Pemkab Bogor dan CRS Indonesia Perkuat Kerjasama Upaya Pencegahan Dan Penanganan Bencana di Kabupaten Bogor

- Penulis

Rabu, 29 November 2023 - 07:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bogor, Journal News.id // Pemerintah Kabupaten Bogor dan Catholic Relief Services (CRS) Indonesia tandatangani Memorandum of Understanding (MoU) untuk memperkuat komitmen antar pihak dalam upaya pencegahan dan penanganan bencana di Kabupaten Bogor.

Penandatangan dilakukan Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, Burhanudin bersama Program Manager CRS Indonesia, Fatwa Fadillah pada Rapat Koordinasi Penyusunan Rencana Kontinjensi Gempa Bumi dan Penandatanganan MOU antara Pemkab Bogor dengan CRS Indonesia dalam program Komunitas Perkotaan Untuk Aksi Tangguh (KUAT) tahun 2023, Darmawan Park Hotel, Babakan Madang, Selasa (28/11).

Hadir pada acara tersebut, Program Manager CRS Indonesia, Fatwa Fadillah beserta jajaran, Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Kepala Pelaksana BPBD, perwakilan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), perwakilan USAID, Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Bogor, dan jajaran Pemkab Bogor.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mewakili Bupati Bogor, Sekda Burhanudin menjelaskan, Pemkab Bogor melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah bekerjasama dengan CRS Indonesia untuk meningkatkan kapasitas dan kesadaran masyarakat tentang risiko bencana melalui program KUAT atau Komunitas Perkotaan Untuk Aksi Tangguh.

“Penandatanganan kerjasama yang kita lakukan hari ini Pemkab Bogor dengan CRS Indonesia untuk memperkuat komitmen antar pihak dalam upaya pencegahan dan penanganan bencana di Kabupaten Bogor,” jelas Burhanudin.

Burhanudin mengungkapkan, pencegahan dan kesiapsiagaan bencana merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah daerah dalam hal ini seluruh perangkat daerah terkait kecamatan, desa, bersama dunia usaha, akademisi, media, dan seluruh elemen masyarakat. Berbagai kegiatan dalam program kuat seperti kampanye pengurangan risiko bencana, pelatihan dan pendampingan, sinergi, kolaborasi dan dukungan teknis kepada perangkat daerah, kecamatan, desa, dan kelurahan terhadap kebijakan dan perencanaan penanggulangan bencana.

“Dan dapat membangun kesiapsiagaan kita akan risiko bencana dan meningkatkan kesadaran serta mobilisasi masyarakat dalam upaya pencegahan dan pengurangan risiko bencana,” ungkapnya.

Burhanudin menambahkan, atas nama Pemkab Bogor, dirinya mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya dan apresiasi setinggi-tingginya atas terjalinnya kolaborasi antara Pemkab Bogor, CRS Indonesia, BHA USAID, Miyamoto International, Wahana Visi Indonesia bersama BPBD Kabupaten Bogor dan segenap stakeholder terkait, atas terselenggaranya program Komunitas Perkotaan Untuk Aksi Tangguh Bencana.

“Semoga kolaborasi ini dapat berjalan efektif agar masyarakat dan wilayah Kabupaten Bogor tanggap, tahan dan tangguh bencana,” tandas Burhanudin.

Program Manager CRS Indonesia, Fatwa Fadillah, menerangkan, hari ini kita hadir bersama dalam rangka membangun kolaborasi bersama antara program KUAT dan BPBD Kabupaten Bogor dalam rangka penyusunan rencana kontinjensi gempa bumi di Kabupaten Bogor.

“Tujuan program KUAT kita ingin memperkuat kapasitas dan sinergitas terkait dengan kesiapsiagaan dan ketangguhan bencana alam di wilayah perkotaan. Program KUAT yang didanai oleh USAID ini dilaksanakan di tiga wilayah yakni di DKI Jakarta, Kabupaten Bogor, dan Kabupaten Tangerang,” terangnya.

Fatwa mengatakan, mudah-mudahan jika terlaksana dengan lancar, program KUAT ini akan berjalan hingga pertengahan tahun 2026. Akan ada banyak kegiatan yang akan dilaksanakan pada level masyarakat dan level pemerintah, untuk memperkuat pencegahan dan penanggulangan bencana.(ris).

Berita Terkait

Sulit Ditemui, Pejabat Satpol PP Cianjur Jadi Sorotan, Kusnandar Ali: Jangan Jadikan Rapat Alasan Menghindar
“Cianjur 2029: Bukan Tentang Siapa Pewarisnya, Tetapi Siapa yang Siap Menjadi Perintis Perubahan – Kusnandar Ali”
1 Juni: Saatnya Pancasila Hidup, Bukan Sekadar Diperingati*
Sasar Duafa, PCNU Cianjur Sembelih 1 Sapi dan 7 Domba di Hari Kedua Iduladha
Pelajar di Cikalongkulon Ditemukan Meninggal, Polisi Lakukan Olah TKP
Menuju Cianjur 2029 Anak Desa Perintis Bukan Pewaris
Bidan di Sukaresmi Diduga Buka Praktik Mandiri Tanpa SIPB, Puskesmas: Urgensi Boleh Ditangani, Persalinan Tidak
SMK DZakiyyun Lepas 108 Siswa Angkatan ke-9, 10 Lolos Magang ke Jepang
Berita ini 1 kali dibaca
Tag :

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Selasa, 2 Juni 2026 - 12:53 WIB

Sulit Ditemui, Pejabat Satpol PP Cianjur Jadi Sorotan, Kusnandar Ali: Jangan Jadikan Rapat Alasan Menghindar

Selasa, 2 Juni 2026 - 10:17 WIB

“Cianjur 2029: Bukan Tentang Siapa Pewarisnya, Tetapi Siapa yang Siap Menjadi Perintis Perubahan – Kusnandar Ali”

Senin, 1 Juni 2026 - 11:22 WIB

1 Juni: Saatnya Pancasila Hidup, Bukan Sekadar Diperingati*

Jumat, 29 Mei 2026 - 06:17 WIB

Sasar Duafa, PCNU Cianjur Sembelih 1 Sapi dan 7 Domba di Hari Kedua Iduladha

Minggu, 24 Mei 2026 - 22:23 WIB

Pelajar di Cikalongkulon Ditemukan Meninggal, Polisi Lakukan Olah TKP

Berita Terbaru