DaerahRagam

Berkumpulnya Keturunan Raja.Wujud Kembalinya Kejayaan Islam Di Negeri Samudera Pasai

81
×

Berkumpulnya Keturunan Raja.Wujud Kembalinya Kejayaan Islam Di Negeri Samudera Pasai

Sebarkan artikel ini

Aceh Utara – Acara Isra Mi’raj, Peusijuk dan Pemberian Pin Sultan Malik Samudra Pasai yang digelar di Komplek Makam Sultan Malikussaleh, Gampong Beuringen, Kecamatan Samudera, Kabupaten Aceh Utara, berjalan lancar dan sukses.

Acara yang berlangsung di Makam Malik Al-Salih dihadiri sejumlah Ulama Kharismatik Aceh, seperti Waled Nu Nurruzahri Yahya Pimpinan Dayah Ummul Ayman Samalanga, Abi Lampisang, Tgk. Ahmad Tajuddin, Pimpinan Dayah Al Muhajidirin, Aceh Besar, Abi Busthami Pimpinan Tareqat Syatarriyah Naqsabandiyah dan Abi Zuhri Ulama Krueng Geukueh, Aceh Utara

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Turut hadir juga sejumlah pejabat seperti Walikota Langsa, Usman Abdullah, Kabag Ops Polres Aceh Utara, Wakapolres Lhokseumawe, Danramil serta Camat Samudera, dan lain sebagainya

Kordinator pelaksana acara, Teuku Rizalsyah Mahmudi pada media ini mengatakan, kegiatan tersebut berjalan sukses. Rizalsyah menuturkan, acara ini digagas oleh Wareh Keluarga Besar Uleebalang Keturunan Sultan Malikussaleh dan dilaksanakan bersama warga sekitar makam Sultan Malikussaleh .

“Rangkaian kegiatan yang kita adakan hari ini diawali dengan samadiah (tahlilan), doa bersama sama dengan warga sekitar, santunan anak yatim, serta dihadiri para alim Ulama Pimpinan Dayah, Pimpinan Balai Pengajian, Pimpinan Majlis Ta’lim serta para keturunan raja Aceh,” ujar Rizalsyah

Setelah acara samadiah, doa bersama, serta peusijuk selesai, dilanjutkan dengan acara inti yaitu santunan anak yatim serta tausiah dalam rangka memperingati isra Mi’raj Nabi besar Muhammad Saw

“Para keturunan Raja Aceh serta Himpunan Dzuriyat Radja-Sultan Se-Nusantara yang diwakili Tuan Guru Fekri Juliansyah ikut juga menghadiri acara silaturrahim dan peringatan Isra Mii’raj di Komplek Makam Sultan Malikussaleh,” ujarnya.

Setelah santunan selesai, dilanjutkan dengan tausiah dalam rangka memperingati Isra Mi’raj Nabi Muhammad saw yang dipaparkan oleh Almukarram Abi Zuhri dari Krueng Geukuh Aceh Utara.

Dalam pemaparannya, beliau menekankan pentingnya menjaga shalat 5 waktu sebagai manifes bentuk ketaatan hamba kepada sang khaliq. Beliau juga mengajak para pendengar untuk memperbanyak amal kebaikan di Bulan Rajab, sebagai bekal menuju kehidupan negeri akhirat. Acara ditutup dengan doa

Selanjutnya, Ulama Kharismatik Aceh, Waled Nu Samalanga, juga tak ketinggalan memberi tausiah untuk mengingatkan para jamaah untuk senantiasa menjadikan agama sebagai landasan untuk hidup di segala lini kehidupan

Beliau menekankan bahwa kita jangan kotor, jangan malas, jangan berbuat zalim kepada makhluk Allah. Sesekali tausiah diselingi dengan rumor canda tawa khas Waled Nu, dengan suara yang menggelegar, membuat suasana pecah menjadi tawa yang riuh dari pada para jamaah pendengar.

“Maka perlu bagi kita untuk introspeksi diri. Mengingat kembali apa yang telah kita lakukan, hati siapa yang pernah kita sakiti lewat perkataan dan perbuatan kita,” pesannya, dalam sebagai langkah awal memperbaiki diri dann sosial.

Apalagi, kata Waled Nu, zaman sekarang yang penuh dengan kecanggihan teknologi. Interaksi sosial antara satu dengan lainnya begitu cepat dan mudah. Tidak jarang kita mendapati berita dan informasi yang belum tentu benarnya.

Maka kita dituntut agar selalu bersikap bijak dalam menanggapi setiap berita dan informasi. “Jangan sampai berita itu menjerumuskan kita dalam menebar fitnah dan kebohongan kepada orang lain. Nampaknya, sosial media itu hal kecil tapi sebenarnya itu berat dalam pertanggungjawabannya di hadapan Allah kelak,” ujar Waled Nu

Dalam kesempatan tersebut, Waled Nu turut menyampaikan candaannya yang ditujukan ke YM Teuku Haji Badrudin Syah bahwa walaupun “baroe siat meuturi, tapi ka meu saboh hate..”

Pada Acara Tersebut Turut Hadir Teuku Muhammad Atau Biasa di sapa Sultan Yatim Yang Juga Ke turunan Sultan Raja Pasai Yang Saat ini Terus Membimbing Anak Yatim di Aceh Di Bawah Yayasan Tahfidz Qur’an Samudera Pasai Mulia(Aceh Orphans Center)

Mari Kita Kembalikan Kejayaan Indatu Kita yang Telah Mewariskan Kepada kita hingga Ke Seluruh Penjuru Dunia tambahnya

Acara tersebut ditutup dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh Abi Lampisang.

Laporan : Muhammad

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *