya yang menikmati keuntungan dari bisnis ilegal ini?( atr)

‎

Berita Terkait

Diduga blm dilelang MOBDin operasional Suzuki APV Warna Hitam” Jadi milik Pribadi mantan pegawai sekwan Dprd lahat
Kontraktor CV.LGM diperiksa Terkait Dugaan Korupsi Dana Hibah Bawaslu Lahat 6,3 Milyar
Peredaran Miras Diduga Ilegal terbesar di Wilayah Kapetakan Cirebon Bebas berjualan, Kinerja APH dipertaruhkan
Dipersoalkan: Pengadaan Absensi Fingerprint APH minta Tindaklanjuti temuan..
TERKESAN BANYAK SANDIWARA PEMKAB LAHAT” EFISIENSI ” HANYA TOPENG
Plt Kepala Dinas Perikanan Saat dimintai tanggapannya Kabur dan langsung masuk mobil
Publik” Minta Kejari Lahat Bongkar tuntas rantai kasus dana BOS dan proyek Smart TV di Dinas Pendidikan Kabupaten Lahat.
Respons Cepat Polisi dan Damkar Percepat Penanganan Kebakaran Rumah di wilayah Kapetakan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 07:41

Diduga blm dilelang MOBDin operasional Suzuki APV Warna Hitam” Jadi milik Pribadi mantan pegawai sekwan Dprd lahat

Senin, 14 September 2026 - 18:31

Kontraktor CV.LGM diperiksa Terkait Dugaan Korupsi Dana Hibah Bawaslu Lahat 6,3 Milyar

Kamis, 10 September 2026 - 08:48

Peredaran Miras Diduga Ilegal terbesar di Wilayah Kapetakan Cirebon Bebas berjualan, Kinerja APH dipertaruhkan

Selasa, 8 September 2026 - 13:42

Dipersoalkan: Pengadaan Absensi Fingerprint APH minta Tindaklanjuti temuan..

Rabu, 19 Agustus 2026 - 12:11

TERKESAN BANYAK SANDIWARA PEMKAB LAHAT” EFISIENSI ” HANYA TOPENG

Berita Terbaru