Polres Pekalongan Rilis Hasil Operasi Pekat: Beberapa Kasus Terungkap, Pencabulan Jadi Sorotan

Selasa, 31 Maret 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

 

Polres Pekalongan – Polda Jateng – Polres Pekalongan menggelar konferensi pers hasil Operasi Pekat 2026 di Gedung Aula Setia Polres Pekalongan, Selasa (31/3/2026). Operasi yang berlangsung selama kurang lebih dua pekan itu berhasil mengungkap sejumlah kasus penyakit masyarakat.

Kapolres Pekalongan Rachmad C. Yusuf menyampaikan, total terdapat 9 kasus yang berhasil diungkap oleh jajaran Sat Reskrim dengan jumlah 10 tersangka. Rinciannya meliputi 1 kasus pengeroyokan, 3 kasus perjudian, 2 kasus pencabulan, serta 3 kasus petasan.

“Selama pelaksanaan operasi pekat kurang lebih dua minggu, kami berhasil mengungkap 9 kasus dengan 10 tersangka,” ujar Kapolres dalam konferensi pers.

Kegiatan tersebut turut dihadiri perwakilan Kodim 0710 Pekalongan, Kejaksaan Negeri Pekalongan, Detasemen B Pelopor Brimob Kalibanger, serta pejabat utama dan para kasat di lingkungan Polres Pekalongan.

Kapolres menegaskan, dari sejumlah kasus yang diungkap, perkara pencabulan menjadi perhatian serius. Dua kasus terjadi di wilayah Kesesi dan Wonopringgo dengan korban anak-anak.

Kasus pertama terjadi di Kecamatan Kesesi dalam kurun waktu Juni 2025 hingga 16 Februari 2026. Polisi mengamankan tersangka berinisial S (29), warga Desa Ponolawen. Dalam kasus ini, terdapat lima korban anak.

“Tersangka melakukan pencabulan dengan modus memegang dan melakukan tindakan asusila terhadap korban,” jelasnya.

Sementara itu, kasus kedua terjadi di Desa Getas, Kecamatan Wonopringgo, pada 7 Oktober 2025. Tersangka berinisial IS (40) diduga melakukan pencabulan terhadap seorang anak berusia 5 tahun.

“Modus pelaku dengan memegang bagian sensitif korban,” tambahnya.

Selain itu, dalam Operasi Pekat 2026, Polres Pekalongan juga mengungkap kasus peredaran bahan peledak atau obat mercon. Tercatat ada tiga kasus dengan total barang bukti mencapai 9,566 kilogram bubuk mercon.

Kasus pertama diungkap di Terminal Bus Kajen dengan tersangka S (30) dan barang bukti 3,163 kg. Kemudian di Desa Sidomulyo, Kecamatan Kesesi, petugas mengamankan RH (25) dengan barang bukti 4,403 kg. Sementara di Kelurahan Pekajangan, Kecamatan Kedungwuni, tersangka AA (19) ditangkap dengan barang bukti 2 kg bubuk mercon.

“Ini menjadi perhatian karena berpotensi membahayakan masyarakat,” tegas Kapolres.

Di sisi lain, jajaran Satres Narkoba Polres Pekalongan juga berhasil mengungkap 4 kasus peredaran narkotika dan obat-obatan terlarang. Barang bukti yang diamankan antara lain sabu seberat 7,11 gram, tembakau sintetis 2,76 gram, 10 butir tramadol, 1.000 butir hexymer, serta 232 butir obat jenis Yarindo.

Kapolres menegaskan, pihaknya akan terus meningkatkan upaya penindakan terhadap penyakit masyarakat demi menjaga situasi keamanan dan ketertiban tetap kondusif di wilayah Kabupaten Pekalongan. (ozy)

Editor : Humas Polres Pekalongan

Berita Terkait

Penjualan Miras terbesar di Wilayah Kapetakan Cirebon Bebas,Kinerja APH dipertaruhkan
Anggaran Satpol PP Lahat 2025 Miliaran Jadi Sorotan Aktivis
Blokir Nomor Wartawan Saat Dikonfirmasi soal Anggaran,Kepala Perpustakaan Lahat Minta Bupati Lahat Copot
Priamanaya Group Salurkan Beasiswa Berprestasi di Ring Satu Perusahaan
‎Temuan Limbah Medis Diduga Dibuang Sembarangan di Sidoarjo, APMP Jatim Desak APH Turun Tangan ‎
Efisiensi: Anggaran Sekwan DPRD Lahat Rp81 Miliar Lebih PUBLIK’Transfaransi Cegah Rawan Korupsi
Petasan Meledak di Halaman Rumah, Warga Karangdadap Pekalongan Dilarikan ke Rumah Sakit
Kapolda NTB Pimpin Upacara Hari Juang Polri, Kenang Proklamasi Polisi 21 Agustus 1945

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 09:20

Penjualan Miras terbesar di Wilayah Kapetakan Cirebon Bebas,Kinerja APH dipertaruhkan

Minggu, 6 September 2026 - 19:54

Anggaran Satpol PP Lahat 2025 Miliaran Jadi Sorotan Aktivis

Rabu, 2 September 2026 - 15:48

Blokir Nomor Wartawan Saat Dikonfirmasi soal Anggaran,Kepala Perpustakaan Lahat Minta Bupati Lahat Copot

Selasa, 1 September 2026 - 19:15

Priamanaya Group Salurkan Beasiswa Berprestasi di Ring Satu Perusahaan

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 01:06

‎Temuan Limbah Medis Diduga Dibuang Sembarangan di Sidoarjo, APMP Jatim Desak APH Turun Tangan ‎

Berita Terbaru