Diduga Ada Penumpang Gelap di Balik Kebijakan Bupati Cianjur, Pengamat Kusnandar Ali Angkat Bicara

Sabtu, 9 Mei 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kabupaten Cianjur — Dinamika kebijakan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cianjur kembali menjadi sorotan publik. Sejumlah kebijakan dan program yang berjalan belakangan ini memunculkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat, terutama setelah beredarnya beberapa tayangan di media sosial yang memperlihatkan adanya sosok tertentu yang dinilai terlalu dominan dalam arah kebijakan pemerintahan daerah.

Pengamat kebijakan publik, Kusnandar Ali, dalam rilisnya kepada kantor berita journalnew.id pada Sabtu, (09/05/26), menilai bahwa seorang kepala daerah seharusnya mampu menunjukkan independensi dalam mengambil keputusan tanpa adanya intervensi pihak lain yang tidak memiliki kewenangan resmi dalam pemerintahan.

Menurutnya, masyarakat saat ini mulai menangkap adanya kesan bahwa di balik sejumlah program dan keputusan strategis, terdapat figur yang seolah memiliki pengaruh cukup besar terhadap arah kebijakan Bupati Cianjur.

“Jangan sampai muncul persepsi di tengah masyarakat bahwa pemerintahan ini dikendalikan oleh pihak-pihak di luar struktur resmi. Bupati harus menunjukkan bahwa seluruh kebijakan lahir dari kajian dan kepentingan rakyat, bukan karena bisikan atau kepentingan kelompok tertentu,” ujar Kusnandar Ali.

Ia juga menyindir adanya pihak yang dinilai terlalu sering tampil dan seakan menjadi penentu arah kebijakan daerah. Menurutnya, kondisi tersebut dapat menimbulkan pertanyaan publik terkait independensi kepemimpinan di Kabupaten Cianjur.

“Kalau ada orang yang terlalu aktif tampil, terlalu sering berbicara seolah paling menentukan arah pemerintahan, publik tentu akan bertanya-tanya. Jangan sampai ada kesan ‘lebih bupati dari bupati’. Pemerintahan harus dijalankan secara profesional, bukan berdasarkan kedekatan atau pengaruh personal,” tambahnya.

Kusnandar menegaskan, kritik tersebut bukan untuk menjatuhkan pihak tertentu, melainkan sebagai bentuk pengawasan sosial agar roda pemerintahan tetap berjalan sesuai aturan dan etika birokrasi.

Ia berharap Bupati Cianjur dapat lebih terbuka kepada masyarakat terkait proses pengambilan kebijakan, sehingga tidak menimbulkan asumsi liar maupun dugaan adanya “penumpang gelap” di balik jalannya pemerintahan daerah.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Pemerintah Kabupaten Cianjur terkait pernyataan tersebut.

Berita Terkait

‎KETUA DPC MADAS SEDARAH PAMEKASAN HADIRI PERNIKAHAN PUTRI PENASEHAT DPAC SOKOBANAH SAMPANG
Terkait Distribusi MBG Pakai Pikap Terbuka, SPPG Bobojong 1 Cianjur Klarifikasi
Bupati Imron Buka Festival Literasi 2026,Perpustakaan Perlu Dikembangkan Jadi Ruang Publik
Perwosi Kabupaten Cirebon Wakili Jabar di Tingkat Nasional
‎AUDIENSI DI KANTOR DKPP PAMEKASAN BATAL TANPA PEMBERITAHUAN, PIHAK MADAS SEDARAH SANGAT KECEWA
Diduga Langgar SOP Distribusi MBG Pakai Pikap Terbuka, Kepala SPPG Bobojong 1 Cianjur Justru Persoalkan Kedatangan Media
Kurang dari 24 Jam, Sat Reskrim Polres Cirebon Kota Berhasil Tangkap Pelaku Pembunuhan
‎MD Narapida Lapas Kls II A Pamekasan Kembali Jalani Sidang, Atas Dugaan Penggelapan Motor Milik Penjual Nasi Lalapan Asal Desa Tlanakan Kabupaten Pamekasan ‎

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 20:23

‎KETUA DPC MADAS SEDARAH PAMEKASAN HADIRI PERNIKAHAN PUTRI PENASEHAT DPAC SOKOBANAH SAMPANG

Rabu, 23 September 2026 - 19:05

Terkait Distribusi MBG Pakai Pikap Terbuka, SPPG Bobojong 1 Cianjur Klarifikasi

Rabu, 23 September 2026 - 16:40

Bupati Imron Buka Festival Literasi 2026,Perpustakaan Perlu Dikembangkan Jadi Ruang Publik

Rabu, 23 September 2026 - 16:34

Perwosi Kabupaten Cirebon Wakili Jabar di Tingkat Nasional

Rabu, 23 September 2026 - 09:50

Diduga Langgar SOP Distribusi MBG Pakai Pikap Terbuka, Kepala SPPG Bobojong 1 Cianjur Justru Persoalkan Kedatangan Media

Berita Terbaru