LSM Maung NTB Gelar Rakor, Bahas Pengawalan Kebijakan hingga Isu Kelangkaan BBM

Minggu, 5 April 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

LOMBOK TENGAH NTB – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Maung NTB menggelar rapat koordinasi sekaligus silaturahmi tahunan yang berlangsung di Lesehan Pusaka Mandiri, Desa Tanak Awu, Lombok Tengah, pada Minggu (5/4/2026). Kegiatan ini berjalan lancar dan dihadiri oleh puluhan perwakilan anggota dari berbagai wilayah.

Ketua Umum LSM Maung NTB, Narapudin, A.Ma, menyampaikan bahwa pertemuan ini merupakan agenda rutin tahunan yang bertujuan mempererat solidaritas serta menyamakan persepsi kerja organisasi.

“Ini adalah agenda tahunan kita. Dalam rapat ini kita membahas sistem kerja di lapangan, bagaimana kita saling memonitoring, mengawal, dan mengawasi kinerja pemerintah daerah,” ujar Narapudin kepada awak media.

Acara tersebut diikuti oleh sekitar 50 orang yang merupakan perwakilan dari berbagai tingkatan wilayah, mulai dari desa hingga kecamatan se-Nusa Tenggara Barat.

Selain membahas mekanisme pengawasan, pertemuan ini juga menyoroti sejumlah isu strategis yang sedang terjadi di masyarakat. Salah satu poin utama yang dibahas adalah terkait efisiensi anggaran daerah serta fenomena kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang berpotensi terjadi.

Menurut Narapudin, kondisi kelangkaan minyak sangat berpengaruh terhadap roda ekonomi masyarakat. Oleh karena itu, pihaknya menilai pemerintah, baik di tingkat daerah maupun pusat, harus segera mengambil langkah antisipatif.

“Kami melihat kelangkaan minyak ini sangat berpengaruh kepada masyarakat. Pemerintah daerah maupun pusat harus segera bertindak untuk mengantisipasi antrian panjang dan panic buying,” tegasnya.

Lebih lanjut, Narapudin menegaskan bahwa langkah konkret yang akan didorong oleh LSM Maung NTB adalah memastikan stabilitas pasokan dan harga BBM tetap terjaga. Hal ini dianggap krusial demi melindungi daya beli masyarakat, khususnya kalangan bawah dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

“Kami akan mendesak agar pasokan dan harga minyak tetap stabil, terutama demi kepentingan masyarakat bawah dan UMKM,” pungkasnya.

Berita Terkait

Blokir Nomor Wartawan Saat Dikonfirmasi soal Anggaran,Kepala Perpustakaan Lahat Minta Bupati Lahat Copot
Priamanaya Group Salurkan Beasiswa Berprestasi di Ring Satu Perusahaan
‎Temuan Limbah Medis Diduga Dibuang Sembarangan di Sidoarjo, APMP Jatim Desak APH Turun Tangan ‎
Efisiensi: Anggaran Sekwan DPRD Lahat Rp81 Miliar Lebih PUBLIK’Transfaransi Cegah Rawan Korupsi
Petasan Meledak di Halaman Rumah, Warga Karangdadap Pekalongan Dilarikan ke Rumah Sakit
Kapolda NTB Pimpin Upacara Hari Juang Polri, Kenang Proklamasi Polisi 21 Agustus 1945
Masyarakat Petani Jeruklegi Wetan Merasa Terbantu dengan Adanya pembangunan Irpom
Serdik Sespimmen Polri Dikreg ke-67 Gelar Management Training Course di Polres Pekalongan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 15:48

Blokir Nomor Wartawan Saat Dikonfirmasi soal Anggaran,Kepala Perpustakaan Lahat Minta Bupati Lahat Copot

Selasa, 1 September 2026 - 19:15

Priamanaya Group Salurkan Beasiswa Berprestasi di Ring Satu Perusahaan

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 01:06

‎Temuan Limbah Medis Diduga Dibuang Sembarangan di Sidoarjo, APMP Jatim Desak APH Turun Tangan ‎

Kamis, 27 Agustus 2026 - 13:14

Efisiensi: Anggaran Sekwan DPRD Lahat Rp81 Miliar Lebih PUBLIK’Transfaransi Cegah Rawan Korupsi

Selasa, 25 Agustus 2026 - 19:50

Petasan Meledak di Halaman Rumah, Warga Karangdadap Pekalongan Dilarikan ke Rumah Sakit

Berita Terbaru