Kemenag Keerom Tegaskan Tidak Ada ASN Yang Teraviliasi Kelompok Radikal

- Penulis

Rabu, 24 Juli 2024 - 21:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Journal News.id // Menyikapi beredarnya poto seorang ASN Kementerian Agama Kabupaten Keerom Drs. H. Daud M.Si dengan pendiri Pondok Pesantren Ihya As-Sunnah Arso XIV eks panglima laskar jihad Indonesia.

Kepala Kementerian Agama Kabupaten Keerom Yohanis Nahak, S.Ag pada keterangan persnya menyampaikan bahwa tidak benar ASN dilingkungan Kemenag teraviliasi dengan kelompok yang diduga radikal.

Dia mengatakan bahwa H. Daud pada saat itu sedang menjalankan tugasnya sebagai ASN Kemenag dalam rangka melakukan pembinaan kepada sejumlah pondok pesantren yang ada di Kabupaten Keerom.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Semua yang disangkakan kepada H.Daud adalah tidak benar, diduga hal tersebut sengaja digoreng oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab,” ucapnya.

Sementara itu, mantan Kepala Kemenag Keerom masa bakti 2016-2022 Karel F. Mambay mengutarakan bahwa tugas pokok Kementerian agama adalah menjalankan tugas umum pemerintah daerah dalam urusan keagamaan.

“Pendirian pondok pesantren Arso XIV pada tahun 2016 pada saat itu tentunya menjadi bagian pembinaan dari Kemenag Keerom. Nah berkaitan dengan hal itu memang benar saya menugaskan H. Daud guna membantu saya untuk menyampaikan sejumlah informasi terkait telah berdirinya pondok pesantren baru,” bebernya.

Jadi hadirnya H .Daud disana merupakan representatif dari kantor Kemenag selaku ASN yang bertanggung jawab terhadap pembinaan umat dan kerukunan antar umat beragama di Kabupaten Keerom.

“Yang dilakukan H. daud disana adalah sebagai fungsi terselengaranya pendidikan, sehingga pada kesempatan ini disampaikan bahwa tidak benar beliau terafiliasi dengan kelompok yang diduga radikal, sekali lagi ditegaskan bahwa keberadaan beliau disana karena menjalankan tugas negara,” pungkasnya. (@mr)

Berita Terkait

Sulit Ditemui, Pejabat Satpol PP Cianjur Jadi Sorotan, Kusnandar Ali: Jangan Jadikan Rapat Alasan Menghindar
“Cianjur 2029: Bukan Tentang Siapa Pewarisnya, Tetapi Siapa yang Siap Menjadi Perintis Perubahan – Kusnandar Ali”
1 Juni: Saatnya Pancasila Hidup, Bukan Sekadar Diperingati*
Sasar Duafa, PCNU Cianjur Sembelih 1 Sapi dan 7 Domba di Hari Kedua Iduladha
Pelajar di Cikalongkulon Ditemukan Meninggal, Polisi Lakukan Olah TKP
Menuju Cianjur 2029 Anak Desa Perintis Bukan Pewaris
Bidan di Sukaresmi Diduga Buka Praktik Mandiri Tanpa SIPB, Puskesmas: Urgensi Boleh Ditangani, Persalinan Tidak
SMK DZakiyyun Lepas 108 Siswa Angkatan ke-9, 10 Lolos Magang ke Jepang
Berita ini 1 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Selasa, 2 Juni 2026 - 12:53 WIB

Sulit Ditemui, Pejabat Satpol PP Cianjur Jadi Sorotan, Kusnandar Ali: Jangan Jadikan Rapat Alasan Menghindar

Selasa, 2 Juni 2026 - 10:17 WIB

“Cianjur 2029: Bukan Tentang Siapa Pewarisnya, Tetapi Siapa yang Siap Menjadi Perintis Perubahan – Kusnandar Ali”

Senin, 1 Juni 2026 - 11:22 WIB

1 Juni: Saatnya Pancasila Hidup, Bukan Sekadar Diperingati*

Jumat, 29 Mei 2026 - 06:17 WIB

Sasar Duafa, PCNU Cianjur Sembelih 1 Sapi dan 7 Domba di Hari Kedua Iduladha

Minggu, 24 Mei 2026 - 22:23 WIB

Pelajar di Cikalongkulon Ditemukan Meninggal, Polisi Lakukan Olah TKP

Berita Terbaru