CIANJUR – Puskesmas Sukanagalih, Kecamatan Pacet, mencatat sejarah baru dalam pelayanan Keluarga Berencana. Dalam kegiatan Gebyar KB yang digelar Rabu, 13 Mei 2026, sebanyak 150 akseptor berhasil dijaring. Jumlah ini jauh melampaui rata-rata fasilitas kesehatan yang biasanya hanya menargetkan 50 akseptor per kegiatan.
Gebyar KB tersebut dilaksanakan bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun Ikatan Bidan Indonesia ke-75 dan Hari Keluarga Nasional 2026. Beragam metode kontrasepsi disediakan, mulai dari IUD, implan, hingga KB suntik.
“Antusiasme masyarakat luar biasa. Ini menjadi Gebyar KB terbanyak yang pernah kami laksanakan sejauh ini,” ujar Kapus Sukanagalih, Utari Doriomas.
Untuk memudahkan akses, Puskesmas menyediakan layanan antar-jemput bagi warga dari tiga desa wilayah kerja. Para akseptor juga mendapat souvenir sebagai bentuk apresiasi atas partisipasinya.
Acara ini dihadiri sejumlah pejabat dan lintas sektor, di antaranya Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, Dinas DPPKBP3A, Camat Pacet, Kepala UPT5A, Pengurus Cabang IBI Kabupaten Cianjur, serta mitra terkait lainnya.
Utari menegaskan, tujuan KB tidak hanya membatasi jumlah anak. “Fungsi utama kontrasepsi adalah merencanakan kehamilan yang sehat. Ketika kehamilan direncanakan matang, risiko stunting pada anak bisa ditekan sejak dini,” jelasnya.
Ia berharap, semakin banyak pasangan usia subur yang sadar kontrasepsi akan membuat orang tua lebih siap dalam memenuhi hak nutrisi, kasih sayang, dan pengasuhan bagi anak, sehingga tumbuh cerdas dan bebas stunting.
Ke depan, Puskesmas Sukanagalih berencana menjadikan Gebyar KB sebagai agenda rutin tahunan, di luar kegiatan safari KB yang sudah berjalan pada bulan-bulan biasa.
“Insyaa Allah ini akan menjadi program tahunan kami agar layanan KB semakin mudah dijangkau masyarakat,” pungkas Utari.











