Oknum Kades Sukatani Jadi Polemik, Kejari Cianjur Angkat Bicara

Jumat, 5 April 2024

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kasubsi Penyidik Kejaksaan (Negeri) Kejari Cianjur Muhammad Nasrulloh. (Foto : Istimewa)

Kasubsi Penyidik Kejaksaan (Negeri) Kejari Cianjur Muhammad Nasrulloh. (Foto : Istimewa)

JOURNAL NEWS – Polemik oknum Kades berinisla H, Desa Sukatani, Kecamatan Haurwangi, Kabupaten Cianjur masih berlanjut, hingga Kejaksaan Negeri Kejari Cianjur angkat bicara saat dikonfirmasi.

Kasubsi Penyidik Kejaksaan (Negeri) Kejari Cianjur Muhammad Nasrulloh alias Nasrul panggilan akrab di lingkungan kerjanya menjelaskan, tidak mengetahui soal adanya pengembalian uang Rp 500 juta yang dikonfirmasi dari salah satu warga (tokoh masyarakat) warga Desa Sukatani, Kecamatan Haurwangi.

Masih ujar Narsum, sudah berarti dirinya tidak mengetahui kan! Dan, tidak kenal sama salah satu awak media (media online) tersebut sudah konfirmasi.

“Gak ada pengembalian uang Rp 500 juta dari oknum kades tersebut itu bohong alias hoax,” tegasnya.

Lebih lanjut, tidak tahu tidak terima juga ngapain kan? Ada bukti apa. Nah! Bahkan pemanggilan (undangan) hari ini rencananya, bukan gak datang tapi baru satu kali.

“Nah! Rencananya baru mau ada undangan saat ini satu kali (baru kali ini. Begitu kang,” terang Kasubsi Penyidik Kejaksaan Negeri Kabupaten Cianjur, Jawa Barat tersebut, saat dikonfirmasi langsung di meja kerja, Kamis (4/4/1024).

Terpisah, H. Dedi datang mempertanyakan, informasi uang kerugian negara itu sudah dikembalikan ke Kejari Cianjur. Nah? Makanya saat ini memperjuangkan.

“Nah! Kaya siapa dan kata yang bicara seperti itu sudah dikembalikan pulang tersebut Rp 500 juta,” tanya.

Terakhir, H. Dedi menambah kalaupun betul dirinya tidak pernah percaya mau Kejari, Polres dan Bupati Cianjur sekalipun.

“Artinya karena tidak bukti otentiknya seperti apa,’ tutup H. Dedi, singkat.

Berita Terkait

Diduga blm dilelang MOBDin operasional Suzuki APV Warna Hitam” Jadi milik Pribadi mantan pegawai sekwan Dprd lahat
Kontraktor CV.LGM diperiksa Terkait Dugaan Korupsi Dana Hibah Bawaslu Lahat 6,3 Milyar
Peredaran Miras Diduga Ilegal terbesar di Wilayah Kapetakan Cirebon Bebas berjualan, Kinerja APH dipertaruhkan
Dipersoalkan: Pengadaan Absensi Fingerprint APH minta Tindaklanjuti temuan..
TERKESAN BANYAK SANDIWARA PEMKAB LAHAT” EFISIENSI ” HANYA TOPENG
Plt Kepala Dinas Perikanan Saat dimintai tanggapannya Kabur dan langsung masuk mobil
Publik” Minta Kejari Lahat Bongkar tuntas rantai kasus dana BOS dan proyek Smart TV di Dinas Pendidikan Kabupaten Lahat.
Respons Cepat Polisi dan Damkar Percepat Penanganan Kebakaran Rumah di wilayah Kapetakan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 07:41

Diduga blm dilelang MOBDin operasional Suzuki APV Warna Hitam” Jadi milik Pribadi mantan pegawai sekwan Dprd lahat

Senin, 14 September 2026 - 18:31

Kontraktor CV.LGM diperiksa Terkait Dugaan Korupsi Dana Hibah Bawaslu Lahat 6,3 Milyar

Kamis, 10 September 2026 - 08:48

Peredaran Miras Diduga Ilegal terbesar di Wilayah Kapetakan Cirebon Bebas berjualan, Kinerja APH dipertaruhkan

Selasa, 8 September 2026 - 13:42

Dipersoalkan: Pengadaan Absensi Fingerprint APH minta Tindaklanjuti temuan..

Rabu, 19 Agustus 2026 - 12:11

TERKESAN BANYAK SANDIWARA PEMKAB LAHAT” EFISIENSI ” HANYA TOPENG

Berita Terbaru