Perang Kemenyan Warnai Pilwu di Kabupaten Cirebon Jawa Barat, Begini Kata Pawang Hujan

Sabtu, 21 Oktober 2023

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Journalnews.id.
Cirebon, – Sehari Jelang Pelaksaan Pilkades ( pemilihan kuwu) serentak di kabupaten Cirebon diwarnai dinamika adat kearifan lokal, seperti Pemasangan sesajen dengan media Kemenyan. ini merupakan salah satu adat tradisi yang tidak bisa dihilangkan dalam pelaksanaan Pesta Demokrasi di tingkat Desa, atau biasa disebut Pemilihan Kuwu ( Pilwu).

Menjelang Pelaksaan Pilwu serentak di kabupaten Cirebon, berbagai upaya dilakukan oleh masing – masing calon kuwu untuk mendapatkan simpati dan dukungan dari masyarakatnya.

Selain upaya sosialisasi yang dilakukan oleh para calon kuwu, calon kuwu juga biasanya menggunakan unsur Kemenyan sebagai salah satu upaya agar tidak diserang oleh pihak lawan lewat jalur megis atau Mistik.

Hal tersebut dibenarkan oleh salah satu tokoh spiritual pawang hujan asal desa pegagan kidul Suganda, Suganda mejelaskan” Membakar kemenyan adalah salah satu tradisi yang dilaksanakan oleh masyarakat Cirebon. manakalah mau menjalankan hajat apa pun termasuk dalam pilwu jelang pencoblosan.

“Pembakaran kemenyan ini merupakan adat tradisi dan budaya yang ada di Cirebon sejak jaman dulu dari warisan nenek moyang kita,” Ujar Suganda sosok Piawai Pawang Hujan kepada wartawan, Sabtu (21/10/2023)

Lanjutnya, Suganda menjelaskan” Untuk bisa memenuhi hajat dan terpilih sebagai kepala desa atau kuwu, biasanya para calon kuwu tidak hanya menggunakan media membakar kemenyan saja, tapi ada juga yang menggunakan media Ayam Jago ( ayam jantan).

 

Masyarakat mempercayai kalau ayam jago yang sering bersuara maka calon itu, akan menang dan begitu sebaliknya, katanya

 

“Dirinya berharap kepada masyarakat tidak terlalu jauh mempercayai hal hal yang tabu, dan kita juga harus mengembalikanya kepada Allah SWT. Karena jadi tidaknya seseorang menjadi kuwu itu, sudah ditakdirkan. Namun kita semua tidak mengetahui Takdir itu,” Semoga dalam Pelaksaan Pilwu di tahun 2023 ini bisa berjalan dengan aman, lancar, dan Kondusif, ” Imbuhnya

 

Laporan; Wadira

Berita Terkait

Diduga Harga Rak Berbeda dengan Kasir di Alfamidi Cipanas, Konsumen Minta Disdag Cianjur Turun Tangan
Bupati Cianjur Resmikan Kantor Baru Dinkes, Minta Kepala Puskesmas Tingkatkan Pelayanan Kesehatan
KEPALA DESA GANTI DILAPORKAN KE POLISI TERKAIT PENGRUSAKAN DAN PEMBAKARAN PAGAR PEKARANGAN WARGA
KS LAW FIRM Resmi Buka Layanan Bantuan Hukum untuk Warga Cianjur
PWI Pusat Tetapkan Reaktivasi Keanggotaan hingga Akhir 2026.
KS LAW FIRM & PARTNER Buka Layanan Bantuan Hukum Pidana dan Perdata, Konsultasi Gratis via WhatsApp
Sidang Ketiga Kasus Labu Viral di Cianjur, Jawaban Jaksa Ditolak Hakim
Sulit Ditemui, Pejabat Satpol PP Cianjur Jadi Sorotan, Kusnandar Ali: Jangan Jadikan Rapat Alasan Menghindar

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 02:39

Diduga Harga Rak Berbeda dengan Kasir di Alfamidi Cipanas, Konsumen Minta Disdag Cianjur Turun Tangan

Jumat, 17 Juli 2026 - 07:43

Bupati Cianjur Resmikan Kantor Baru Dinkes, Minta Kepala Puskesmas Tingkatkan Pelayanan Kesehatan

Kamis, 16 Juli 2026 - 12:59

KEPALA DESA GANTI DILAPORKAN KE POLISI TERKAIT PENGRUSAKAN DAN PEMBAKARAN PAGAR PEKARANGAN WARGA

Rabu, 15 Juli 2026 - 14:21

KS LAW FIRM Resmi Buka Layanan Bantuan Hukum untuk Warga Cianjur

Sabtu, 11 Juli 2026 - 12:00

PWI Pusat Tetapkan Reaktivasi Keanggotaan hingga Akhir 2026.

Berita Terbaru