Papua

Seminar Sehari Bahaya Narkoba dan Miras Bagi Generasi Muda Keerom

71
×

Seminar Sehari Bahaya Narkoba dan Miras Bagi Generasi Muda Keerom

Sebarkan artikel ini

Keerom (JournalNews.id/Papua)-//
Dalam rangka hari ulang tahun (HUT) Pengkabaran Injil di Tanah Papua ke 167,
Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Forum Gerakan Muda (FGM) Gereja Kristen Indonesia (GKI) dan Persekutuan Anggota Muda (PAM) GKI Klasis Keerom menggelar Seminar Sehari tentang Bahaya Narkoba dan Miras di Kabupaten Keerom, Rabu (2/2/22).

Bupati Keerom Piter Gusbager S.Hut, MUP hadir bersama Kapolres Keerom AKBP Christian Aer SH, S.IK dan Ketua Klasis GKI Keerom Pdt. Frans Mambrasar, Ketua KNPI Keerom sekaligus menjadi pemateri pada kegiatan seminar tersebut.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Bertempat di Aula Gereja Bahtera Arso Swakarsa, Seminar sehari di ikuti oleh Ratusan pelajar, perwakilan Ormas dan OKP, tokoh agama, tokoh pemuda dan masyarakat di Kabupaten Keerom.

Dalam sambutannya, Bupati Keerom Piter Gusbager sangat mengapresiasi kegiatan ini, Kita Pemerintah bangga, merupakan satu bukti kemandirian yang di tunjukan oleh pemuda.

” Mimpi besar membangun kekuatan ekonomi di Kabupaten Keerom guna membantu permasalahan yang ada termasuk permasalahan Miras dan Narkoba. Dengan ekonomi yang kuat mudah-mudahan tidak ada lagi pemuda yang terjerumus kedalam hal-hal yang kurang baik,” jelasnya.

Di sebutkan oleh Bupati Piter bahwa banyak faktor yang membuat pemuda terjun ke dalam hal-hal yang kurang bagus, kedepan dengan harapan tidak lagi terjadi hal seperti itu

” Inilah upaya-upaya yang dilakukan oleh Pemerintah guna membangkitkan, memandirikan dan memberikan motivasi dan juga inovasi. Pemuda harus kreatif dan inovatif serta aktif terlibat di dalam program pembangunan sehingga dapat terhindar pada kegiatan- kegiatan yang dapat membawa bencana di dalam kehidupan dan masa depan mereka,” tutur Bupati Piter Gusbager.

Sementara itu Kapolres Keerom AKBP Christian Aer SH, S.IK pada awak media mengatakan bahwa miras dan narkoba memiliki pengaruh yang buruk, berbagai permasalahan terjadi yang diakibatkan miras dan narkoba lebih khususnya di Kabupaten Keerom.

” Kegiatan seminar ini sangat positif, tentunya peran aktif para generasi muda Keerom sangatlah di butuhkan guna menjadi pelopor perubahan dalam mengkampanyekan bahaya miras dan narkoba di tengah-tengah masyarakat,” ungkap Kapolres Keerom.

Dikesempatan yang sama, Ketua Klasis GKI Keerom Pdt. Frans Mambrasar mengutarakan bahwa Pemuda ibaratkan tiang/ pilar gereja. Para pemuda harus memiliki jiwa yang melayani tetapi kalau pemudanya sampai terjerumus kepada miras dan narkoba maka harapan dan masa depan menjadi runtuh.

” Kami (tokoh lintas agama) bersama dengan Pemerintah Daerah, TNI / Polri, lembaga adat juga tokoh masyarakat lainnya berharap agar melalui seminar ini kedepannya ada tindak lanjut guna mensosialisaikan bahaya miras dan narkoba serta memberantas peredarannya di Kabupaten Keerom,” tuturnya.

” Terkait tingginya kasus yang melibatkan pemuda akibat miras dan narkoba di Kabupaten Keerom, sehingga kami Pemuda Gereja bersama dengan Ormas dan OKP yang ada berinisiatif menggelar seminar ini walaupun dengan anggaran yang terbatas.Semoga ini menjadi awal yang baik untuk kita semua, tidak hanya seremonial tetapi nyata dilapangan. Untuk bersama-sama terlibat membangun Kabupaten Keerom,” pungkas Benny Fonataba Ketua FGM GKI Klasis Keerom. (amrizul)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *