CIANJUR — Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian (Diskominfo) Kabupaten Cianjur kembali menghadirkan gebrakan digital. Melalui Bidang Statistik, Diskominfo meluncurkan WASPADA — _Whatsapp Sistem Pemantauan dan Pembaruan Data_ — untuk memperkuat tata kelola SPBE dan mendukung Satu Data Indonesia.
Inovasi ini lahir untuk menjawab masalah klasik: keterlambatan pembaruan data sektoral oleh OPD. Sebelumnya, penagihan data masih manual. Akibatnya, operator sering kewalahan karena menumpuknya tugas.
*Otomatis 24/7, Langsung Ingatkan via WhatsApp*
Kepala Bidang Statistik Diskominfo Cianjur, Dewi Pudjiati, S.Ip., M.M, menjelaskan WASPADA dirancang agar data sektoral selalu mutakhir dan bisa dipertanggungjawabkan.
“Sistem ini bekerja secara otomatis 24/7 tanpa mengganggu infrastruktur utama. Setiap hari pukul 00.02 WIB, sistem melakukan _crawling_ data. Jika terdapat keterlambatan pengunggahan dataset, tepat pukul 08.00 WIB sistem langsung mengirimkan notifikasi pengingat via WhatsApp kepada petugas operator OPD terkait,” jelasnya, Selasa, (21/7/26).
“Sebagai pengarah, kami melihat inovasi WASPADA berhasil mentransformasi pola koordinasi penagihan data sektoral menjadi jauh lebih terstruktur dan efisien. Kehadiran sistem otomatis ini sangat membantu Bidang Statistik dalam memantau kepatuhan puluhan OPD secara _real-time_ tanpa menguras energi operasional secara manual,” tambahnya.
Dibangun Mandiri, Hemat Anggaran
Inovasi ini digagas oleh Agung Cahya Gumilar, S.Kom. Sistemnya berdiri sendiri _(standalone)_ dan 100% berbasis _open source_ tanpa biaya lisensi.
Komponen utamanya:
– Express JS untuk _crawling_ data dan kirim pesan otomatis
– PostgreSQL sebagai basis data
– Integrasi whatsapp-web.js untuk pengiriman notifikasi gratis
“Inovasi ini mengoptimalkan infrastruktur DPA eksisting pada Bidang Statistik tanpa menarik anggaran tambahan untuk lisensi perangkat lunak pihak ketiga. Selain hemat anggaran, untuk menjaga stabilitas server dan menghindari pembatasan akses, penarikan data dilakukan dengan metode _batching_ secara halus. Dampak keberhasilannya sangat signifikan, kepatuhan pembaruan data sektoral yang awalnya berada di angka 90,15% pada Juni 2025 melesat tajam hingga menyentuh 98,8% pada
Mei 2026. Bahkan sistem mampu mengelola lonjakan target dari 812 dataset menjadi 933 dataset sektoral di tahun 2026 tanpa kendala teknis,” paparnya.
Dirasakan Langsung Operator OPD
Manfaat WASPADA juga dirasakan operator di lapangan.
Samsul Ahmad Pajar, S.Kom, Operator Data Bapenda Cianjur, menyebut pengingat WhatsApp sangat membantu:
“Di Bapenda, rilis data sektoral tahun 2026 ini dipublikasikan per triwulan. Karena rentang waktunya lumayan panjang, sering kali jadwal input terlewat karena tertimbun rutinitas lain. Adanya WA Reminder dari WASPADA sangat membantu mengingatkan kami tepat waktu sebelum tenggat,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Ridiyawati Sumarna, S.E, Operator Data Dinas Pangan:
“Dinas Pangan memiliki beberapa dataset sektoral yang frekuensi rilis datanya rutin setiap bulan. Pengingat otomatis via WhatsApp ini membuat kami selalu _aware_ dan tidak lagi terlambat memperbarui data bulanan. Prosesnya jadi jauh lebih responsif,” tuturnya.
Menuju 100% Kepatuhan
Per 1 Juni 2026, WASPADA dilengkapi fitur baru: Executive Dashboard Monitoring & Leaderboard Kepatuhan. Fitur ini menampilkan peringkat kepatuhan seluruh OPD secara _real-time_, sehingga pimpinan daerah bisa langsung mengevaluasi kinerja keterbukaan data menuju target 100%.
Penulis : Andri.S
Editor : SLS













Komentar