Debat Cawapres Komentar Pengamat Guru Besar Tidak Perlu Baca Teks

- Penulis

Senin, 22 Januari 2024 - 20:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JOURNAL NEWS | Jerry Massie yang merupakan pengamat politik memberikan komentar hasil debat Pilpres keempat Minggu (21/1/2024). Dari ketiga Calon Wakil Presiden (Cawapres), ia menganggap seharusnya seorang Guru Besar tidak perlu membaca teks gagasan.

Justru, Jerry melihat Calon wakil presiden nomor urut 2, Gibran Rakabuming Raka lebih menguasai debat karena mampu memaparkan visi-misi sekaligus menjawab sejumlah pertanyaan tanpa dibekali teks.

“Masa guru besar kalah dengan orang yang di anggap masih lulusan Diploma saja,” ujarnya Senin, (22/1/2024).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dari situlah, Jerry menilai yang membedakan Gibran dengan Muhaimin Iskandar (Cak Imin) maupun Mahfud MD. Sebab, dua pesaingnya itu terlihat berkali-kali membaca catatan yang dibawa.

Apalagi, dalam sesi tanya jawab secara terbuka. Gibran mampu memberikan pertanyaan yang sulit dijawab oleh pesaingnya. Seperti soal greenflation yang ditanyakan kepada Mahfud dan lithium ferrophosphate kepada Muhaimin.

Bukan itu saja, Jerry juga menganggap inti dari narasi yang disampaikan Muhaimin kurang jelas. Menurutnya, narasi-narasi yang diucapkan Muhaimin cenderung ngambang.

“Cak Imin narasi ngambang,” kata Jerry kepada kantor Journal News dalam rilisannya.

Di luar dari itu, Jerry sangat menyakini bahwa publik pasti dapat menilai mengenai etika antar Cawapres di dalam debat tersebut. Perlu dipahami, katanya, mengenai etika artinya bicara moral dan sikap seseorang.

“Saya kira harus melihat dimana menempatkan istilah etika itu,” tutupnya.

Sebagai informasi, debat keempat tersebut di gelar di Jakarta Convention Center, Senayan, Minggu malam (21/1/2024).

Adapun, tema yang diangkat soal pembangunan berkelanjutan dan lingkungan hidup, sumber daya alam dan energi, pangan, agraria, masyarakat adat, dan desa.

Berita Terkait

“Cianjur 2029: Bukan Tentang Siapa Pewarisnya, Tetapi Siapa yang Siap Menjadi Perintis Perubahan – Kusnandar Ali”
Menuju Cianjur 2029 Anak Desa Perintis Bukan Pewaris
Putra Daerah Siap untuk Masa Depan Perubahan Kabupaten Cianjur, Usung Tagline “ADA KOPI ADA SOLUSI”
Mantan Bupati Cianjur Muncul di Video Gorol, Warganet Ramai Pertanyakan Peran Bupati Saat Ini
Anak Desa Siap Maju 2029, Bawa Semangat “Ada Kopi Ada Solusi” untuk Cianjur Lebih Baik
Diduga Ada Penumpang Gelap di Balik Kebijakan Bupati Cianjur, Pengamat Kusnandar Ali Angkat Bicara
Bea dan Cukai Madura di Duga Melakukan Pembiaran,Beredar Bebas Rokok Merek Rokok Avatar ” MASTERCLASS”Tanpa  Pita Cukai
Reses Anggota DPR RI Komisi IV Fraksi Partai Nasdem di Desa Cirumput Kecamatan Cugenang, Bersama Kelompok Tani Hutan.
Berita ini 3 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Selasa, 2 Juni 2026 - 10:17 WIB

“Cianjur 2029: Bukan Tentang Siapa Pewarisnya, Tetapi Siapa yang Siap Menjadi Perintis Perubahan – Kusnandar Ali”

Jumat, 22 Mei 2026 - 21:45 WIB

Menuju Cianjur 2029 Anak Desa Perintis Bukan Pewaris

Kamis, 21 Mei 2026 - 00:05 WIB

Putra Daerah Siap untuk Masa Depan Perubahan Kabupaten Cianjur, Usung Tagline “ADA KOPI ADA SOLUSI”

Jumat, 15 Mei 2026 - 16:52 WIB

Mantan Bupati Cianjur Muncul di Video Gorol, Warganet Ramai Pertanyakan Peran Bupati Saat Ini

Rabu, 13 Mei 2026 - 22:11 WIB

Anak Desa Siap Maju 2029, Bawa Semangat “Ada Kopi Ada Solusi” untuk Cianjur Lebih Baik

Berita Terbaru