Tokoh Adat Keerom : Orang Keerom Mampu, Hargai Hak Kesulungan Anak Adat Keerom

Rabu, 28 Juni 2023

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

 

Journal News.id // Daerah otonomi baru (DOB) ditujuh wilayah adat Papua memberikan peluang bagi putra-putri terbaik di setiap daerah untuk bisa membangun dan memimpin daerahnya sendiri.

Menyikapi hal itu, sejumlah tokoh adat Waris melakukan konfrensi pers, Senin (26/6/23) bertempat di Aula salah satu Rumah makan di Kampung Asyaman, Distrik Arso, Kabupaten Keerom.

Tampak hadir diantaranya, Laurens Borotian (Waket I DAK), Raymond May (Sekretaris Umum DAK Keerom), Keerom Gaspar Tawa (Kepala Suku Fermanggam), Daniel Amo (mewakili Kepala Suku Walsa), Donatus Amo (Wakil Ketua Kepala Suku Walsa),Yosep Amo (Perwakilan 8 Kampung Distrik Waris) dan Yan May (Perwakilan Tokoh Pemuda Kabupaten Keerom).

Daniel Amo Kepala Suku Walsa mengungkapkan bahwa Anak Asli Keerom harus bisa berdiri diatas kakinya, memimpin daerahnya sendiri.

“Hanya anak Keerom punya hati untuk membangun daerahnya sendiri bersama dengan dukungan seluruh anak bangsa yang ada di Kabupaten Keerom,” ujarnya.

Ditambahkan oleh Daniel Amo, seluruh masyarakat merasa bangga pembangunan Kantor Bupati di Waris.

“Pembangunan Kantor Bupati di Distrik Waris merupakan implementasi Amanat Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2022 yang dilaksanakan Bupati Gusbager anak asli Keerom. Kedepan saya tegaskan jangan ada pihak-pihak yang mencoba menganggu pembangunan Kantor Bupati Waris, sebab mereka akan berhadapan dengan masyarakat adat Distrik Waris,” tegasnya.

Senada itu, Kaspar Tawa Kepala Suku Fermanggem berharap anak asli Keerom selamanya bisa memimpin daerahnya sendiri.

“Orang Keerom harus mampu berdiri diatas kakinya sendiri, dengan kemampuannya dia pasti akan berbuat untuk bangun daerahnya. Kalau kita terus bergantung dengan yang lain sama saja Keerom akan terus mundur tanpa kemajuan pembangunan yang signifikan,” imbuhnya.

Sementara itu Laurens Borotian selaku Waket I DAK Keerom mengatakan bahwa pernyataan-pernyataan yang disampaikan oleh tokoh-tokoh adat Keerom tersebut mewakili aspirasi seluruh masyarakat adat.

“Jadi ketika para kepala-kepala suku atau orang tua kita angkat bicara ini harus dilihat secara serius yang merupakan aspirasi masyarakat akar rumput dari Skamto sampai Towe,” tuturnya.

Adapun point-point yang menjadi harapan mereka adalah :

1. Mendukung Pembangunan Kantor Bupati Keerom Di Waris
2. Anak Asli Keerom harus Memimpin Negerinya Sendiri / Hormati Hak Kesulungan Anak Asli Keerom
3. Partai Politik berkewajiban merekrut anak asli Keerom
4. Paguyuban Nusantara wajib membina masyarakat asli dalam peningkatan ekonomi masyarakat

Dewan adat Keerom adalah payung bagi Paguyuban-Paguyuban Nusantara Kabupaten Keerom, sehingga apapun persoalan yang terjadi ditengah-tengah masyarakat kita akan diskusikan bersama.

“Tentunya Dewan Adat Keerom tidak bisa berdiri sendiri, perlunya sinergitas seluruh pihak untuk bersama bersepakat mendukung pembangunan daerah,, karenan kita semua punya hak yang sama,” pungkasnya.

Berita Terkait

Lokakarya Gekbrong Soroti Aksi Nyata Mahasiswa KKN Unsurya
Tantan Sulton Terpilih Sebagai Ketua PWI Jawa Barat.
Diduga Harga Rak Berbeda dengan Kasir di Alfamidi Cipanas, Konsumen Minta Disdag Cianjur Turun Tangan
Bupati Cianjur Resmikan Kantor Baru Dinkes, Minta Kepala Puskesmas Tingkatkan Pelayanan Kesehatan
KEPALA DESA GANTI DILAPORKAN KE POLISI TERKAIT PENGRUSAKAN DAN PEMBAKARAN PAGAR PEKARANGAN WARGA
KS LAW FIRM Resmi Buka Layanan Bantuan Hukum untuk Warga Cianjur
PWI Pusat Tetapkan Reaktivasi Keanggotaan hingga Akhir 2026.
KS LAW FIRM & PARTNER Buka Layanan Bantuan Hukum Pidana dan Perdata, Konsultasi Gratis via WhatsApp

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 14 Agustus 2026 - 08:15

Lokakarya Gekbrong Soroti Aksi Nyata Mahasiswa KKN Unsurya

Kamis, 13 Agustus 2026 - 12:41

Tantan Sulton Terpilih Sebagai Ketua PWI Jawa Barat.

Sabtu, 25 Juli 2026 - 02:39

Diduga Harga Rak Berbeda dengan Kasir di Alfamidi Cipanas, Konsumen Minta Disdag Cianjur Turun Tangan

Jumat, 17 Juli 2026 - 07:43

Bupati Cianjur Resmikan Kantor Baru Dinkes, Minta Kepala Puskesmas Tingkatkan Pelayanan Kesehatan

Kamis, 16 Juli 2026 - 12:59

KEPALA DESA GANTI DILAPORKAN KE POLISI TERKAIT PENGRUSAKAN DAN PEMBAKARAN PAGAR PEKARANGAN WARGA

Berita Terbaru