PEMERHATI KEBIJAKAN PUBLIK MINTA, PENGAWASAN PENGELOLAAN MBG HARUS DI PERKETAT, “JANGAN SALAH KAN PEMERINTAH”

- Penulis

Kamis, 5 Maret 2026 - 15:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

 

BOJONG SLAWI– Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dinilai sebagai salah satu kebijakan sosial yang langsung menyentuh kebutuhan dasar masyarakat. Program ini bahkan disebut telah menyasar puluhan juta rakyat Indonesia, terutama kelompok masyarakat yang selama ini hidup dalam keterbatasan ekonomi.

Sejumlah kalangan menilai, program MBG tidak seharusnya dilihat dari perspektif kelompok yang berkecukupan atau hanya dari sudut pandang elit di Jakarta. Realitas di lapangan menunjukkan bahwa program tersebut telah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat kecil, khususnya anak-anak sekolah yang membutuhkan asupan gizi yang layak.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Diperkirakan lebih dari 80 juta rakyat Indonesia menjadi sasaran manfaat program ini secara bertahap. Bagi keluarga dengan kondisi ekonomi terbatas, kehadiran program MBG tidak hanya membantu pemenuhan gizi anak, tetapi juga meringankan beban pengeluaran rumah tangga.

Meski demikian, sejumlah kejadian di beberapa daerah terkait dugaan makanan basi atau keracunan dalam distribusi MBG menjadi catatan penting yang harus segera dibenahi. Para pengamat menilai bahwa insiden tersebut tidak boleh dijadikan alasan untuk melemahkan substansi program, melainkan harus menjadi momentum untuk memperbaiki sistem pengawasan, distribusi, serta kualitas penyedia makanan.

Pengamat kebijakan publik, Munir, menilai bahwa program Makan Bergizi Gratis merupakan kebijakan yang sangat luar biasa karena dampaknya langsung dirasakan masyarakat luas. Menurutnya, jika dalam pelaksanaan di lapangan ditemukan makanan basi atau kualitas yang tidak layak, hal tersebut lebih disebabkan oleh kelalaian atau ulah oknum pengelola di tingkat teknis.

“Program MBG ini pada dasarnya sangat baik dan sangat dibutuhkan masyarakat. Kalau ada kasus makanan basi, itu bukan kesalahan programnya, melainkan adanya oknum dalam pengelolaan yang harus ditindak dan dibenahi,” ujar Munir.

Ia juga menegaskan bahwa pemerintah perlu memperkuat sistem pengawasan serta memastikan setiap penyedia makanan menjalankan standar keamanan dan kualitas pangan secara ketat, sehingga tujuan utama program untuk meningkatkan gizi anak-anak Indonesia dapat tercapai secara optimal.

Di sisi lain, komitmen pemerintah dalam pemberantasan korupsi juga menjadi salah satu faktor yang meningkatkan kepercayaan publik. Berbagai langkah penegakan hukum terhadap praktik korupsi dinilai mulai menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menjaga integritas pengelolaan anggaran negara.

Sejumlah survei nasional bahkan mencatat tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto mencapai sekitar 80 persen. Angka ini mencerminkan tingginya harapan publik terhadap program-program pemerintah yang dianggap berpihak kepada rakyat.

Dengan demikian, program Makan Bergizi Gratis diharapkan terus diperkuat melalui pengawasan yang ketat, transparansi dalam pengelolaan anggaran, serta partisipasi masyarakat dalam mengawal pelaksanaannya. Jika dikelola secara baik dan bebas dari praktik korupsi, program ini berpotensi menjadi salah satu kebijakan sosial terbesar yang mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia di masa depan.( AM)

Berita Terkait

Camat Mande Raih Piagam dari Menteri Hukum RI di Puncak HJC ke-349
Pemkab dan Pemkot Bogor Matangkan Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTS).
Kapolres Cirebon Kota dan Dan Lanal Perkuat Soliditas TNI-Polri di Cirebon
Dari Libya ke Pendopo Cianjur: Bupati Sambut Langsung Kepulangan Ai Juariah
Hadapi Puncak Kemarau, Polda Jateng Gencarkan Edukasi dan Mitigasi Karhutla
Lahan Koparasi Merah Putih Di ambil sama Ahli Waris sambil Bertahan hidup di Gubuk, beratapkan terpal
Kapolres Cirebon Kota Berikan Penghargaan kepada 51 Personel Berprestasi, Dua Anggota Raih Hadiah Umrah
Kebun Tebu di Kajen Terbakar Diduga Akibat Api Pembakaran Sampah, Tiga Lahan Warga Terdampak
Berita ini 2 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Selasa, 14 Juli 2026 - 13:34 WIB

Camat Mande Raih Piagam dari Menteri Hukum RI di Puncak HJC ke-349

Selasa, 14 Juli 2026 - 09:52 WIB

Pemkab dan Pemkot Bogor Matangkan Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTS).

Senin, 13 Juli 2026 - 20:17 WIB

Kapolres Cirebon Kota dan Dan Lanal Perkuat Soliditas TNI-Polri di Cirebon

Senin, 13 Juli 2026 - 17:12 WIB

Dari Libya ke Pendopo Cianjur: Bupati Sambut Langsung Kepulangan Ai Juariah

Senin, 13 Juli 2026 - 12:39 WIB

Hadapi Puncak Kemarau, Polda Jateng Gencarkan Edukasi dan Mitigasi Karhutla

Berita Terbaru