Pertemuan Kordinasi Tingkat Kabupaten, Dalam Rangka Percepatan Eliminasi Malaria di Kabupaten Keerom

Kamis, 26 September 2024

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

 

Journal News.id // Pemerintah Kabupaten Keerom bekerjasama dengan Persatuan Karya Dharma Kesehatan Indonesia (Perdhaki) Keuskupan Jayapura menggelar pertemuan kordinasi tingkat Kabupaten dalam rangka percepatan eliminasi malaria di Kabupaten Keerom, Kamis (26/9/24), bertempat di Aula Bapelitbangda, Arso Kota.

Kegiatan dibuka secara langsung oleh Plt. Bupati Keerom Drs. Wahfir Kosasih, turut hadir
Ketua SR PWK Jayapura I, Erhardus Desa, MA, pimpinan OPD, Kepala Puskesmas, TNI/Polri, tokoh agama, tokoh adat dan lainnya.

Pada kesempatannya, Plt. Bupati Wahfir Kosasih mengatakan bahwa malaria masih menjadi masalah kesehatan yang serius di Kabupaten Keerom.

“Upaya eliminasi malaria memerlukan kordinasi yang baik oleh semua pihak lintas sektor dan utamanya peran aktif dari masyarakat,” katanya.

Dengan adanya pertemuan kordinasi ini, diharapkan dapat menyatukan langkah dan pemikiran untuk memperkuat komitmen bersama dalam memberantas malaria di Kabupaten Keerom.

Dirinya juga mengapresiasi Perdhaki dan seluruh pihak yang telah berusaha dan berkomitmen dalam program eliminasi malaria.

“Terimakasih kepada Perdhaki, utamanya kepada seluruh kader malaria desa yang berada di garis depan di setiap kampung dan juga peran pemangku kepentingan lainnya yang senantiasa telah mendukung dan memberikan kontribusi terbaik,” ujarnya.

Untuk itu melalui pertemuan kordinasi ini seluruh pemangku kepentingan diajak untuk mengintegrasikan langkah-langkah pencegahan dan pengendalian malaria ke dalam rencana pembangunan daerah guna mencapai target eliminasi malaria.

“Saya percaya bahwa dengan kerjasama yang solid, tekad yang kuat serta sinergi dari seluruh pihak, kita dapat mencapai tujuan mulia ini agar Kabupaten Keerom bebas dari malaria,” pungkasnya. (@mr)

Berita Terkait

Kakek 82 Tahun di Pekalongan Ditemukan Meninggal di Kebun Singkong Usai 2 Hari Hilang
Penjualan Miras terbesar di Wilayah Kapetakan Cirebon Bebas,Kinerja APH dipertaruhkan
Anggaran Satpol PP Lahat 2025 Miliaran Jadi Sorotan Aktivis
Blokir Nomor Wartawan Saat Dikonfirmasi soal Anggaran,Kepala Perpustakaan Lahat Minta Bupati Lahat Copot
Priamanaya Group Salurkan Beasiswa Berprestasi di Ring Satu Perusahaan
‎Temuan Limbah Medis Diduga Dibuang Sembarangan di Sidoarjo, APMP Jatim Desak APH Turun Tangan ‎
Efisiensi: Anggaran Sekwan DPRD Lahat Rp81 Miliar Lebih PUBLIK’Transfaransi Cegah Rawan Korupsi
Petasan Meledak di Halaman Rumah, Warga Karangdadap Pekalongan Dilarikan ke Rumah Sakit

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 09:33

Kakek 82 Tahun di Pekalongan Ditemukan Meninggal di Kebun Singkong Usai 2 Hari Hilang

Rabu, 9 September 2026 - 09:20

Penjualan Miras terbesar di Wilayah Kapetakan Cirebon Bebas,Kinerja APH dipertaruhkan

Minggu, 6 September 2026 - 19:54

Anggaran Satpol PP Lahat 2025 Miliaran Jadi Sorotan Aktivis

Rabu, 2 September 2026 - 15:48

Blokir Nomor Wartawan Saat Dikonfirmasi soal Anggaran,Kepala Perpustakaan Lahat Minta Bupati Lahat Copot

Selasa, 1 September 2026 - 19:15

Priamanaya Group Salurkan Beasiswa Berprestasi di Ring Satu Perusahaan

Berita Terbaru