BPP Mande Sosialisasikan Cara Pembuatan Bios Saka

Sabtu, 24 Juni 2023

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JOURNAL NEWS | Kepala Koordinator Balai Penyuluh Pertanian ( BPP ) Kecamatan Mande, Rahmat Hidayat melakukan sosialisasi pengaplikasian Bios Saka kepada sejumlah petani yang tergabung dalam kelompok tani (poktan) Mocekil di Kampung Cicadas, Desa Bobojong, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Jumat, (23/6//23).

Penyuluhan terkait dengan pengaplikasian Bios Saka agar para petani dapat menghemat atau mengurangi pupuk kimia yang selama ini digunakan.

Pada kesempatan itu, Rahmat memberikan cara membuat Bios Saka kepada para petani untuk selanjutnya dipraktikan sendiri dan digunakan.

” Biosaka bukanlah pupuk atau pestisida melainkan elisitor yaitu senyawa kimia yang dapat memicu respon fisiologi, morfologi pada tanaman menjadi lebih baik. Bios saka ini sudah terbukti secara nasional dan dipelopori oleh kementrian pertanian, selain banyak segi positifnya juga sangat mudah dibuatnya, jadi kita wajib mensosialisasikannya kepada masyarakat,’ kata Rahmat.

Rahmat menjelaskan, bahwa Biosaka tersebut sudah diterapkan sejak tahun 2020 lalu. Namun baru Viral di tahun ini.

” Penggunaan Bios Saka ini sangat banyak dampak positifnya, dan sudah 3 tahun kebelakang sudah diterapkan namun baru Viral di tahun ini,” jelasnya.

Rahmat juga menyampaikan bahwa untuk membuat Biosaka tersebut sangatlah mudah.

” Kita bisa membuat Bios Saka dengan mudah, cukup mengumpulkan lima jenis tanaman disekitar pesawahan dan meremasnya kedalam air hingga air tersebut berwarna hijau sesuai warna tanaman yang diremas,” ucapnya.

Untuk perbandingannya, lanjut Rahmat, lima jenis tanaman tersebut kita kumpulkan cukup dengan satu kepal atau genggam dan diremas di wadah yang berisikan 5 liter air,” ujarnya.]

Nah! Setelah kita remas selama 15 menit, dan tanaman yang diremas telah menyatu (homogen) dengan air kemudian airnya kita saring dan bisa langsung digunakan, dan untuk penggunaannya, cukup mencapurkan Bios Saka sebanyak 40 mili dengan 15 liter air, kemudian disemprotkan ketanaman, ” terang Rahmat.

Rahmat beeharap dengan adanya kegiatan sosialisasi tersebut dapat membantu masyarakat dibidang pertanian.

” Saya berharap masyarakat dapat mengaplikasiskan Bios saka tersebut, kareana Semakin banyak orang menerapkan inovasi biosaka maka akan semakin terlihat dampak positifnya, ” harapnya

Berita Terkait

Lokakarya Gekbrong Soroti Aksi Nyata Mahasiswa KKN Unsurya
Tantan Sulton Terpilih Sebagai Ketua PWI Jawa Barat.
Diduga Harga Rak Berbeda dengan Kasir di Alfamidi Cipanas, Konsumen Minta Disdag Cianjur Turun Tangan
Bupati Cianjur Resmikan Kantor Baru Dinkes, Minta Kepala Puskesmas Tingkatkan Pelayanan Kesehatan
KEPALA DESA GANTI DILAPORKAN KE POLISI TERKAIT PENGRUSAKAN DAN PEMBAKARAN PAGAR PEKARANGAN WARGA
KS LAW FIRM Resmi Buka Layanan Bantuan Hukum untuk Warga Cianjur
PWI Pusat Tetapkan Reaktivasi Keanggotaan hingga Akhir 2026.
KS LAW FIRM & PARTNER Buka Layanan Bantuan Hukum Pidana dan Perdata, Konsultasi Gratis via WhatsApp

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 14 Agustus 2026 - 08:15

Lokakarya Gekbrong Soroti Aksi Nyata Mahasiswa KKN Unsurya

Kamis, 13 Agustus 2026 - 12:41

Tantan Sulton Terpilih Sebagai Ketua PWI Jawa Barat.

Sabtu, 25 Juli 2026 - 02:39

Diduga Harga Rak Berbeda dengan Kasir di Alfamidi Cipanas, Konsumen Minta Disdag Cianjur Turun Tangan

Jumat, 17 Juli 2026 - 07:43

Bupati Cianjur Resmikan Kantor Baru Dinkes, Minta Kepala Puskesmas Tingkatkan Pelayanan Kesehatan

Kamis, 16 Juli 2026 - 12:59

KEPALA DESA GANTI DILAPORKAN KE POLISI TERKAIT PENGRUSAKAN DAN PEMBAKARAN PAGAR PEKARANGAN WARGA

Berita Terbaru