Viral Video Korban Terbakar dalam Peristiwa Kebakaran Arjawinangun, Dipastikan Hoaks

- Penulis

Kamis, 2 Maret 2023 - 11:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Journal News.id.KABUPATEN CIREBON — Video penemuan korban terbakar yang belakangan viral dan dinarasikan sebagai korban kebakaran di pabrik busa PT. Aiyi Indonesia Internasional Desa Kebonturi, Kecamatan Arjawinangun Kabupaten Cirebon, dipastikan hoaks.

Dalam video itu, menunjukkan seorang pria merekam banyaknya korban jiwa yang terbakar akibat insiden kebakaran tersebut, sambil menghitung jumlah korban. Walaupun tidak disebutkan lokasi kejadian tersebut, namun banyak yang menarasikan sebagai korban kebakaran pabrik busa di Arjawinangun, yang terjadi pada Senin 27 Februari 2023 kemarin.

Tim Saber Hoaks Kabupaten Cirebon, melalui akun instagramnya @cirebonkabsaberhoaks, menyebutkan bahwa video tersebut bukan merupakan korban kebakaran di pabrik busa Arjawinangun.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Melainkan peristiwa kebakaran pabrik kembang api di Tangerang Banten,” tulis akun tersebut.

Penanggungjawab Tim Saber Hoaks Kabupaten Cirebon sekaligus Kepala Diskominfo Kabupaten Cirebon, Bambang Sudaryanto, SH, MH menuturkan bahwa peristiwa kebakaran pabrik kembang api tersebut, terjadi pada 26 Oktober 2017. Namun, video itu kembali disebar bersamaan dengan kebakaran yang terjadi di Arjawinangun.

Selain itu, ujar Bambang, kepastian bahwa adanya korban jiwa pada peristiwa kebakaran di Arjawinangun adalah bohong, karena pihaknya telah mendapatkan informasi dari pihak kepolisian, bahwa tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

“Selain videonya memang salah, polisi juga sudah menyatakan tidak ada korban jiwa,” ujar Bambang, Kamis (2/3/2023).

Ia juga menambahkan, informasi hoaks itu bukan hanya informasi yang memang sengaja dibuat untuk menyesatkan. Namun terkadang, ada juga informasi hoaks yang bersumber dari konten asli, tetapi dipadankan pada informasi yang salah.

“Dalam kasus ini, videonya memang benar, tapi informasinya yang salah,” jelas Bambang.

Ia pun menambahkan, Saber Hoaks Kabupaten Cirebon yang diinisiasi oleh Diskominfo Kabupaten Cirebon, terus berupaya memberikan pemahaman dan penjelasan kepada masyarakat tentang informasi hoaks. Dalam pelaksanaannya, Saber Hoaks juga menggandeng Relawan TIK Kabupaten Cirebon, untuk menjadi bagian tim verifikasi informasi dari aduan warga yang masuk.

“Kami menggandeng Relawan TIK Kabupaten Cirebon untuk menjadi bagian Tim Saber Hoaks Kabupaten Cirebon, serta unsur masyarakat lainnya,” ujar Bambang.

Sementara itu, Ketua Relawan TIK Kabupaten Cirebon, Akhmad Rofahan mengatakan, peristiwa-peristiwa besar yang sedang terjadi, berpotensi menjadi korban penyebaran hoaks.

Ia menyebut, banyak hoaks bermunculan biasanya pada saat terjadinya sejumlah peristiwa/bencana yang terjadi di Jawa Barat beberapa waktu lalu. Penyebaran hoaks ini, tentunya sangat meresahkan.

Biasanya, motif penyebaran informasi hoaks yang dilakukan oleh masyarakat, yaitu selain dirinya tidak mengetahui informasi itu salah, mereka juga ingin menjadi orang yang paling pertama mengabarkan informasi terbaru.

“Karena ingin jadi yang terdepan mengabarkan, mereka lupa untuk melakukan verifikasi kebenarannya terlebih dahulu,” kata Rofahan.

Ia juga mengingatkan kepada seluruh masyarakat, bahwa penyebaran hoaks bisa mendapatkan konsekuensi hukum. Oleh karena itu, ia meminta masyarakat untuk tidak cepat menyebarkan informasi yang belum diketahui kebenarannya.

“Kalau infonya belum jelas atau sumbernya tidak bisa dipercaya, jangan disebarkan,” lanjut Rofahan.

Ia menambahkan, bagi warga yang ingin mengadukan atau mempertanyakan tentang kevalidan suatu informasi, bisa melalui media sosial resmi Saber Hoaks Kabupaten Cirebon, baik itu di Instagram (@cirebonkabsaberhoaks), maupun Facebook (Saber Hoaks Kabupaten Cirebon).

Laporan:Sana

Berita Terkait

Penambang Tewas Tertimpa Batu di Galian Cikalongkulon yang Diduga Ilegal
Bus Mercedes Masuk Parit di Cikalongkulon, Jalan Raya Sempat Tertutup
Kasus Tabrak Lari Tewaskan Pengacara DN di Cianjur Belum Belum Ada Titik Temu Untuk Kesepakatan, Pengamat Hukum Soroti Penanganan
Monyet Liar Kembali Renggut Korban di Cianjur, Bocah 6 Tahun Terluka Parah
Truck Hino Terguling di Cikalongkulon, Sopir Selamat
Depresi, Siswi Sekolah Dasar Di Kecamatan Sukaresmi Cianjur Diduga Jadi Korban Pelecehan Seksual
Mayat Perempuan Ditemukan di Waduk Cirata, Cianjur: Diduga Kuat Korban Hanyut Setelah Sepeda Motor Terjatuh
Kebakaran Besar Melanda Kp. Pasekon, Cipanas : 12 Rumah Hangus, 2 Orang Luka
Berita ini 0 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Senin, 1 Juni 2026 - 16:50 WIB

Penambang Tewas Tertimpa Batu di Galian Cikalongkulon yang Diduga Ilegal

Rabu, 20 Mei 2026 - 16:21 WIB

Bus Mercedes Masuk Parit di Cikalongkulon, Jalan Raya Sempat Tertutup

Jumat, 24 April 2026 - 12:04 WIB

Kasus Tabrak Lari Tewaskan Pengacara DN di Cianjur Belum Belum Ada Titik Temu Untuk Kesepakatan, Pengamat Hukum Soroti Penanganan

Rabu, 15 April 2026 - 20:13 WIB

Monyet Liar Kembali Renggut Korban di Cianjur, Bocah 6 Tahun Terluka Parah

Jumat, 3 April 2026 - 14:45 WIB

Truck Hino Terguling di Cikalongkulon, Sopir Selamat

Berita Terbaru