Kepala SDN Bojongsari 3 Sukaluyu Diduga Menghindar dari Konfirmasi Dugaan Pungutan Siswa

Kamis, 7 Mei 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

CIANJUR – Kepala Sekolah SDN Bojongsari 3, Kecamatan Sukaluyu, Kabupaten Cianjur, diduga menghindar saat hendak dikonfirmasi terkait dugaan pungutan terhadap siswa.

Dugaan pungutan itu dibantah salah seorang guru SDN Bojongsari 3 bernama Apit. Ia menolak memberikan keterangan soal iuran siswa sebesar Rp52.000 per siswa dengan alasan bukan kewenangannya. “Itu kewenangan Kordik dan kepala sekolah. Kalau mau konfirmasi soal dana BOS harus melalui Kordik dulu. Saya tidak ada kewenangan,” jelas Apit di ruang kantor SDN Bojongsari 3, Rabu (6/5/2026).

Apit juga menyarankan media tidak memberitakan terlebih dahulu. “Kalau memang punya data laporkan saja ke Inspektorat, jangan di-upload. Kenapa harus kejar-kejaran dengan kepala sekolah dan saya. Saya jadi tidak nyaman kalau ada pemberitaan. Saya di sini tidak punya kepentingan, saya bukan kepala sekolah,” ujarnya.

Sementara itu, warga berinisial P mengaku setiap siswa baru mendaftar selalu dimintai iuran Rp52.000. “Alasannya untuk MCK dan bangku. Padahal bangku di sekolah sudah banyak yang rusak dan fasilitas MCK tidak berfungsi,” ungkap P.

P menambahkan, siswa yang ingin buang air besar terpaksa pulang ke rumah masing-masing. Selain itu, setiap kenaikan kelas siswa diminta membayar Rp25.000. “Tapi acara kenaikan kelas tidak pernah dilaksanakan. Padahal itu harapan terakhir anak menjelang perpisahan,” terangnya.

Koordinator Pendidikan (Kordik) Kecamatan Sukaluyu, Dudung, membenarkan kepala SDN Bojongsari 3 sulit ditemui. “Memang agak susah ditemui. Sesuai perintah Kabid, saya akan panggil untuk menjelaskan soal dana BOS dan pungutan Rp52.000 per siswa. Hari ini sudah saya telepon untuk hadir ke kantor Kordik, tapi belum datang,” kata Dudung, Rabu (6/5/2026).

Dudung menegaskan akan memberi masukan kepada kepala sekolah agar tidak menghindar dari media. “Jangan menghindar kalau tidak ada kesalahan. Kalau ada kesalahan hadapi saja, siapa tahu ada solusi. Saya juga akan sampaikan soal kebersihan sekolah karena banyak masukan SDN Bojongsari 3 kurang perawatan dan terlihat kumuh,” tandasnya.

Berita Terkait

Kapolresta Cirebon Hadiri HUT ke-81 TNI, Tegaskan Soliditas TNI-Polri Jaga Keutuhan NKRI
Kapolres Cirebon Kota Silaturahmi dengan DPD APPSI Kota Cirebon
HUT TNI ke-81 di Cirebon, TNI Teguhkan Pengabdian Bersama Rakyat
‎Pukau Penonton di Harjad Pamekasan ke-496, Karya Desainer Alvien Oktava Kembali Jadi Sorotan
Siap Pangkas Pengangguran Jabar ! SMK Dzakiyyun & BBPVP Bandung Cetak Wirausahawan Muda Lewat Pelatihan Kuliner
Prof Sutan Nasomal Harapkan Presiden RI Perintahkan Kejagung dan MA Selidiki Putusan PT Aceh Dalam Kasus Said Muchtar Demi Keadilan
SSB Garuda Jaya Jawara Turnamen Power FC ** Di Final Tumbangkan Tuan Rumah, Semifinal Gasak Akademi Persib
Pabrik Pengolahan Ban Bekas di Cianjur Diduga Beroperasi Tanpa Izin Lingkungan Lengkap, Warga Belakang Pabrik Masih Protes

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 17:47

Kapolresta Cirebon Hadiri HUT ke-81 TNI, Tegaskan Soliditas TNI-Polri Jaga Keutuhan NKRI

Senin, 5 Oktober 2026 - 16:32

Kapolres Cirebon Kota Silaturahmi dengan DPD APPSI Kota Cirebon

Senin, 5 Oktober 2026 - 10:51

HUT TNI ke-81 di Cirebon, TNI Teguhkan Pengabdian Bersama Rakyat

Senin, 5 Oktober 2026 - 09:26

‎Pukau Penonton di Harjad Pamekasan ke-496, Karya Desainer Alvien Oktava Kembali Jadi Sorotan

Senin, 5 Oktober 2026 - 09:18

Siap Pangkas Pengangguran Jabar ! SMK Dzakiyyun & BBPVP Bandung Cetak Wirausahawan Muda Lewat Pelatihan Kuliner

Berita Terbaru