AHS Alias Bandos Ditangkap, Polisi Amankan Ribuan Butir Obat Keras

Rabu, 20 Agustus 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JOURNAL NEWS – Satuan Reserse Narkoba Polres Pekalongan berhasil mengungkap kasus tindak pidana peredaran obat keras jenis Hexymer dan DMP yang dilakukan oleh seorang pria bernama AHS alias Bandos (23). Kasus tersebut diungkap berdasarkan laporan dan penyelidikan yang berlangsung di wilayah Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Pekalongan.

Kasubsi Penjas Sihumas Polres Pekalongan, Ipda Warsito, S.H., menjelaskan bahwa pelaku yang berprofesi sebagai buruh harian lepas ini ditangkap pada Sabtu, 16 Agustus 2025 sekitar pukul 18.30 wib di kediamannya di Desa Kayugeritan, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Pekalongan.

“Pelaku menjual obat keras tanpa memenuhi standar keamanan, khasiat, dan mutu sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, Pasal 435 dan 436 ayat 2,” ujar Warsito, Senin (18/08/2025).

Penangkapan dilakukan setelah tim Sat Resnarkoba Polres Pekalongan melakukan penyelidikan. Petugas yang melakukan penggeledahan di rumah pelaku berhasil menyita barang bukti berupa ratusan paket obat DMP dan Hexymer serta berbagai jenis obat keras lain seperti Alprazolam dan Yarindo. Selain itu, ditemukan pula plastik klip, ponsel, sejumlah uang tunai, dan tas kecil yang diduga digunakan untuk memudahkan peredaran obat-obatan tersebut.

Adapun rincian barang bukti yang diamankan antara lain 108 paket obat DMP @ 8 butir, 2.500 butir obat DMP dalam tiga plastik besar, 3 kaleng obat Hexymer berisi total 3.000 butir, 25 blister Alprazolam, 2 kaleng obat Yarindo sebanyak 2.000 butir, serta 63 paket obat Hexymer @ 4 butir.

“Pelaku dan barang bukti telah diamankan di Mapolres Pekalongan untuk proses penyidikan lebih lanjut,” tambah Warsito.

Kasus ini menjadi perhatian penting karena peredaran obat keras ilegal berpotensi membahayakan kesehatan masyarakat dan menimbulkan risiko penyalahgunaan. Pihak kepolisian terus meningkatkan pengawasan agar peredaran obat ilegal dapat ditekan hingga ke akar-akarnya. (afk)

 

Berita Terkait

Diduga blm dilelang MOBDin operasional Suzuki APV Warna Hitam” Jadi milik Pribadi mantan pegawai sekwan Dprd lahat
Kontraktor CV.LGM diperiksa Terkait Dugaan Korupsi Dana Hibah Bawaslu Lahat 6,3 Milyar
Peredaran Miras Diduga Ilegal terbesar di Wilayah Kapetakan Cirebon Bebas berjualan, Kinerja APH dipertaruhkan
Dipersoalkan: Pengadaan Absensi Fingerprint APH minta Tindaklanjuti temuan..
TERKESAN BANYAK SANDIWARA PEMKAB LAHAT” EFISIENSI ” HANYA TOPENG
Plt Kepala Dinas Perikanan Saat dimintai tanggapannya Kabur dan langsung masuk mobil
Publik” Minta Kejari Lahat Bongkar tuntas rantai kasus dana BOS dan proyek Smart TV di Dinas Pendidikan Kabupaten Lahat.
Respons Cepat Polisi dan Damkar Percepat Penanganan Kebakaran Rumah di wilayah Kapetakan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 07:41

Diduga blm dilelang MOBDin operasional Suzuki APV Warna Hitam” Jadi milik Pribadi mantan pegawai sekwan Dprd lahat

Senin, 14 September 2026 - 18:31

Kontraktor CV.LGM diperiksa Terkait Dugaan Korupsi Dana Hibah Bawaslu Lahat 6,3 Milyar

Kamis, 10 September 2026 - 08:48

Peredaran Miras Diduga Ilegal terbesar di Wilayah Kapetakan Cirebon Bebas berjualan, Kinerja APH dipertaruhkan

Selasa, 8 September 2026 - 13:42

Dipersoalkan: Pengadaan Absensi Fingerprint APH minta Tindaklanjuti temuan..

Rabu, 19 Agustus 2026 - 12:11

TERKESAN BANYAK SANDIWARA PEMKAB LAHAT” EFISIENSI ” HANYA TOPENG

Berita Terbaru