PEMERHATI KEBIJAKAN PUBLIK MINTA, PENGAWASAN PENGELOLAAN MBG HARUS DI PERKETAT, “JANGAN SALAH KAN PEMERINTAH”

Kamis, 5 Maret 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

 

BOJONG SLAWI– Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dinilai sebagai salah satu kebijakan sosial yang langsung menyentuh kebutuhan dasar masyarakat. Program ini bahkan disebut telah menyasar puluhan juta rakyat Indonesia, terutama kelompok masyarakat yang selama ini hidup dalam keterbatasan ekonomi.

Sejumlah kalangan menilai, program MBG tidak seharusnya dilihat dari perspektif kelompok yang berkecukupan atau hanya dari sudut pandang elit di Jakarta. Realitas di lapangan menunjukkan bahwa program tersebut telah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat kecil, khususnya anak-anak sekolah yang membutuhkan asupan gizi yang layak.

Diperkirakan lebih dari 80 juta rakyat Indonesia menjadi sasaran manfaat program ini secara bertahap. Bagi keluarga dengan kondisi ekonomi terbatas, kehadiran program MBG tidak hanya membantu pemenuhan gizi anak, tetapi juga meringankan beban pengeluaran rumah tangga.

Meski demikian, sejumlah kejadian di beberapa daerah terkait dugaan makanan basi atau keracunan dalam distribusi MBG menjadi catatan penting yang harus segera dibenahi. Para pengamat menilai bahwa insiden tersebut tidak boleh dijadikan alasan untuk melemahkan substansi program, melainkan harus menjadi momentum untuk memperbaiki sistem pengawasan, distribusi, serta kualitas penyedia makanan.

Pengamat kebijakan publik, Munir, menilai bahwa program Makan Bergizi Gratis merupakan kebijakan yang sangat luar biasa karena dampaknya langsung dirasakan masyarakat luas. Menurutnya, jika dalam pelaksanaan di lapangan ditemukan makanan basi atau kualitas yang tidak layak, hal tersebut lebih disebabkan oleh kelalaian atau ulah oknum pengelola di tingkat teknis.

“Program MBG ini pada dasarnya sangat baik dan sangat dibutuhkan masyarakat. Kalau ada kasus makanan basi, itu bukan kesalahan programnya, melainkan adanya oknum dalam pengelolaan yang harus ditindak dan dibenahi,” ujar Munir.

Ia juga menegaskan bahwa pemerintah perlu memperkuat sistem pengawasan serta memastikan setiap penyedia makanan menjalankan standar keamanan dan kualitas pangan secara ketat, sehingga tujuan utama program untuk meningkatkan gizi anak-anak Indonesia dapat tercapai secara optimal.

Di sisi lain, komitmen pemerintah dalam pemberantasan korupsi juga menjadi salah satu faktor yang meningkatkan kepercayaan publik. Berbagai langkah penegakan hukum terhadap praktik korupsi dinilai mulai menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menjaga integritas pengelolaan anggaran negara.

Sejumlah survei nasional bahkan mencatat tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto mencapai sekitar 80 persen. Angka ini mencerminkan tingginya harapan publik terhadap program-program pemerintah yang dianggap berpihak kepada rakyat.

Dengan demikian, program Makan Bergizi Gratis diharapkan terus diperkuat melalui pengawasan yang ketat, transparansi dalam pengelolaan anggaran, serta partisipasi masyarakat dalam mengawal pelaksanaannya. Jika dikelola secara baik dan bebas dari praktik korupsi, program ini berpotensi menjadi salah satu kebijakan sosial terbesar yang mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia di masa depan.( AM)

Berita Terkait

Penjualan Miras terbesar di Wilayah Kapetakan Cirebon Bebas,Kinerja APH dipertaruhkan
Anggaran Satpol PP Lahat 2025 Miliaran Jadi Sorotan Aktivis
Blokir Nomor Wartawan Saat Dikonfirmasi soal Anggaran,Kepala Perpustakaan Lahat Minta Bupati Lahat Copot
Priamanaya Group Salurkan Beasiswa Berprestasi di Ring Satu Perusahaan
‎Temuan Limbah Medis Diduga Dibuang Sembarangan di Sidoarjo, APMP Jatim Desak APH Turun Tangan ‎
Efisiensi: Anggaran Sekwan DPRD Lahat Rp81 Miliar Lebih PUBLIK’Transfaransi Cegah Rawan Korupsi
Petasan Meledak di Halaman Rumah, Warga Karangdadap Pekalongan Dilarikan ke Rumah Sakit
Kapolda NTB Pimpin Upacara Hari Juang Polri, Kenang Proklamasi Polisi 21 Agustus 1945

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 09:20

Penjualan Miras terbesar di Wilayah Kapetakan Cirebon Bebas,Kinerja APH dipertaruhkan

Minggu, 6 September 2026 - 19:54

Anggaran Satpol PP Lahat 2025 Miliaran Jadi Sorotan Aktivis

Rabu, 2 September 2026 - 15:48

Blokir Nomor Wartawan Saat Dikonfirmasi soal Anggaran,Kepala Perpustakaan Lahat Minta Bupati Lahat Copot

Selasa, 1 September 2026 - 19:15

Priamanaya Group Salurkan Beasiswa Berprestasi di Ring Satu Perusahaan

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 01:06

‎Temuan Limbah Medis Diduga Dibuang Sembarangan di Sidoarjo, APMP Jatim Desak APH Turun Tangan ‎

Berita Terbaru