Diduga Ada Penumpang Gelap di Balik Kebijakan Bupati Cianjur, Pengamat Kusnandar Ali Angkat Bicara

- Penulis

Sabtu, 9 Mei 2026 - 17:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kabupaten Cianjur — Dinamika kebijakan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cianjur kembali menjadi sorotan publik. Sejumlah kebijakan dan program yang berjalan belakangan ini memunculkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat, terutama setelah beredarnya beberapa tayangan di media sosial yang memperlihatkan adanya sosok tertentu yang dinilai terlalu dominan dalam arah kebijakan pemerintahan daerah.

Pengamat kebijakan publik, Kusnandar Ali, dalam rilisnya kepada kantor berita journalnew.id pada Sabtu, (09/05/26), menilai bahwa seorang kepala daerah seharusnya mampu menunjukkan independensi dalam mengambil keputusan tanpa adanya intervensi pihak lain yang tidak memiliki kewenangan resmi dalam pemerintahan.

Menurutnya, masyarakat saat ini mulai menangkap adanya kesan bahwa di balik sejumlah program dan keputusan strategis, terdapat figur yang seolah memiliki pengaruh cukup besar terhadap arah kebijakan Bupati Cianjur.

“Jangan sampai muncul persepsi di tengah masyarakat bahwa pemerintahan ini dikendalikan oleh pihak-pihak di luar struktur resmi. Bupati harus menunjukkan bahwa seluruh kebijakan lahir dari kajian dan kepentingan rakyat, bukan karena bisikan atau kepentingan kelompok tertentu,” ujar Kusnandar Ali.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia juga menyindir adanya pihak yang dinilai terlalu sering tampil dan seakan menjadi penentu arah kebijakan daerah. Menurutnya, kondisi tersebut dapat menimbulkan pertanyaan publik terkait independensi kepemimpinan di Kabupaten Cianjur.

“Kalau ada orang yang terlalu aktif tampil, terlalu sering berbicara seolah paling menentukan arah pemerintahan, publik tentu akan bertanya-tanya. Jangan sampai ada kesan ‘lebih bupati dari bupati’. Pemerintahan harus dijalankan secara profesional, bukan berdasarkan kedekatan atau pengaruh personal,” tambahnya.

Kusnandar menegaskan, kritik tersebut bukan untuk menjatuhkan pihak tertentu, melainkan sebagai bentuk pengawasan sosial agar roda pemerintahan tetap berjalan sesuai aturan dan etika birokrasi.

Ia berharap Bupati Cianjur dapat lebih terbuka kepada masyarakat terkait proses pengambilan kebijakan, sehingga tidak menimbulkan asumsi liar maupun dugaan adanya “penumpang gelap” di balik jalannya pemerintahan daerah.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Pemerintah Kabupaten Cianjur terkait pernyataan tersebut.

Berita Terkait

Pemerintah Kabupaten Bogor Pertahankan Opini WTP.
Sulit Ditemui, Pejabat Satpol PP Cianjur Jadi Sorotan, Kusnandar Ali: Jangan Jadikan Rapat Alasan Menghindar
“Cianjur 2029: Bukan Tentang Siapa Pewarisnya, Tetapi Siapa yang Siap Menjadi Perintis Perubahan – Kusnandar Ali”
1 Juni: Saatnya Pancasila Hidup, Bukan Sekadar Diperingati*
Sasar Duafa, PCNU Cianjur Sembelih 1 Sapi dan 7 Domba di Hari Kedua Iduladha
Pelajar di Cikalongkulon Ditemukan Meninggal, Polisi Lakukan Olah TKP
Menuju Cianjur 2029 Anak Desa Perintis Bukan Pewaris
Bidan di Sukaresmi Diduga Buka Praktik Mandiri Tanpa SIPB, Puskesmas: Urgensi Boleh Ditangani, Persalinan Tidak
Berita ini 5 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 17:09 WIB

Pemerintah Kabupaten Bogor Pertahankan Opini WTP.

Selasa, 2 Juni 2026 - 12:53 WIB

Sulit Ditemui, Pejabat Satpol PP Cianjur Jadi Sorotan, Kusnandar Ali: Jangan Jadikan Rapat Alasan Menghindar

Selasa, 2 Juni 2026 - 10:17 WIB

“Cianjur 2029: Bukan Tentang Siapa Pewarisnya, Tetapi Siapa yang Siap Menjadi Perintis Perubahan – Kusnandar Ali”

Senin, 1 Juni 2026 - 11:22 WIB

1 Juni: Saatnya Pancasila Hidup, Bukan Sekadar Diperingati*

Jumat, 29 Mei 2026 - 06:17 WIB

Sasar Duafa, PCNU Cianjur Sembelih 1 Sapi dan 7 Domba di Hari Kedua Iduladha

Berita Terbaru