Puluhan ton barang-barang FTZ Batam, Keluar dari Batam Secara ilegal Belum Ada yang Berani Menindak

- Penulis

Kamis, 20 April 2023 - 04:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Batam,Journalnwes. Merespon hal itu, PIC Konsilidator kantor pusat Lion Parcel di Batam, Yunizar mengatakan, bahwa Jastip di Sei Panas tersebut tidak terdaftar di sistem Lion Parcel.

“Tidak terdaftar di sistem kami pak. Kami akan laporkan ke kantor pusat di Jakarta untuk ditindak tegas,” ucap Yunizar yang diaminkan salah seorang stafnya, saat ditemui keprione di kantor Lion Parcel Batam Center.

Sumber KepriOne, mengatakan, bahwa gudang Jastip itu milik pria bernama Edi. Paket yang dikirim tersebut seperti baju, sepatu, barang elektronik dan lainnya, baik baru maupun bekas.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Barang itu dikirim pada malam hari melalui pelabuhan tikus Tanjung Riau menuju Tanjung Balai, Karimun, tidak jauh dari Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) Kepulauan Riau (Kepri),” beber dia.

Seperti diketahui, pengiriman barang dari Batam dengan tujuan luar atau kawasan di luar Free Trade Zone (FTZ) harus mengajukan dokumen kepabeanan ke kantor Bea Cukai.

Humas Kanwil DJBC Kepri, Arif Ardan yang dikonfirmasi sejak 5 April 2023 hingga saat ini terkait aktivitas tersebut, tidak merespon.

Hal yang sama juga terjadi saat KepriOne.Com melakukan konfirmasi kepada Kepala Seksi Layanan Informasi Bea Cukai Batam, Ricky Hanafi sejak 12 April 2023, perihal aktivitas itu, juga tidak merespon.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol Budi Hartono saat dikonfirmasi perihal aktivitas penghindaran pajak dan dugaan pencatutan nama Lion Parcel oleh Jastip di Sei Panas tersebut, hingga berita ini dipublikasikan belum memberikan jawaban.

(Kepala perwakilan )

Berita Terkait

Sulit Ditemui, Pejabat Satpol PP Cianjur Jadi Sorotan, Kusnandar Ali: Jangan Jadikan Rapat Alasan Menghindar
“Cianjur 2029: Bukan Tentang Siapa Pewarisnya, Tetapi Siapa yang Siap Menjadi Perintis Perubahan – Kusnandar Ali”
1 Juni: Saatnya Pancasila Hidup, Bukan Sekadar Diperingati*
Sasar Duafa, PCNU Cianjur Sembelih 1 Sapi dan 7 Domba di Hari Kedua Iduladha
Pelajar di Cikalongkulon Ditemukan Meninggal, Polisi Lakukan Olah TKP
Menuju Cianjur 2029 Anak Desa Perintis Bukan Pewaris
Bidan di Sukaresmi Diduga Buka Praktik Mandiri Tanpa SIPB, Puskesmas: Urgensi Boleh Ditangani, Persalinan Tidak
SMK DZakiyyun Lepas 108 Siswa Angkatan ke-9, 10 Lolos Magang ke Jepang
Berita ini 0 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Selasa, 2 Juni 2026 - 12:53 WIB

Sulit Ditemui, Pejabat Satpol PP Cianjur Jadi Sorotan, Kusnandar Ali: Jangan Jadikan Rapat Alasan Menghindar

Selasa, 2 Juni 2026 - 10:17 WIB

“Cianjur 2029: Bukan Tentang Siapa Pewarisnya, Tetapi Siapa yang Siap Menjadi Perintis Perubahan – Kusnandar Ali”

Senin, 1 Juni 2026 - 11:22 WIB

1 Juni: Saatnya Pancasila Hidup, Bukan Sekadar Diperingati*

Jumat, 29 Mei 2026 - 06:17 WIB

Sasar Duafa, PCNU Cianjur Sembelih 1 Sapi dan 7 Domba di Hari Kedua Iduladha

Minggu, 24 Mei 2026 - 22:23 WIB

Pelajar di Cikalongkulon Ditemukan Meninggal, Polisi Lakukan Olah TKP

Berita Terbaru