Mengenang R.A. Kartini , *Habis Gelap Terbit lah Terang*

Senin, 20 April 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

 

Cilacap – Juornal News , Raden Ajeng Kartini, atau lebih dikenal sebagai R.A. Kartini, adalah tokoh pejuang emansipasi wanita dan pahlawan nasional Indonesia. Berikut adalah sejarah hidupnya secara singkat:

*Latar Belakang Kelahiran dan Keluarga*

Lahir: 21 April 1879 di Jepara, Jawa Tengah.
Keluarga: Ia berasal dari keluarga bangsawan Jawa. Ayahnya bernama Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat, yang merupakan Bupati Jepara, sedangkan ibunya bernama Mas Ajeng Ngasirah.

*Masa Pendidikan*

Kartini berkesempatan menempuh pendidikan di Europese Lagere School (ELS) hingga usia 12 tahun. Di sana, ia belajar bahasa Belanda dan mengenal pemikiran-pemikiran barat yang modern.
Namun, karena adat istiadat yang berlaku saat itu, ia tidak diperbolehkan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dan harus menjalani masa pingitan, yaitu masa di mana perempuan tidak boleh keluar rumah sebelum menikah.

*Perjuangan Melalui Tulisan dan Korespondensi*

Meskipun terkurung di dalam rumah, Kartini tidak berhenti belajar. Ia banyak membaca buku, surat kabar, dan majalah berbahasa Belanda, serta melakukan korespondensi dengan teman-temannya di Eropa.
Surat-suratnya berisi gagasan-gagasan tentang pentingnya pendidikan bagi perempuan, kritik terhadap ketidakadilan gender, dan harapan akan kesetaraan antara laki-laki dan perempuan. Surat-surat ini kemudian dikumpulkan dan diterbitkan menjadi buku berjudul “*Habis Gelap Terbitlah Terang*”.

*Kehidupan Pernikahan dan Kegiatan Sosial*

Pada tahun 1903, Kartini menikah dengan K.R.M. Adipati Ario Singgih Djojo Adhiningrat, Bupati Rembang yang memiliki pandangan progresif. Setelah menikah, gelarnya berubah menjadi Raden Ayu.
Suaminya mendukung cita-citanya untuk memajukan pendidikan perempuan. Bersama suaminya, Kartini mendirikan sekolah bagi perempuan di Rembang.

*Wafat dan Penghormatan*

Sayangnya, perjuangan Kartini harus terhenti karena ia meninggal dunia pada usia yang sangat muda, yaitu 25 tahun, pada tanggal 17 September 1904 di Rembang, tidak lama setelah melahirkan anak pertamanya.

Untuk menghormati jasa-jasanya, tanggal lahirnya, 21 April, ditetapkan sebagai Hari Kartini. Selain di itu, melalui Keputusan Presiden No. 108 Tahun 1964, Kartini juga diangkat sebagai Pahlawan Kemerdekaan Nasional.( SW )

Berita Terkait

Penjualan Miras terbesar di Wilayah Kapetakan Cirebon Bebas,Kinerja APH dipertaruhkan
Anggaran Satpol PP Lahat 2025 Miliaran Jadi Sorotan Aktivis
Blokir Nomor Wartawan Saat Dikonfirmasi soal Anggaran,Kepala Perpustakaan Lahat Minta Bupati Lahat Copot
Priamanaya Group Salurkan Beasiswa Berprestasi di Ring Satu Perusahaan
‎Temuan Limbah Medis Diduga Dibuang Sembarangan di Sidoarjo, APMP Jatim Desak APH Turun Tangan ‎
Efisiensi: Anggaran Sekwan DPRD Lahat Rp81 Miliar Lebih PUBLIK’Transfaransi Cegah Rawan Korupsi
Petasan Meledak di Halaman Rumah, Warga Karangdadap Pekalongan Dilarikan ke Rumah Sakit
Kapolda NTB Pimpin Upacara Hari Juang Polri, Kenang Proklamasi Polisi 21 Agustus 1945

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 09:20

Penjualan Miras terbesar di Wilayah Kapetakan Cirebon Bebas,Kinerja APH dipertaruhkan

Minggu, 6 September 2026 - 19:54

Anggaran Satpol PP Lahat 2025 Miliaran Jadi Sorotan Aktivis

Rabu, 2 September 2026 - 15:48

Blokir Nomor Wartawan Saat Dikonfirmasi soal Anggaran,Kepala Perpustakaan Lahat Minta Bupati Lahat Copot

Selasa, 1 September 2026 - 19:15

Priamanaya Group Salurkan Beasiswa Berprestasi di Ring Satu Perusahaan

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 01:06

‎Temuan Limbah Medis Diduga Dibuang Sembarangan di Sidoarjo, APMP Jatim Desak APH Turun Tangan ‎

Berita Terbaru