Ragam

Ciptakan Generasi Tangguh,Pelajar di KBB ikut Simulasi Gempa Bumi Sesar Lembang

267
×

Ciptakan Generasi Tangguh,Pelajar di KBB ikut Simulasi Gempa Bumi Sesar Lembang

Sebarkan artikel ini

Bandung Barat, – Ratusan Siswa SDN Merdeka,Desa Gudangkahuripan Kecamatan Lembang,Kabupaten Bandung Barat mengikuti edukasi dan simulasi penyelamatan gempa bumi dari sesar Lembang.


Para Siswa menerima pembelajaran tentang Karakteristik Patahan Lembang dan Potensi Gempa Bumi serta diajarkan serangkaian langkah penyelamatan jika terjadi gempa.
Kegiatan edukasi ini dilaksanakan oleh Relawan Penanggulangan Bencana Lembang (RPBL) bersama Institut Teknologi Bandung (ITB) Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian.Sedikitnya ada 93 Sekolah di Wilayah Kecamatan Lembang masuk Zona Bahaya Sesar Lembang.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten


Selain menyelamatkan individu,para siswa diajarkan juga cara Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K) dan berlindung ditempat aman mengikuti petunjuk jalur evakuasi.


Diketahui,Sesar Lembang memiliki panjang sekitar 29 Kilometer membentang dari Padalarang sampai Jatinangor. Peneliti ITB Mudrik dan Irfan Meliano memprediksi Kekuatan Gempa Bumi Sesar Lembang Mencapai 6 – 7 Magnitudo.


BPBD Kabupaten Bandung Barat mencatat ada 20 Desa di 4 Kecamatan Masuk Zona Bahaya. Dengan estimasi kerugian Bangunan Rusak Mencapai Rp.4 Triliun serta 155.383 lebih Penduduk terpapar bahaya Bencana Gempa Bumi Sesar Lembang.


Dosen Geodesi ITB, Alfita Puspa Handayani mengatakan kegiatan dan simulasi gempa bumi sesar Lembang ini merupakan program Institutional Support System Mengajar Kemanusiaan dari Teknik Geodesi dan Geomatika ITB,Kamis 15 Desember 2022.
Selain masuk Zona Bahaya sesar Lembang, Sekolah jadi sasaran untuk membangunan pemahaman dan kebiasaan sejak dini.


“Kami ingin membangun kurikulum kebencanaan untuk sekolah Dasar. Karena Kami Percaya,Upaya membagunan Resiliensi terhadap bemcana harus dimulai sejak usia anak-anak.” Katanya


“Dengan Kurikulum Kebencanaan yang terintegrasi kedalam kurikulum yang sudah ada,kami berharap pengenalan,pemahaman,kebiasaan,akan terbangun sejak dini untuk masyarakat yang lebih tangguh,” Pungkasnya.

Laporan: Syaeful Irfan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *