Selalu Mengatasnamakan Rakyat Kecil, Mafia Tanah Serobot Lahan PT PMP di Cianjur

- Penulis

Sabtu, 18 November 2023 - 18:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JOURNAL NEWS | Oknum mafia tanah semakin marak mengatasnamakan masyarakat kecil untuk mengokunpasi tanah milik perusahaan sampai berani melawan hukum.

Karena ulah mafia tanah akibatya bisa menghambat proses penataan, pemanfaatan dan pengunaan aset perusahaan dengan menggunakan masyarakat kecil untuk mendapatkan bagian tanah sebagai penggarap, bahkan bukan sebagai pemilik tanah.

Kejadian tersebut menimpa PT Maskapai Perkebunan Moelia (MPM) yang berlokasi di Cianjur Jawa Barat. Pemilik perkebunan sebelumnya telah mengakuisisi saham dari pemilik sebelumnya saat ini sedang melalukan kegiatan penataan, pemanfaatan dan penguasaan aset perkebunan , dengan menggunakan cara cara yang humanis bahkan sampai jalan penegakan hukum ( meminta perlindungan hukum) kepada pihak terkait.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kuasa hukum PT MPM Aris Fadhilah mengungkapkan,” pihaknya tidak segan – segan membawa ke jalur hukum untuk menindak tegas yang dilakukan para mafia tanah tersebut.

“Mafia tanah tersebut menyerobot tanah dengan cara merusak tanaman teh yang produktif, kemudian selanjutnya dikuasai untuk diperjual belikan, ulah tersebut membuat PT MPM geram dan tidak mentolelir prilaku para oknum tersebut, dengan melaporkan kepada pihak kepolisian setempat yang berada di wilayah hukum Jawa Barat,”ujarnya.Sabtu (18/11/2023).

Aris mengatakan tidak ada permasalahan antara PT MPM dengan petani setempat bahkan berhubungan baik dan sering menjalin kerjasama

“Hubungan MPM Cianjur dengan petani asli setempat seperti daerah tidak dipisahkan dan berkesinambungan seperti didaerah desa batulawang, cibadak dan sukanagalih, hal etrsebut merupakan salah satu cara untuk menjalankan program reforma agraria sebagaimana yang diamanatkan oleh undang-undang,”ungkap Aris.

Tokoh masyarakat Desa Cibadak Habib Abdul Karim Al Muhtar mengungkapkan, oknum yang merusak lahan PTM MPM bukanlah warga Batulawang, namun segerombolan orang yang mecatut mengatasnamakan Forum Komunikasi Petani Desa Batu Lawang.

“Orang-orang itu bukan wakil dari masyarakat Batulawang Cipanas, Desa Cibadak Kecamatan Sukaresmi dan Desa Sukanagalih Kecamatan Pacet,” kataya.

Konflik mafia tanah dan PT MPM sudah terjadi dari tahun 2016, dimulai oknum mengatasnaman Forum Petani Batulawang dengan menebang pohon milik PT MPM dengan dalih untuk ditanami oleh masyarakat agar kemudian tidak terlantar. namun bukanya ditanami warga setempat tetapi malah diperjual belikan bahkan warga setempat hanya diatasnamakan.

Mafia tanahpun buat ulah lagi dengan masih cara yang sama menggunakan tameng masyarakat hingga perempuan untuk mencapai tujuannya, hal tersebut membuat perempuan yang bernama Siswati dilaporkan oleh pihak PT MPM kepada Polda Jabar karena di duga melakukan perusakan aset, pada bulan maret 2023.

Laporan tersebut langsung ditangani Polda Jabar dan sudah ditetapkan sebagai tersangka dengan proses kehati – hatian dalam menangani kasus tersebut.

Berita Terkait

Sulit Ditemui, Pejabat Satpol PP Cianjur Jadi Sorotan, Kusnandar Ali: Jangan Jadikan Rapat Alasan Menghindar
“Cianjur 2029: Bukan Tentang Siapa Pewarisnya, Tetapi Siapa yang Siap Menjadi Perintis Perubahan – Kusnandar Ali”
1 Juni: Saatnya Pancasila Hidup, Bukan Sekadar Diperingati*
Sasar Duafa, PCNU Cianjur Sembelih 1 Sapi dan 7 Domba di Hari Kedua Iduladha
Pelajar di Cikalongkulon Ditemukan Meninggal, Polisi Lakukan Olah TKP
Menuju Cianjur 2029 Anak Desa Perintis Bukan Pewaris
Bidan di Sukaresmi Diduga Buka Praktik Mandiri Tanpa SIPB, Puskesmas: Urgensi Boleh Ditangani, Persalinan Tidak
SMK DZakiyyun Lepas 108 Siswa Angkatan ke-9, 10 Lolos Magang ke Jepang
Berita ini 2 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Selasa, 2 Juni 2026 - 12:53 WIB

Sulit Ditemui, Pejabat Satpol PP Cianjur Jadi Sorotan, Kusnandar Ali: Jangan Jadikan Rapat Alasan Menghindar

Selasa, 2 Juni 2026 - 10:17 WIB

“Cianjur 2029: Bukan Tentang Siapa Pewarisnya, Tetapi Siapa yang Siap Menjadi Perintis Perubahan – Kusnandar Ali”

Senin, 1 Juni 2026 - 11:22 WIB

1 Juni: Saatnya Pancasila Hidup, Bukan Sekadar Diperingati*

Jumat, 29 Mei 2026 - 06:17 WIB

Sasar Duafa, PCNU Cianjur Sembelih 1 Sapi dan 7 Domba di Hari Kedua Iduladha

Minggu, 24 Mei 2026 - 22:23 WIB

Pelajar di Cikalongkulon Ditemukan Meninggal, Polisi Lakukan Olah TKP

Berita Terbaru