Wartawan Saat Meliput Jalannya Pilkades Serentak di Usir Oleh Ketua P2KD Pekadan,Ada Apa Sebenarnya?????

Kamis, 11 Mei 2023

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bangkalan, – Pemilihan Kepala Desa serentak tahap II Kabupaten Bangkalan telah digelar pada Rabu 10 Mei 2023 kemarin,sebanyak 148 desa yang melakukan pemungutan suara serentak,ada sedikit ensiden pengusiran terhadap wartawan kabarmetronews.com,yang terjadi di Desa Pekadan Kecamatan Galis Kabupaten Bangkalan,Madura Jawa Timur.

Pasalnya,pengusiran wartawan tersebut yang terjadi pada saat melakukan peliputan jalannya Pilkades,namun oleh seorang yang mengaku dirinya ketua P2KD saat mau meliput Pilkades Desa Pekadan wartawan tersebut diusir.

Sedangkan Informasi merupakan kebutuhan pokok setiap orang, baik untuk pengembangan pribadi, maupun lingkungan sosialnya. Itulah sebabnya, memperoleh informasi merupakan Hak Asasi Manusia. Terlebih lagi, keterbukaan informasi publik merupakan salah satu ciri penting negara demokrasi yang menjunjung tinggi kedaulatan rakyat dalam mewujudkan penyelenggaraan negara yang baik.

Namun, saat wartawan dari media Kabarmetronews.com melakukan liputan perihal Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Pekadan, Kecamatan Galis, Kabupaten Bangkalan diusir oleh salahsatu Panitia Pemilihan Kepala Desa (P2KD) setempat.

Dalam pengusiran terhadap wartawan tersebut bukan dari salah satu penitia saja bahkan ada seorang perempuan yang tidak lain dari salah satu pendukung bakal calon yang memintan rekaman video saat pelaksanan minta di hapus.

Diketahui, bukan hanya wartawan Kabarmetronews.com saja yang mendapatkan perlakuan seperti itu, tapi juga wartawan dari RGN times id dan radar x net.

Suja’i Pembina dari media kabar mitro new yang diusir saat melakukan liputan acara Pilkades menuturkan, dirinya sebelumnya sudah meminta izin meliput kegiatan Pilkades ke salahsatu Panitia yang bertugas.

“Saya sudah izin melakukan liputan itu dan diperbolehkan oleh panitia yang bertugas di dalam lapangan,” ujarnya, Kamis (11/05/2023).

Lebih lanjut Suja’i mengatakan, saat pertengahan acara pelaksanaan Pilkades ada seseorang menghampirinya dan langsung mengusirnya keluar untuk tidak meliput kegiatan tersebut.

“Ada satu orang atas nama Marsup dan dirinya mengaku Ketua P2KD yang mengusir saya keluar agar tidak ngeliput kegiatan Pilkades. Bahkan, ada satu orang perempuan meminta untuk menghapus video yang sudah saya rekam dan Marsup juga nantang atau tidak takut walaupun semua wartawan hadir disini (Pekadan, red),” kata Suja’i menegaskan.

Ditempat yang berbeda Pimpinan Redaksi Kabarmetronews.com Achmad Arif menyayangkan dan mengecam keras atas insiden tersebut karena tindakan penghalangan yang dilakukan oleh Ketua P2KD saat penyelenggaraan Pilkades di Desa Pekadan merupakan bentuk penghalangan terhadap tugas jurnalistik, karena para jurnalis tidak bisa meliput dan kehilangan berita.

“Penghalangan yang dilakukan Ketua P2KD (Marsup, red) telah melanggar Pasal 18 ayat (1) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, berbunyi: Bagi seseorang yang dengan sengaja menghalangi wartawan menjalankan tugasnya dalam mencari, memperoleh dan menyebarluaskan informasi dapat dikenakan pidana,” ungkapnya.

Menurutnya, wartawan adalah orang yang bekerja mencari, mengumpulkan, memilih, mengolah berita dan menyajikan secepatnya kepada masyarakat luas melalui media massa, baik media cetak ataupun elektronik.

“Jadi jangan takut dengan wartawan. Insya Allah wartawan apa adanya ketika menulis berita. Padahal ada berita hangat tapi gak berani muat. Apalagi ada UU Pers Nomor 40 Tahun 1999, apa yang dilakukan Ketua P2KD Marsup dan seorang wanita itu merupakan sebuah keberanian yang salah,” pungkasnya.(ahd)

Berita Terkait

Publik” Minta Kejari Lahat Bongkar tuntas rantai kasus dana BOS dan proyek Smart TV di Dinas Pendidikan Kabupaten Lahat.
Respons Cepat Polisi dan Damkar Percepat Penanganan Kebakaran Rumah di wilayah Kapetakan
Polres Cianjur Gagalkan Peredaran 14,8 Kg Ganja, Dua Pengedar Ditangkap
Pos Jaga Pasar Induk Cianjur Dirusak OTK Pukul 03.00 WIB, Polisi Diminta Usut Tuntas
Sidang Ketiga Kasus Labu Viral di Cianjur, Jawaban Jaksa Ditolak Hakim
Tak Sekadar Cerai! Gugatan Balik di PA Cianjur Buka Dugaan Kejanggalan Buku Nikah, Kuasa Hukum Minta Fakta Diungkap di Persidangan
Tiga Pengamen Dibekuk, Kasus Curanmor yang Meresahkan Warga Cirebon Berhasil Terungkap
Perempuan Titipan Dinsos di Sukabumi Diduga Alami Tekanan Psikis, Kuasa Hukum Soroti Dugaan Penahanan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 18:29

Publik” Minta Kejari Lahat Bongkar tuntas rantai kasus dana BOS dan proyek Smart TV di Dinas Pendidikan Kabupaten Lahat.

Rabu, 22 Juli 2026 - 19:54

Respons Cepat Polisi dan Damkar Percepat Penanganan Kebakaran Rumah di wilayah Kapetakan

Rabu, 22 Juli 2026 - 09:25

Polres Cianjur Gagalkan Peredaran 14,8 Kg Ganja, Dua Pengedar Ditangkap

Kamis, 11 Juni 2026 - 16:17

Pos Jaga Pasar Induk Cianjur Dirusak OTK Pukul 03.00 WIB, Polisi Diminta Usut Tuntas

Kamis, 11 Juni 2026 - 08:04

Sidang Ketiga Kasus Labu Viral di Cianjur, Jawaban Jaksa Ditolak Hakim

Berita Terbaru