CIANJUR — Seorang penambang batu, Mumuh 65, tewas di lokasi galian C Desa Mekarsari, Kecamatan Cikalongkulon, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Korban tertimpa batu besar hingga mengalami luka parah di bagian perut, Minggu 31/5/2026 sekitar pukul 08.00 WIB.
Peristiwa terjadi saat Mumuh bersama tiga penambang lain beraktivitas di lokasi. Sekitar pukul 07.30 WIB, batu besar jatuh dari tebing galian. Rekan korban selamat, sementara Mumuh tertimpa tepat di bagian perut hingga usus terburai, kata seorang warga yang meminta namanya tidak disebutkan.
Evakuasi dilakukan warga menggunakan peralatan seadanya. “Yang ada di lokasi hanya penambang manual dengan linggis dan palu. Batu yang menimpa korban bukan batu kecil, bobotnya sangat berat,” ujarnya.
Warga menyebut galian tersebut sudah beroperasi beberapa tahun. Sempat ditutup dan tidak ada alat berat, namun aktivitas manual tetap berjalan. “Kejadian seperti ini bukan pertama kali. Yang paling parah kemarin, korban sampai usus terburai,” katanya.
Ia meminta pemerintah dan aparat tegas menutup tambang bila tidak berizin. “Lokasinya sangat rawan. Tidak ada alat keselamatan. Jangan sampai ada korban lagi. Warga tidak mungkin berani menambang kalau tidak ada izin dari pengelola,” tegasnya.
Anak korban, Isan, membenarkan ayahnya tewas saat menambang. “Saya hanya bisa pasrah melihat kondisi tubuh orang tua saya hancur. Kami menolak autopsi karena ini murni kecelakaan, bukan pembunuhan,” kata Isan, Senin 1/6/2026.
Isan mengaku keluarga tidak mempermasalahkan pengelola. Pengelola galian C, Herman alias Bogel, memberikan bantuan Rp10 juta untuk pemulasaraan jenazah. “Saya terima takdir. Ini bukan pembunuhan, melainkan takdir yang tidak bisa dipungkiri,” katanya.
Poldes Desa Mekarsari membenarkan kejadian tersebut. Ia mengaku sudah meminta pengelola Herman untuk selalu berkoordinasi setiap ada aktivitas. “Dua tahun lalu pernah juga operator beko tertimpa batu dan dibawa ke RSUD Cianjur, tapi tidak meninggal. Saya harap ada koordinasi dulu kalau mau menambang. Kalau tidak berizin, kasihan korbannya,” ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, pengelola tambang Herman alias Bogel belum berhasil ditemui. Saat wartawan mendatangi galian C, yang bersangkutan tidak ada di tempat.











