SURABAYA — Bertepatan Hari Sumpah Pemuda, puluhan massa Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Peduli Jawa Timur (APMP JATIM) menggelar Aksi Demonstrasi Jilid 5 di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya. Mereka menuntut penuntasan berbagai dugaan skandal korupsi di lingkungan Pemprov Jawa Timur.
Direktur APMP JATIM, Acek Kusuma, menegaskan:
”Grahadi tercoreng borok sistemik. Jawa Timur bukan kerajaan korupsi. Dana hibah fiktif dan temuan BPK harus diusut tuntas tanpa pandang bulu!”
Skandal yang Disorot:
· Bank Jatim: Sprinlidik korupsi Rp596 Miliar + kredit fiktif Cabang Jakarta Rp569 Miliar
· Dana Hibah & Pungli: Hibah Pokir DPRD yang disidik KPK + pungli Dinas ESDM
· Temuan BPK TA 2025: Poliklinik RSUD Dungus tanpa denda, kelebihan bayar proyek miliaran rupiah, penyimpangan hibah KONI Jatim Rp5,45 Miliar, mark-up DAK Sekolah Swasta Rp1,05 Miliar, pemborosan sewa komputer DPRD Rp849 Juta, SMA Double Track ITS Rp10,39 Miliar
· LPJ Mangkrak: 14 lembaga hibah tak pertanggungjawabkan Rp11,55 Miliar
Enam Tuntutan Utama massa aksi APMP:
1. Kawal total kasus Bank Jatim dan seret aktor intelektual
2. Usut tuntas hibah Pokir DPRD dan pungli Dinas ESDM
3. Audit total dana hibah era Khofifah, proses hukum yang mangkir LPJ
4. Kembalikan kerugian negara dari proyek bermasalah
5. Evaluasi pemborosan sewa komputer DPRD dan SMA Double Track
6. Periksa Gubernur Khofifah atas dugaan kelalaian struktural dan pembiaran korupsi
APMP Jatim memperingatkan: jika penegak hukum lamban, gelombang aksi berikutnya akan lebih besar.(ahd)













Komentar