Perang Kemenyan Warnai Pilwu di Kabupaten Cirebon Jawa Barat, Begini Kata Pawang Hujan

- Penulis

Sabtu, 21 Oktober 2023 - 17:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Journalnews.id.
Cirebon, – Sehari Jelang Pelaksaan Pilkades ( pemilihan kuwu) serentak di kabupaten Cirebon diwarnai dinamika adat kearifan lokal, seperti Pemasangan sesajen dengan media Kemenyan. ini merupakan salah satu adat tradisi yang tidak bisa dihilangkan dalam pelaksanaan Pesta Demokrasi di tingkat Desa, atau biasa disebut Pemilihan Kuwu ( Pilwu).

Menjelang Pelaksaan Pilwu serentak di kabupaten Cirebon, berbagai upaya dilakukan oleh masing – masing calon kuwu untuk mendapatkan simpati dan dukungan dari masyarakatnya.

Selain upaya sosialisasi yang dilakukan oleh para calon kuwu, calon kuwu juga biasanya menggunakan unsur Kemenyan sebagai salah satu upaya agar tidak diserang oleh pihak lawan lewat jalur megis atau Mistik.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hal tersebut dibenarkan oleh salah satu tokoh spiritual pawang hujan asal desa pegagan kidul Suganda, Suganda mejelaskan” Membakar kemenyan adalah salah satu tradisi yang dilaksanakan oleh masyarakat Cirebon. manakalah mau menjalankan hajat apa pun termasuk dalam pilwu jelang pencoblosan.

“Pembakaran kemenyan ini merupakan adat tradisi dan budaya yang ada di Cirebon sejak jaman dulu dari warisan nenek moyang kita,” Ujar Suganda sosok Piawai Pawang Hujan kepada wartawan, Sabtu (21/10/2023)

Lanjutnya, Suganda menjelaskan” Untuk bisa memenuhi hajat dan terpilih sebagai kepala desa atau kuwu, biasanya para calon kuwu tidak hanya menggunakan media membakar kemenyan saja, tapi ada juga yang menggunakan media Ayam Jago ( ayam jantan).

 

Masyarakat mempercayai kalau ayam jago yang sering bersuara maka calon itu, akan menang dan begitu sebaliknya, katanya

 

“Dirinya berharap kepada masyarakat tidak terlalu jauh mempercayai hal hal yang tabu, dan kita juga harus mengembalikanya kepada Allah SWT. Karena jadi tidaknya seseorang menjadi kuwu itu, sudah ditakdirkan. Namun kita semua tidak mengetahui Takdir itu,” Semoga dalam Pelaksaan Pilwu di tahun 2023 ini bisa berjalan dengan aman, lancar, dan Kondusif, ” Imbuhnya

 

Laporan; Wadira

Berita Terkait

Sidang Ketiga Kasus Labu Viral di Cianjur, Jawaban Jaksa Ditolak Hakim
Sulit Ditemui, Pejabat Satpol PP Cianjur Jadi Sorotan, Kusnandar Ali: Jangan Jadikan Rapat Alasan Menghindar
“Cianjur 2029: Bukan Tentang Siapa Pewarisnya, Tetapi Siapa yang Siap Menjadi Perintis Perubahan – Kusnandar Ali”
Dirgahayu Ke 18 Tahun Kongres Advokat Indonesian DPC Kabupaten Cianjur., Tegakan Keadilan Yang Utama Buat Masyarakat.
DPC KAI Cianjur Rayakan HUT ke-18 dengan Donor Darah dan Aksi Kemanusiaan
Menuju Cianjur 2029 Anak Desa Perintis Bukan Pewaris
Pakar Sebut Barang–barang Pemberian China Dibuang Pejabar AS demi “Security System”
Berita ini 2 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 08:04 WIB

Sidang Ketiga Kasus Labu Viral di Cianjur, Jawaban Jaksa Ditolak Hakim

Selasa, 2 Juni 2026 - 12:53 WIB

Sulit Ditemui, Pejabat Satpol PP Cianjur Jadi Sorotan, Kusnandar Ali: Jangan Jadikan Rapat Alasan Menghindar

Selasa, 2 Juni 2026 - 10:17 WIB

“Cianjur 2029: Bukan Tentang Siapa Pewarisnya, Tetapi Siapa yang Siap Menjadi Perintis Perubahan – Kusnandar Ali”

Sabtu, 30 Mei 2026 - 22:37 WIB

Dirgahayu Ke 18 Tahun Kongres Advokat Indonesian DPC Kabupaten Cianjur., Tegakan Keadilan Yang Utama Buat Masyarakat.

Jumat, 29 Mei 2026 - 13:13 WIB

DPC KAI Cianjur Rayakan HUT ke-18 dengan Donor Darah dan Aksi Kemanusiaan

Berita Terbaru

Hukum Kriminal

Sidang Ketiga Kasus Labu Viral di Cianjur, Jawaban Jaksa Ditolak Hakim

Kamis, 11 Jun 2026 - 08:04 WIB