PEMBANGUNAN FISIK JELANG PILKADES: KERJA NYATA ATAU STRATEGI PETAHANA?

- Penulis

Kamis, 18 Juni 2026 - 08:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Cilacap – Journal News_18/6/2026

Memasuki Juni 2026, suasana Pilkades serentak 2026-2027 di Kabupaten Cilacap mulai terasa. Masa jabatan kepala desa yang kini 8 tahun per periode membuat kontestasi ini semakin menarik perhatian.

Di saat bersamaan, anggaran tahun 2026 mulai cair. Banyak desa yang langsung tancap gas membangun infrastruktur jalan. Sumber dananya beragam: Dana Desa, Bantuan Bupati APBD, hingga Banprov.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Momen ini menjadi titik penting bagi kepala desa petahana yang masa jabatannya akan segera berakhir. Anggaran yang turun di akhir periode bisa menjadi “panggung terakhir” untuk menunjukkan bahwa pembangunan di masa kepemimpinannya terus berjalan.

Namun di tengah tumpukan semen dan aspal baru, muncul beragam tafsir dari masyarakat:

1. *Tafsir Curiga*: “Ini cara petahana cari modal di akhir jabatan. Bangun jalan pas mau nyalon lagi biar dikenang warga.”
2. *Tafsir Politik*: “Ini strategi petahana menancapkan pengaruh. Biar warga tetap merasa berhutang budi.”
3. *Tafsir Rasional*: “Ini kewajiban, bukan pencitraan. Ada anggaran ya harus disalurkan. Kalau tidak dibangun justru melanggar aturan dan mengecewakan warga.”

Lalu, apakah pembangunan fisik menjelang Pilkades menguntungkan petahana? Jawabannya ada pada warga.

Jika hasilnya nyata, jalan awet, anggaran transparan, dan manfaatnya dirasakan semua itu menjadi nilai plus bagi petahana.
Jika hasilnya hanya seremonial, jalan cepat rusak, dan hanya untuk foto-foto → warga pasti punya catatan sendiri saat mencoblos nanti.

Tulisan ini adalah hasil blusukan jurnalis ke desa-desa jelang Pilkades. Tidak menghakimi, hanya menyampaikan apa yang dilihat dan dirasakan masyarakat. Yang berhak memutuskan tetap warga desa sebagai pemilik suara. (SW)

Berita Terkait

Peringati Hari Jadi Kota Cirebon dan Hari Donor Darah Sedunia, PMI Kota Cirebon Gelar Gebyar Donor Darah
DARI EKOLOGI PEMBERONTAKAN, QUARTUS POLITICA HINGGA LAHIRNYA GAGASAN GERAKAN OPOSISI DI TINGKAT AKSI
UPK Mande Salurkan Santunan untuk 958 Anak Yatim Sambut 1 Muharam 1448 H
Polsek Wiradesa Gagalkan Aksi Tawuran, 11 Remaja Diamankan Sebelum Bentrok di Pekuncen
Dukung Ketahanan Pangan, Satlantas Polres Kuningan Berikan Bantuan Pupuk bagi Petani Desa Cibulan
Satresnarkoba Polresta Cirebon Gelar Sosialisasi Keliling Bahaya Narkoba dan Miras Oplosan
Mayat Ditemukan di Bekas Mushola, Polsek Kedawung Bersama Stakeholder Lakukan Evakuasi
Di Usia ke-599 Tahun, Kebersamaan Jadi Semangat yang Mengiringi Rapat Paripurna Hari Jadi Kota Cirebon
Berita ini 13 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 18 Juni 2026 - 08:26 WIB

PEMBANGUNAN FISIK JELANG PILKADES: KERJA NYATA ATAU STRATEGI PETAHANA?

Rabu, 17 Juni 2026 - 21:02 WIB

Peringati Hari Jadi Kota Cirebon dan Hari Donor Darah Sedunia, PMI Kota Cirebon Gelar Gebyar Donor Darah

Rabu, 17 Juni 2026 - 14:59 WIB

DARI EKOLOGI PEMBERONTAKAN, QUARTUS POLITICA HINGGA LAHIRNYA GAGASAN GERAKAN OPOSISI DI TINGKAT AKSI

Rabu, 17 Juni 2026 - 13:37 WIB

UPK Mande Salurkan Santunan untuk 958 Anak Yatim Sambut 1 Muharam 1448 H

Rabu, 17 Juni 2026 - 13:29 WIB

Polsek Wiradesa Gagalkan Aksi Tawuran, 11 Remaja Diamankan Sebelum Bentrok di Pekuncen

Berita Terbaru