Penambang Tewas Tertimpa Batu di Galian Cikalongkulon yang Diduga Ilegal

- Penulis

Senin, 1 Juni 2026 - 16:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

CIANJUR — Seorang penambang batu, Mumuh 65, tewas di lokasi galian C Desa Mekarsari, Kecamatan Cikalongkulon, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Korban tertimpa batu besar hingga mengalami luka parah di bagian perut, Minggu 31/5/2026 sekitar pukul 08.00 WIB.

Peristiwa terjadi saat Mumuh bersama tiga penambang lain beraktivitas di lokasi. Sekitar pukul 07.30 WIB, batu besar jatuh dari tebing galian. Rekan korban selamat, sementara Mumuh tertimpa tepat di bagian perut hingga usus terburai, kata seorang warga yang meminta namanya tidak disebutkan.

Evakuasi dilakukan warga menggunakan peralatan seadanya. “Yang ada di lokasi hanya penambang manual dengan linggis dan palu. Batu yang menimpa korban bukan batu kecil, bobotnya sangat berat,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Warga menyebut galian tersebut sudah beroperasi beberapa tahun. Sempat ditutup dan tidak ada alat berat, namun aktivitas manual tetap berjalan. “Kejadian seperti ini bukan pertama kali. Yang paling parah kemarin, korban sampai usus terburai,” katanya.

Ia meminta pemerintah dan aparat tegas menutup tambang bila tidak berizin. “Lokasinya sangat rawan. Tidak ada alat keselamatan. Jangan sampai ada korban lagi. Warga tidak mungkin berani menambang kalau tidak ada izin dari pengelola,” tegasnya.

Anak korban, Isan, membenarkan ayahnya tewas saat menambang. “Saya hanya bisa pasrah melihat kondisi tubuh orang tua saya hancur. Kami menolak autopsi karena ini murni kecelakaan, bukan pembunuhan,” kata Isan, Senin 1/6/2026.

Isan mengaku keluarga tidak mempermasalahkan pengelola. Pengelola galian C, Herman alias Bogel, memberikan bantuan Rp10 juta untuk pemulasaraan jenazah. “Saya terima takdir. Ini bukan pembunuhan, melainkan takdir yang tidak bisa dipungkiri,” katanya.

Poldes Desa Mekarsari membenarkan kejadian tersebut. Ia mengaku sudah meminta pengelola Herman untuk selalu berkoordinasi setiap ada aktivitas. “Dua tahun lalu pernah juga operator beko tertimpa batu dan dibawa ke RSUD Cianjur, tapi tidak meninggal. Saya harap ada koordinasi dulu kalau mau menambang. Kalau tidak berizin, kasihan korbannya,” ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, pengelola tambang Herman alias Bogel belum berhasil ditemui. Saat wartawan mendatangi galian C, yang bersangkutan tidak ada di tempat.

Berita Terkait

Bus Mercedes Masuk Parit di Cikalongkulon, Jalan Raya Sempat Tertutup
Kasus Tabrak Lari Tewaskan Pengacara DN di Cianjur Belum Belum Ada Titik Temu Untuk Kesepakatan, Pengamat Hukum Soroti Penanganan
Monyet Liar Kembali Renggut Korban di Cianjur, Bocah 6 Tahun Terluka Parah
Truck Hino Terguling di Cikalongkulon, Sopir Selamat
Depresi, Siswi Sekolah Dasar Di Kecamatan Sukaresmi Cianjur Diduga Jadi Korban Pelecehan Seksual
Mayat Perempuan Ditemukan di Waduk Cirata, Cianjur: Diduga Kuat Korban Hanyut Setelah Sepeda Motor Terjatuh
Kebakaran Besar Melanda Kp. Pasekon, Cipanas : 12 Rumah Hangus, 2 Orang Luka
Tragis! Remaja 13 Tahun di Siwalan Pekalongan Ditemukan Tewas Gantung Diri di Kamar Nenek
Berita ini 24 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Senin, 1 Juni 2026 - 16:50 WIB

Penambang Tewas Tertimpa Batu di Galian Cikalongkulon yang Diduga Ilegal

Rabu, 20 Mei 2026 - 16:21 WIB

Bus Mercedes Masuk Parit di Cikalongkulon, Jalan Raya Sempat Tertutup

Jumat, 24 April 2026 - 12:04 WIB

Kasus Tabrak Lari Tewaskan Pengacara DN di Cianjur Belum Belum Ada Titik Temu Untuk Kesepakatan, Pengamat Hukum Soroti Penanganan

Rabu, 15 April 2026 - 20:13 WIB

Monyet Liar Kembali Renggut Korban di Cianjur, Bocah 6 Tahun Terluka Parah

Jumat, 3 April 2026 - 14:45 WIB

Truck Hino Terguling di Cikalongkulon, Sopir Selamat

Berita Terbaru

Sorot

Program Copot Cukai, Rokok Tanpa Pita Dijual Di Cianjur

Kamis, 16 Jul 2026 - 12:42 WIB