Prof Dr Sutan Nasomal Stop Program MBG Oleh Presiden RI Sambil Evaluasi Segala Sesuatu Bila Diteruskan “Hentikan Ada Korban”

Kamis, 16 Oktober 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

 

Jakarta, Selamatkan Anak Bangsa yang diprogram MBG menjadi korban keracunan bahkan mengancam kematian yang bukan tujuan dari kegiatan program Nasional yang tujuannya untuk memberikan asupan gini dalam program MBG malah sebaiknya banyak terjadi berbagai kasus di seluruh daerah Indonesia yang menjadi sasaran MBG mrnjadi korban keracunan bahkan menjadi ancaman maut bila terlambat memperoleh pertolonga medis. Presiden Prabowo Subianto sebaiknya stop MBG sambil mengevaluasi segala sesuatu mencari solusi kedepan tidak terjadi korban kalau MBG diteruskan”, ujar nya

Prof Sutan Nasomal Sangat Prihatin Keracunan MGB Siswapun Takut Keracunan Di Semua Daerah

Kembali terjadi keracunam Makanan Bergizi Gratis (MBG) di sumut di SMP N 1 Laguboti Toba Sumut dengan korban 52 Siswa

Selanjutnya kecemasan juga di alami banyak orang tua karena korban keracunan semakin banyak di beberapa daerah. Maka keberatan para orang tua agar siswa untuk tidak memakan MBG dari program perbaikan gizi.

Prof DR KH Sutan Nasomal SH,MH meminta di stop program MBG karena cukup banyak korban.

Harus ada ketegasan dari pihak Polri untuk menangkap para pelaksana MBG (dapur yang memasak) bila terjadi keracunan. Proses hukum harus ditegakkan.

Alihkan program MBG kepada Program yang sangat penting. Contoh Pemulihan desa miskin menjadi desa maju. Desa sulit air rawan kekeringan dibantu agar bisa memiliki sumber air untuk Masyarakat dan pertanian. Menciptakan Transmigrasi dll

Prof DR KH Sutan Nasomal SH,MH melihat ada kelemahan dari MBG karena pengawasan dan pakar ahli gizi tidak terjun langsung.

Siapapun yang memasak bila terjadi keracunan harus di tangkap dan proses hukum

Narasumber : Prof DR KH Sutan Nasomal

Berita Terkait

Penjualan Miras terbesar di Wilayah Kapetakan Cirebon Bebas,Kinerja APH dipertaruhkan
Anggaran Satpol PP Lahat 2025 Miliaran Jadi Sorotan Aktivis
Blokir Nomor Wartawan Saat Dikonfirmasi soal Anggaran,Kepala Perpustakaan Lahat Minta Bupati Lahat Copot
Priamanaya Group Salurkan Beasiswa Berprestasi di Ring Satu Perusahaan
‎Temuan Limbah Medis Diduga Dibuang Sembarangan di Sidoarjo, APMP Jatim Desak APH Turun Tangan ‎
Efisiensi: Anggaran Sekwan DPRD Lahat Rp81 Miliar Lebih PUBLIK’Transfaransi Cegah Rawan Korupsi
Petasan Meledak di Halaman Rumah, Warga Karangdadap Pekalongan Dilarikan ke Rumah Sakit
Kapolda NTB Pimpin Upacara Hari Juang Polri, Kenang Proklamasi Polisi 21 Agustus 1945
Tag :

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 09:20

Penjualan Miras terbesar di Wilayah Kapetakan Cirebon Bebas,Kinerja APH dipertaruhkan

Minggu, 6 September 2026 - 19:54

Anggaran Satpol PP Lahat 2025 Miliaran Jadi Sorotan Aktivis

Rabu, 2 September 2026 - 15:48

Blokir Nomor Wartawan Saat Dikonfirmasi soal Anggaran,Kepala Perpustakaan Lahat Minta Bupati Lahat Copot

Selasa, 1 September 2026 - 19:15

Priamanaya Group Salurkan Beasiswa Berprestasi di Ring Satu Perusahaan

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 01:06

‎Temuan Limbah Medis Diduga Dibuang Sembarangan di Sidoarjo, APMP Jatim Desak APH Turun Tangan ‎

Berita Terbaru