BANDUNG BARAT _ Kondisi cuaca menjadi faktor penentu meningkatnya jumlah kendaraan di Kabupaten Bandung Barat (KBB), pada libur Natal dan Tahun Baru 2023.
Jika tahun lalu puncak peningkatan jumlah kendaraan terjadi saat malam pergantian tahun, kali ini kondisi tersebut bisa saja berubah karena kondisi cuaca tak menentu.
Sekretaris Dinas Perhubungan KBB, Fauzan Azima mengatakan kondisi tersebut terjadi lantaran orientasi wisatawan yang datang ke Bandung Barat untuk menikmati destinasi outdoor. Mereka cenderung akan membatalkan kunjungan apabila cuaca hujan.
“Peningkatan (kendaraan) kemungkinan sih kalau cuaca cerah, bisa jadi peningkatan. Tapi kalau cuacanya mendung atau hujan itu berpengaruh juga pada perjalanan orang. Orang wisata di Lembang kan outdoor,”Selasa 27 Desember 2022.
Dinas Perhubungan KBB memastikan kondisi arus lalu lintas pasca peringatan Natal masih berjalan normal.
Pasalnya, berdasarkan pantauan di sejumlah titik, seperti Padalarang dan Lembang, volume kendaraan masih dalam taraf normal.
“Jumlah kendaraan yang keluar dari Gerbang Tol Padalarang kemarin tercatat ada 21.606 kendaraan yang keluar. Sedangkan yang masuk ada 24.621 kendaraan,” papar Fauzan.
Menurutnya, angka tersebut masih lebih kecil dibandingkan dengan volume kendaraan pada hari H Natal tahun 2021 lalu, yakni 82.104 kendaraan.
“Jadi seperti biasa saja cukup signifikan, kecuali Sabtu dan Minggu. Tapi, untuk libur pekan kemarin ada penurunan volume kendaraan di objek wisata Lembang, mungkin karena faktor hujan,” tuturnya.
Ia menyebut, penurunan volume kendaraan tersebut dikarenakan dampak cuaca, ditambah kondisi objek wisata di Lembang juga rata-rata konsepnya outdoor.
“Meski begitu kita juga sempat melakukan rekayasa lalu lintas dengan cara buka tutup seperti tahun sebelumnya. Jadi, pagi-pagi prioritas dibuka jalur dari bawah dan sore sebaliknya,” sebutnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, pengalihan lalu lintas hanya dilakukan jika terjadi kepadatan volume kendaraan ke arah bawah, seperti dialihkan ke Parongpong dan Kolonel Masturi.
“Kepadatan kendaraan pun tidak terlalu signifikan dan bisa diantisipasi,” ucapnya.
Tak hanya itu, sambung dia, pihaknya pun tetap melakukan monitoring di sejumlah jalur rawan bencana lantaran dikhawatirkan membahayakan para pengguna jalan.
“Kita tetap memonitor sejumlah titik atau jalur wisata yang rawan bencana. Bahkan, kemarin sempat ada pohon tumbang namun langsung diselesaikan berkat kerjasama tim,” ujarnya.
“Jadi ketika ada informasi dari siapapun dan siapa yang bisa menangani lebih dulu tentunya lebih bagus, baik itu kepolisian, BPBD, Satpol PP maupun Dishub,” pungkasnya. ( S.Irfan )









