Kasus Penggelapan Honor BPD Belum Adanya Penetapan Tersangka , Ada Apa Dengan Polres Sampang ???????

Sabtu, 12 April 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sampang, – Penanganan kasus dugaan tindak pidana korupsi penyelewengan honor Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Karang Gayam, Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang hingga kini belum ada penetapan tersangka oleh polres setempat.
‎
‎Padahal, kasus dugaan Tipidkor tersebut dilaporkan oleh anggota BPD yang didampingi beberapa LSM pegiat anti rasuah pada Polres Sampang sejak 2022.
‎
‎Atas molornya penanganan korupsi honor itu tentang penetapan tersangka terhadap mantan Kepala Desa Karang Gayam periode 2016 sampai 2021 inisial DI. Kinerja dan profesional penyidik kepolisian setempat menjadi sorotan baik dari kalangan LSM, Media maupun masyarakat.
‎
‎Seakan-akan pihak polres mengulur atau menunda penetapan tersangka. Padahal sudah jelas dari Inspektorat Sampang menyatakan ada kerugian negara pada tanggal 14 Juni 2024.
‎
‎Ketua L KPK Mawil Sampang sekaligus yang mendampingi beberapa anggota BPD untuk melaporkan dugaan korupsi, H. Suja’i memberikan tanggapan atas molornya penetapan tersangka.
‎
‎Suja’i menuturkan bahwa sepengetahuan dirinya setiap laporan korupsi di Sampang belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka oleh polisi.
‎
‎“Kasus penggelapan honor BPD Karang Gayam sampai detik ini pihak Polres Sampang belum bisa menuntaskan, walaupun sudah ada kejelasan kerugian negara hasil audit inspektorat yang di expost ke Penyidik Tipidkor Polres Sampang,” ungkapnya, Jum’at (11/04/2025) siang.
‎
‎Lebih lanjut, Ketua L KPK Mawil Sampang menilai pihak APH (Aparat Penegak Hukum) Sampang tidak profesional selalu mengabaikan karena selalu terkesan mengulur-ulur waktu untuk penetapan tersangka.
‎
‎“Kami dengan hormat meminta kepada Kapolda Jatim di intruksikan kepada Kapolres Sampang terkait kasus-kasus yang sudah ada kejelasan segi melawan hukum supaya cepat di tuntaskan, karena kasus penggelapan honor BPD Karang Gayam sudah jelas ada kerugian negaranya lantas mau dibikin apa Hukum dan keadilan di Polres Sampang,” kata Suja’i pada media ini saat ditemui di salah satu rumah makan di Sampang.
‎
‎“Selain kasus dugaan korupsi, masih banyak kasus penculikan dan pencabulan bahkan pelaku yang sudah di tersangkakan sudah DPO (daftar pencarian orang, red) sampai saat ini belum tuntas,” imbuhnya.
‎
‎Dengan adanya fenomena seperti itu, Suja’i dalam waktu dekat mengumpulkan bukti-bukti untuk mengirimkan surat ke DPR RI Komisi III, Propam Polda Jatim dan Mabes Polri.
‎
‎“Saya sudah cukup menghargai menjaga kekondusifan tidak melakukan orasi terkait penanganan kasus tersebut, tapi kalau dalam penangan penindakan hukum masih tetap tidur nyenyak kami tetap menyuarakan meneriakkan,” tegasnya.
‎
‎Ia juga menyayangkan bahwa Penyidik Tipidkor Polres Sampang akan memanggil ulang lagi para pihak terkait. Suja’i merasa kecewa karena mengira APH serius dalam menangani kasus ini.
‎
‎“Jadi Polres Sampang saat gelar perkara di Polda Jatim masih mengarahkan untuk melengkapi berkas-berkas SPJ tersebut. Lantas dari awal-awalnya tidak ada upaya dan keseriusan dalam menangani kasus dugaan korupsi penggelapan honor BPD Karang Gayam yang dilakukan mantan Kades inisial DI ini. Dalam hal ini, Polres Sampang sudah mengabaikan perintah Presiden RI dalam menuntaskan korupsi,” pungkasnya.
‎
‎Dilain pihak, Kasatreskrim Polres Sampang AKP Safril Selfianto, S.H, M.M saat dikonfirmasi kasus dugaan Tipidkor penggelapan honor BPD Karang Gayam menjawab secara singkat dan diarahkan ke unit Tipidkor.
‎
‎“Masih melengkapi pemeriksaan tambahan Mas. Saya masih di TKP Banyuates Mas..Tanya ke Unit Tipikor Ya…. Ipda Muamar,” ujarnya.(ahd)

Berita Terkait

Diduga blm dilelang MOBDin operasional Suzuki APV Warna Hitam” Jadi milik Pribadi mantan pegawai sekwan Dprd lahat
Kontraktor CV.LGM diperiksa Terkait Dugaan Korupsi Dana Hibah Bawaslu Lahat 6,3 Milyar
Peredaran Miras Diduga Ilegal terbesar di Wilayah Kapetakan Cirebon Bebas berjualan, Kinerja APH dipertaruhkan
Dipersoalkan: Pengadaan Absensi Fingerprint APH minta Tindaklanjuti temuan..
TERKESAN BANYAK SANDIWARA PEMKAB LAHAT” EFISIENSI ” HANYA TOPENG
Plt Kepala Dinas Perikanan Saat dimintai tanggapannya Kabur dan langsung masuk mobil
Publik” Minta Kejari Lahat Bongkar tuntas rantai kasus dana BOS dan proyek Smart TV di Dinas Pendidikan Kabupaten Lahat.
Respons Cepat Polisi dan Damkar Percepat Penanganan Kebakaran Rumah di wilayah Kapetakan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 07:41

Diduga blm dilelang MOBDin operasional Suzuki APV Warna Hitam” Jadi milik Pribadi mantan pegawai sekwan Dprd lahat

Senin, 14 September 2026 - 18:31

Kontraktor CV.LGM diperiksa Terkait Dugaan Korupsi Dana Hibah Bawaslu Lahat 6,3 Milyar

Kamis, 10 September 2026 - 08:48

Peredaran Miras Diduga Ilegal terbesar di Wilayah Kapetakan Cirebon Bebas berjualan, Kinerja APH dipertaruhkan

Selasa, 8 September 2026 - 13:42

Dipersoalkan: Pengadaan Absensi Fingerprint APH minta Tindaklanjuti temuan..

Rabu, 19 Agustus 2026 - 12:11

TERKESAN BANYAK SANDIWARA PEMKAB LAHAT” EFISIENSI ” HANYA TOPENG

Berita Terbaru