Ratusan Pelajar Alami Keracunan Diduga Usai Santap MBG di Cikalongkulon

Rabu, 28 Januari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan gambar : Camat Cikalongkulon, Iyus Yusuf saat memberikan keterangan pers mengenai korban dugaan keracunan MBG

Cianjur || Diduga usai menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG) ratusan warga Kecamatan Cikalongkulon, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat mengalami keracunan hingga harus mendapatkan penanganan medis, Selasa, (27/1/26).

Ratusan warga yang terdiri dari balita hingga lansia itu kini tengah menjalani penaganan di Puskesmas Cijagang dan Puskesmas Cikalongkulon.

Selain menjalani penanganan medis di dua puskesmas setempat 4 orang diantaranya harus dilarikan ke Rumah Sakit.

Menurut Camat Cikalongkulon, Iyus Yusup mengatakan bahwa pada pukul 19.00 WIB terdata ada 176 orang yang mengalami dugaan keracunan usai menyantap hidangan MBG tersebut.

” Berdasarkan dari MBG yang dimagsud ada 36 sekolah. Namun yang masuk p7skesmas ini hanya 6 sekolah, yaitu dari PAUD, SD dan MTs,” katanya.

Iyus memaparkan jika korban mulai merasakan gejala keracunan dan masuk ke Puskesmas sekitar pukul 14.00 WIB.

” Yang dirasakan para korban itu mual, pusimg dan muntah dan dehidrasi karena banyak muntah,” terangnya.

Sementara itu, selang beberapa jam kemudian jumlah korban dugaan keracunan usai menyantap MBG itu terus bertambah, menjadi 204 orang.

Jumlah itu diungkapkan Bupati Cianjur usai mengunjungi korban di Puskesmas Cijagang.

” Keterangan dari Bapak Camat ada 204 dan kondisinya saat ini sudah berangsur angsur membaik,” kata Bupati Cianjur dr. M. Wahyu Ferdian.

Bupati juga mengungkapkan jika keracunan bukan hanya di Kecamatan Cikalongkulon saja. Namun juga terjadi di Kecamatan Kadupandak dan Kecamatan Sukanagara.

” Untuk kadupandak ada 12 dan Sukanagara ada dua orang, ” tambahnya.

Sementara, bilamana terbukti untuk sanksi yang akan diberikan kepada SPPG, Bupati masih menunggu hasil uji lab semple muntahan dari korban.

” Tentunya kita harus bertindak berdasarkan fakta dan data. Jadi kita masih menunggu hasil Labolaturium yang ada dan akan ditindaklanjuti berdasarkan hasil tersebut, ” tandasnya.

Berita Terkait

Diskominfo Kabupaten Cirebon Perkuat Tata Kelola Data Desa di Kecamatan Kedawung
Pemkab Bogor Antisipasi Kekeringan, Perkuat Kesiapsiagaan Sebelum Darurat.
Polisi Kawal Mediasi Warga dan PT Arunika, Sejumlah Tuntutan Masih Dibahas
PROYEK RS MITRA SIAGA BALAPULANG DIHENTIKAN SEMENTARA, REE’ GERHANA INDONESIA: “DLH SUDAH BUKA KARTU, SEKARANG PUBLIK MENUNGGU PENJELASAN DPMPTSP”
Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Bogor, Bupati Bogor Dorong Anggaran 2027 Fokus Pertumbuhan Ekonomi Dan Pemerataan Pembangunan.
DKPP Kabupaten Cirebon Dorong Konsumsi Ikan Lewat Bazar dan Gemarikan
TMMD Sengkuyung Tahap III 2026 Resmi Dibuka, Sinergi TNI-Polri dan Pemda Percepat Pembangunan Desa di Wonopringgo
KS LAW FIRM Resmi Buka Layanan Bantuan Hukum untuk Warga Cianjur

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 22:39

Diskominfo Kabupaten Cirebon Perkuat Tata Kelola Data Desa di Kecamatan Kedawung

Selasa, 21 Juli 2026 - 17:22

Pemkab Bogor Antisipasi Kekeringan, Perkuat Kesiapsiagaan Sebelum Darurat.

Senin, 20 Juli 2026 - 13:52

Polisi Kawal Mediasi Warga dan PT Arunika, Sejumlah Tuntutan Masih Dibahas

Sabtu, 18 Juli 2026 - 09:19

PROYEK RS MITRA SIAGA BALAPULANG DIHENTIKAN SEMENTARA, REE’ GERHANA INDONESIA: “DLH SUDAH BUKA KARTU, SEKARANG PUBLIK MENUNGGU PENJELASAN DPMPTSP”

Jumat, 17 Juli 2026 - 22:49

Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Bogor, Bupati Bogor Dorong Anggaran 2027 Fokus Pertumbuhan Ekonomi Dan Pemerataan Pembangunan.

Berita Terbaru