Judi Togel Resahkan Warga. Kepala Kampung Yuwanain : “Togel Harus Ditutup !

- Penulis

Selasa, 23 April 2024 - 09:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

 

Journal News.id // Judi togel (toto gelap) di Kabupaten Keerom semakin eksis dan terbuka hingga di pelosok kampung-kampung dan sangat meresahkan masyarakat. Tentunya berbanding terbalik dengan harapan pemerintah daerah dalam melksanakan Perda dan menghasilkan SDM yang berkualitas sebab sangat merusak moral masyarakat.

Ironisnya sejumlah tempat penjualan togel di Kabupaten Keerom berada tepat di jalan utama yang sangat dekat dengan kantor pemerintahan, sekolah, supermarket dan Kantor Kepolisian. Bahkan para penjual kupon dan pembeli tanpa rasa takut dan merasa kebal hukum melakukan aktifitas terselubung di depan umum.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pantauan Media dilapangan di seputaran jalan protokol Arso 2 tampak pembeli kupon togel mulai dari remaja dan dewasa diantaranya masih dalam jam kerja dan berpakaian dinas PNS.

Kepala Kampung Yuwanain Abdul Gofar pada awak media di Arso 2, Senin (22/4/23) membenarkan adanya penjualan togel di wilayahnya.

“Benar sejumlah warga di kampung ini telah melapor, karena tempat penjualan togel itu sangat mengganggu ketertiban warga yang melintas karena tepat di mata jalan utama,” katanya.

Dikatakannya, penjualan togel di wilayah pemerintahannya sangat berimbas terhadap perekonomian masyarakat.

“Sudah sekarang perekonomian susah ditambah adanya togel akhirnya masyarakat semakin susah, memang mereka mencari nafkah tapi kan masih ada cara-cara yang wajar dan normal toh,” ujarnya.

Gofar menegaskan bahwa togel harus ditutup dan berharap pihak berwenang dapat mengambil tindakan tegas terhadap oknum dan kaki tangannya.

Salah satu sumber yang tidak mau disebutkan, mengutarakan bahwa di Kabupaten Keerom terdapat sebanyak 45 titik penjualan togel yang diduga milik warga luar daerah dengan sejumlah kaki tangannya warga Keerom. (Red)

Berita Terkait

Warga Kp. Saparantu Keluhkan Air Sumur Berbau dan Berbusa, Minta Pihak SPPG Kademangan 1 Lakukan Pengerukan
Ruang Publik Depan Istana Cipanas Harus Dibuka Kembali, Tuntutan Dari Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Cianjur
Prof Sutan Nasomal : Presiden RI Harus Sadar Total Hak Hidup Dan Mati “Sedang Di Jadikan Judi Elit Global”
Kemenag Cianjur Ajak Guru PAI “Break The Pattern” Demi Pendidikan Berkualitas
Praperadilan Jadi Senjata Nelayan Kecil: Uji Kepatuhan Prosedural di Tengah Implementasi KUHAP Baru
Respons Cepat Aduan Call Center 110, Polres Pekalongan Tertibkan Kafe yang Putar Musik Hingga Larut Malam
Pria Asal Waled Meninggal Dunia Diduga Tertemper KA Harina, Polisi Ingatkan Bahaya Melintas di Perlintasan Tanpa Palang Pintu
SPPG Bobojong 04 Maksimalkan IPAL: Komitmen Jaga Lingkungan
Berita ini 0 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 21:00 WIB

Warga Kp. Saparantu Keluhkan Air Sumur Berbau dan Berbusa, Minta Pihak SPPG Kademangan 1 Lakukan Pengerukan

Rabu, 10 Juni 2026 - 18:48 WIB

Ruang Publik Depan Istana Cipanas Harus Dibuka Kembali, Tuntutan Dari Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Cianjur

Rabu, 10 Juni 2026 - 17:19 WIB

Prof Sutan Nasomal : Presiden RI Harus Sadar Total Hak Hidup Dan Mati “Sedang Di Jadikan Judi Elit Global”

Rabu, 10 Juni 2026 - 14:46 WIB

Kemenag Cianjur Ajak Guru PAI “Break The Pattern” Demi Pendidikan Berkualitas

Rabu, 10 Juni 2026 - 12:11 WIB

Respons Cepat Aduan Call Center 110, Polres Pekalongan Tertibkan Kafe yang Putar Musik Hingga Larut Malam

Berita Terbaru

Hukum Kriminal

Sidang Ketiga Kasus Labu Viral di Cianjur, Jawaban Jaksa Ditolak Hak

Kamis, 11 Jun 2026 - 08:04 WIB