JOURNALNEWS.ID //
Lahat JN.id/Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perikanan Maruli kepergok wartawan usai mengikuti rapat paripurna di DPRD Lahat dan ketemu melihat aksi demo di Pemkab Lahat saat dikejar wartawan untuk dimintai tanggapannya bahwa M akan dipanggil pihak kejaksaan negeri lahat, setelah kasi Intel selaku Nara sumber di acara podcast PWI Lahat belum lama ini,
Maruli saat mau diwawancarai oleh wartawan Senin (3/8/2027, ia langsung kabur masuk kedalam mobil Daihatsu Terios warna hitam dihalangi oleh oknum preman sehingga belum bisa dikonfirmasi bapak plt, Kadis Perikanan
Berita sebelumnya Kejaksaan Negeri (Kejari) Lahat menegaskan akan segera menelusuri dugaan penyimpangan dalam pelaksanaan program perikanan di wilayahnya. Lembaga penegak hukum tersebut memastikan penanganan laporan ini dilakukan secara transparan dan terbuka untuk umum.
Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Kejari Lahat, Dicky Dwi Putra, S.H., M.H., mewakili Kajari Lahat, Teuku Luftansya Adhyaksa P., S.H., M.H., mengungkapkan bahwa laporan tersebut saat ini telah melalui tahap penelaahan awal.
Pihaknya kini tengah menunggu terbitnya surat perintah tugas resmi untuk memulai langkah klarifikasi dan pengecekan lapangan.
“Insyaallah minggu depan surat perintah tugas akan keluar dari Kajari Lahat. Perkara ini akan dibuka secara transparan untuk umum setelah surat resmi diterbitkan,” ujar Dicky saat menjadi bintang tamu pada Podcast PWI Lahat, Jum’at (24/07/26).
Ia menambahkan, penerjunan tim ke lapangan bertujuan untuk menguji kebenaran informasi serta memetakan duduk perkara secara objektif, apakah persoalan yang terjadi murni merupakan dugaan penyimpangan atau sekadar kesalahan administratif.
Langkah penegakan hukum ini menyusul desakan kuat dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lahat. Dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Lahat yang digelar Rabu (15/7/2026), jajaran legislatif mendesak agar berbagai program unggulan di bawah kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Lahat, Bursah Zarnubi dan Widia Ningsih, dievaluasi secara menyeluruh. Evaluasi ini mencakup sektor pertanian, perikanan, pariwisata, hingga sektor strategis lainnya.
Dalam sidang tersebut, Anggota DPRD Lahat, Nopran Marjani, melontarkan kritik terhadap kinerja perangkat daerah. Ia menegaskan bahwa visi besar “Membangun Desa, Menata Kota” tidak akan pernah terwujud apabila para pelaksana di lapangan hanya bekerja sekadar menyenangkan atasan tanpa berpijak pada realitas faktual.
Kritik tersebut bukan tanpa dasar. Sehari sebelumnya, Selasa (14/7/2026), Nopran membeberkan adanya jurang perbedaan yang sangat mencolok antara laporan administratif Dinas Perikanan dan kondisi riil di lapangan, khususnya pada program budidaya ikan di Desa Penandingan, Kecamatan Mulak Sebingkai.
Berdasarkan dokumen laporan resmi Dinas Perikanan, realisasi penyaluran bibit ikan tercatat mencapai 500.000 ekor. Namun, temuan di lapangan menunjukkan angka yang jauh panggang dari api, yakni hanya berkisar 260.000 ekor.
Persoalan serupa juga ditemukan pada komponen bantuan pakan ikan. Dari total 76 ton pakan yang dilaporkan telah disalurkan kepada kelompok tani, hanya sekitar 24 ton yang benar-benar dimanfaatkan. Sementara itu, sisa sebanyak 52 ton justru mangkrak dan menumpuk di dalam gudang.
Kondisi ini dinilai sangat memprihatinkan mengingat pakan ikan memiliki batas masa simpan terbatas, yakni sekitar delapan bulan sejak Tanggal produksi. Jika terus dibiarkan tertimbun tanpa kejelasan, kualitas pakan dikhawatirkan akan mengalami penurunan drastis dan berujung pada kerugian serta kegagalan program bagi para pembudidaya ikan lokal.
Terpisah Kasi Intelijen Kejari Lahat saat dikonfirmasi wartawan melalui pesan singkat Washhap kepada beliau belum memberikan keterangan kepada FAKTA hingga berita ini dipublish
Informasi yang kami dapatkan pesan singkat Washhap Plt Kadis Perikanan M akan dipanggil untuk dimintai keterangan selaku saksi oleh jaksa, dalam pengadaan pakan ikan dan bibit ikan yang nilainya milyaran rupiah
Berdasarkan temuan dari anggota DPRD Kabupaten Lahat Nopran Marjani dari Partai Gerindra, langsung sidak kelokasi proyek Dinas Perikanan pembibitan ikan dan pengadaan pakan ikan diduga ada temuan.*Tim/JN
Penulis : Fr
Editor : Redaksi













Komentar