Warga Kp. Saparantu Keluhkan Air Sumur Berbau dan Berbusa, Minta Pihak SPPG Kademangan 1 Lakukan Pengerukan

Rabu, 10 Juni 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

CIANJUR – Sejumlah warga Kampung Saparantu, Desa Kademangan, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur, mengeluhkan kondisi air sumur yang berbau tidak sedap, berwarna hitam, dan berbusa. Warga menduga pencemaran berasal dari limbah salah satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi SPPG terdekat.

Salah seorang warga menyebut bau tersebut sempat hilang, namun ia khawatir pencemaran akan terulang. “Saat ini memang sudah tidak bau, tapi kami khawatir akan berbau lagi. Kami juga sempat diberi kompensasi Rp800.000 dan air bersih dari SPPG, cuma berjalan sekitar dua minggu,” ujarnya, Rabu 10/6/2026.

Warga berharap instalasi pengolahan air limbah IPAL di SPPG segera dioptimalkan agar bau tidak muncul kembali. Sekitar sembilan rumah disebut terdampak pencemaran.

“Untuk itu warga menginginkan adanya pengerukan di setiap sumur yang pernah tercemar, bukan hanya dikuras atau disedot,” harapnya.

*IPAL Diduga Belum Optimal*
Berdasarkan pantauan di lapangan, SPPG tersebut telah memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah ( IPAL). Namun kinerjanya diduga belum maksimal karena belum dilengkapi grease trap.

Hidayat selaku Kepala SPPG Kademangan 1 membenarkan adanya keluhan warga terkait air sumur yang beraroma tidak sedap. Ia menyatakan pihak SPPG sudah menyalurkan kompensasi kepada warga terdampak.

“Pihak kami juga terus berupaya mengoptimalkan kinerja IPAL yang ada. Saat ini komponen grease trap tengah dalam proses pemesanan dan akan segera dipasang begitu barangnya tiba,” kata Hidayat.

Meski demikian, pantauan di lapangan menunjukkan kinerja IPAL belum berjalan maksimal. Hal ini menjadi catatan agar perbaikan dan optimalisasi terus dilakukan, sehingga limbah dapat diolah sesuai standar dan tidak berdampak ke lingkungan sekitar.

Penulis : Andri.S

Editor : SLS

Berita Terkait

Wujud Kepedulian Sosial, Sat Lantas Polres Kuningan Gelar “Jumat Berkah” Berbagi Makanan Gratis untuk Masyarakat
Kakek 82 Tahun di Pekalongan Ditemukan Meninggal di Kebun Singkong Usai 2 Hari Hilang
Penjualan Miras terbesar di Wilayah Kapetakan Cirebon Bebas,Kinerja APH dipertaruhkan
Anggaran Satpol PP Lahat 2025 Miliaran Jadi Sorotan Aktivis
Blokir Nomor Wartawan Saat Dikonfirmasi soal Anggaran,Kepala Perpustakaan Lahat Minta Bupati Lahat Copot
Priamanaya Group Salurkan Beasiswa Berprestasi di Ring Satu Perusahaan
‎Temuan Limbah Medis Diduga Dibuang Sembarangan di Sidoarjo, APMP Jatim Desak APH Turun Tangan ‎
Efisiensi: Anggaran Sekwan DPRD Lahat Rp81 Miliar Lebih PUBLIK’Transfaransi Cegah Rawan Korupsi

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 21:56

Wujud Kepedulian Sosial, Sat Lantas Polres Kuningan Gelar “Jumat Berkah” Berbagi Makanan Gratis untuk Masyarakat

Senin, 28 September 2026 - 09:33

Kakek 82 Tahun di Pekalongan Ditemukan Meninggal di Kebun Singkong Usai 2 Hari Hilang

Rabu, 9 September 2026 - 09:20

Penjualan Miras terbesar di Wilayah Kapetakan Cirebon Bebas,Kinerja APH dipertaruhkan

Minggu, 6 September 2026 - 19:54

Anggaran Satpol PP Lahat 2025 Miliaran Jadi Sorotan Aktivis

Rabu, 2 September 2026 - 15:48

Blokir Nomor Wartawan Saat Dikonfirmasi soal Anggaran,Kepala Perpustakaan Lahat Minta Bupati Lahat Copot

Berita Terbaru