Kelola Anggaran 2 miliyar Lebih, Camat Harus Hati-hati…??

- Penulis

Sabtu, 24 Agustus 2024 - 18:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Journalnews.id // Sumsel – Lahat || Menyoroti anggaran belanja Kecamatan Merapi Barat digunakan dalam beberapa bidang Pembelanjaan dari Belanja Daerah dan Belanja Operasi diantaranya; Belanja pegawai, Belanja barang dan jasa dan Belanja modal peralatan dan mesin, yang terdapat dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran Satuan Kerja perangkat daerah pada Kecamatan Merapi Barat Kabupaten Lahat.

 

Mengunakan Anggaran APBD Tahun 2023 dengan rician sebagai berikut :

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

– Belanja Pegawai Senilai Rp.1.909.621.863

– Belanja Barang dan Jasa senilai Rp.485.260.777

– Belanja Modal Peralatan dan mesin senilai Rp.60.939.000, dari tiga bidang anggaran belanja yang menggunakan anggaran mencapai sebesar Rp.2.455.821.640; Miliyar.

 

Apa saja yang di belanjakan dari anggaran tersebut dan direalisasikan apa saja oleh pihak Kecamatan. Harus tanggung jawab dalam mengelola uang negara.

 

“Sedangkan didaerah kecamatan merapi barat banyak perusahaan seperti tambang batubara dan galian C tentunya pasti ada Presentasi/Royalte dari pihak Perusahaan yang mengalir untuk kecamatan.” Sabtu, 24/08/2024,

 

Terkait temuan tersebut “Camat merapi barat Herlambang di Konfirmasi wartawan Journalnews melalui Tlpnnya, no.081274825xxx Tidak ada Tanggapan.

 

Terpisah, Rabu-(23/8/24) melalui pesan Watsapp kami menerima pesan masuk dari camat melalui rekan kami “berisi

“Saya masih di plg, rapat koord di gria agung.

“Luruske bae..!!

 

Sorotan yang sama juga berasal dari ketua DPP AWDI ( Asosiasi Wartawan Demokrasi Indonesia) Pusat Budi WS menyebut, anggaran yang dikeluarkan untuk pembelanjaan dalam beberapa bidang tahun anggaran 2023 itu perlu dilakukan pengawasan, baik oleh masyarakat awak Media, Lembaga maupun institusi penegak hukum seperti Polri dan Kejaksaan.” tegas Budi WS kepada wartawan sabtu, 24/08/24.

 

“Prinsip penting dalam pengelolaan keuangan pemerintah. Transparansi dalam pengelolaan anggaran semua transaksi keuangan harus tercatat dengan jelas dan dapat diakses oleh publik. dapat menciptakan rasa percaya dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana publik.

Transparansi dalam pengelolaan anggaran

 

karena dapat mewujudkan komitmen daerah untuk menuju demokratisasi di tingkat lokal. Transparansi juga dapat menjadi dasar bagi akuntabilitas publik, pengawasan terhadap pengelolaan dan penyimpangan penggunaan keuangan negara, dan korupsi.” Kata Budi WS

 

Penulis: Frengki.As

Ketua/Awdi lht

 

*Berita bersambung*

Berita Terkait

Bupati Bogor Tinjau Raiser Ikan Hias BRIN Dalam Rangka Perkuat Kolaborasi Inovasi Perikanan.
DKPP Kabupaten Cirebon Dorong Konsumsi Ikan Lewat Bazar dan Gemarikan
Wabup Jigus Ajak Kuwu Teladani Semangat Mbah Kuwu Cirebon
Bupati Imron Buka TMMD ke- 129,Dorong Percepatan Pembangunan Desa
TMMD Sengkuyung Tahap III 2026 Resmi Dibuka, Sinergi TNI-Polri dan Pemda Percepat Pembangunan Desa di Wonopringgo
Kecewa Sikap Pasif Disdikbud, Gerhana Indonesia Laporkan 10 SDN di Tegal ke Kejaksaan, Diduga Rugikan Negara Rp1,06 Miliar
Pemkab dan Pemkot Bogor Matangkan Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTS).
Sulit Ditemui, Pejabat Satpol PP Cianjur Jadi Sorotan, Kusnandar Ali: Jangan Jadikan Rapat Alasan Menghindar
Berita ini 1 kali dibaca
Tag :

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 17:31 WIB

Bupati Bogor Tinjau Raiser Ikan Hias BRIN Dalam Rangka Perkuat Kolaborasi Inovasi Perikanan.

Kamis, 16 Juli 2026 - 09:12 WIB

DKPP Kabupaten Cirebon Dorong Konsumsi Ikan Lewat Bazar dan Gemarikan

Rabu, 15 Juli 2026 - 22:57 WIB

Bupati Imron Buka TMMD ke- 129,Dorong Percepatan Pembangunan Desa

Rabu, 15 Juli 2026 - 19:33 WIB

TMMD Sengkuyung Tahap III 2026 Resmi Dibuka, Sinergi TNI-Polri dan Pemda Percepat Pembangunan Desa di Wonopringgo

Rabu, 15 Juli 2026 - 15:42 WIB

Kecewa Sikap Pasif Disdikbud, Gerhana Indonesia Laporkan 10 SDN di Tegal ke Kejaksaan, Diduga Rugikan Negara Rp1,06 Miliar

Berita Terbaru

Sorot

Program Copot Cukai, Rokok Tanpa Pita Dijual Di Cianjur

Kamis, 16 Jul 2026 - 12:42 WIB