Tingkatkan Kemampuan Membaca, Pemkab Cirebon dan INOVASI Gelar Lokakarya untuk Guru SD

Jumat, 13 Februari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

 

Journal news. id. KABUPATEN CIREBON — Pemerintah Kabupaten Cirebon melalui Dinas Pendidikan bersama INOVASI kembali menegaskan komitmennya dalam meningkatkan literasi dasar dengan menyelenggarakan Lokakarya Praktik Perencanaan Pembelajaran Berdiferensiasi dan Teaching at the Right Level (TaRL) untuk Kemampuan Membaca bagi guru Sekolah Dasar. Kegiatan ini dilaksanakan di Hotel Batiqa Cirebon, Kamis (12/2/2026).

Lokakarya diikuti oleh 24 peserta yang terdiri dari perwakilan guru kelas 1, 2, dan 3 serta Ketua Kelompok Kerja Guru (KKG) dari enam kecamatan, yakni Astanajapura, Gegesik, Losari, Pabedilan, Panguragan, dan Mundu.

Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh hasil asesmen kemampuan membaca siswa di enam kecamatan tersebut yang menunjukkan adanya variasi tingkat kemampuan dalam satu kelas, mulai dari level pengenalan huruf, suku kata, kata, paragraf, hingga cerita.

Kondisi ini menuntut guru untuk mampu merancang pembelajaran yang adaptif dan responsif terhadap kebutuhan belajar setiap siswa.

Melalui pendekatan Pembelajaran Berdiferensiasi, guru didorong untuk menyesuaikan strategi, proses, serta asesmen pembelajaran berdasarkan karakteristik dan tingkat kemampuan siswa.

Peserta juga diperkenalkan dengan pendekatan Teaching at the Right Level (TaRL), yaitu strategi intervensi pembelajaran membaca yang disesuaikan dengan tingkat kemampuan aktual siswa, termasuk pemberian dukungan tambahan di luar jam pembelajaran reguler.

Koordinator Pengawas Sekolah Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon, Nano Sutarno, menegaskan pentingnya kolaborasi tersebut dalam memperkuat kapasitas guru.

“Dinas Pendidikan memandang kemitraan bersama INOVASI ini sebagai langkah krusial dalam meningkatkan kompetensi guru sekaligus menguatkan ekosistem pendidikan di Kabupaten Cirebon,” ujar Nano.

Ia berharap para peserta dapat menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh secara konsisten di sekolah masing-masing untuk meningkatkan kemampuan membaca siswa kelas awal.

Selain itu, peserta juga diharapkan menjadi agen perubahan dengan mendiseminasikan praktik baik kepada rekan sejawat di tingkat sekolah maupun kecamatan.

Lokakarya dirancang secara aplikatif dan berbasis praktik. Peserta melakukan analisis dan revisi RPP, menyusun skenario pembelajaran yang berfokus pada peningkatan kemampuan membaca, hingga melakukan simulasi peer teaching.

Pada sesi penguatan, fasilitator memperkenalkan strategi TaRL berdasarkan level membaca siswa yang dipadukan dengan pemanfaatan Alat Peraga Edukatif (APE) hasil pengembangan masing-masing KKG dari pelatihan sebelumnya.

Karno, guru SD Negeri 2 Panggangsari, Kecamatan Losari, menyampaikan harapannya agar pelatihan ini memberikan dampak nyata di sekolah.

“Harapannya ke depan, pelatihan atau workshop seperti ini dapat terus dilakukan untuk meningkatkan kompetensi guru, khususnya dalam membekali kapasitas guru meningkatkan kemampuan membaca murid,” ujarnya.

Sebagai tindak lanjut, setiap KKG menyusun Rencana Tindak Lanjut (RTL) untuk mendiseminasikan praktik baik di tingkat kecamatan serta menyusun mekanisme pencatatan peningkatan kemampuan membaca siswa secara berkala.

Langkah ini diharapkan dapat memastikan pendampingan belajar dilakukan secara berkelanjutan.

Melalui lokakarya ini, Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon dan INOVASI berharap para guru semakin percaya diri dan terampil dalam meningkatkan keterampilan dasar membaca siswa.

Upaya ini menjadi bagian dari penguatan ekosistem pendidikan di bidang literasi, agar setiap anak memperoleh kesempatan belajar sesuai dengan kebutuhan dan tingkat kemampuannya.

Sana

Berita Terkait

Wujud Kepedulian Sosial, Sat Lantas Polres Kuningan Gelar “Jumat Berkah” Berbagi Makanan Gratis untuk Masyarakat
Kakek 82 Tahun di Pekalongan Ditemukan Meninggal di Kebun Singkong Usai 2 Hari Hilang
Penjualan Miras terbesar di Wilayah Kapetakan Cirebon Bebas,Kinerja APH dipertaruhkan
Anggaran Satpol PP Lahat 2025 Miliaran Jadi Sorotan Aktivis
Blokir Nomor Wartawan Saat Dikonfirmasi soal Anggaran,Kepala Perpustakaan Lahat Minta Bupati Lahat Copot
Priamanaya Group Salurkan Beasiswa Berprestasi di Ring Satu Perusahaan
‎Temuan Limbah Medis Diduga Dibuang Sembarangan di Sidoarjo, APMP Jatim Desak APH Turun Tangan ‎
Efisiensi: Anggaran Sekwan DPRD Lahat Rp81 Miliar Lebih PUBLIK’Transfaransi Cegah Rawan Korupsi

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 21:56

Wujud Kepedulian Sosial, Sat Lantas Polres Kuningan Gelar “Jumat Berkah” Berbagi Makanan Gratis untuk Masyarakat

Senin, 28 September 2026 - 09:33

Kakek 82 Tahun di Pekalongan Ditemukan Meninggal di Kebun Singkong Usai 2 Hari Hilang

Rabu, 9 September 2026 - 09:20

Penjualan Miras terbesar di Wilayah Kapetakan Cirebon Bebas,Kinerja APH dipertaruhkan

Minggu, 6 September 2026 - 19:54

Anggaran Satpol PP Lahat 2025 Miliaran Jadi Sorotan Aktivis

Rabu, 2 September 2026 - 15:48

Blokir Nomor Wartawan Saat Dikonfirmasi soal Anggaran,Kepala Perpustakaan Lahat Minta Bupati Lahat Copot

Berita Terbaru