Melalui Jendral Perkebunan, Menteri Pertanian Mengadakan Penanaman Perdana Padi Gogo di Area Perkebunan Perhut Jawa Barat Kabupaten Cianjur

- Penulis

Selasa, 14 Januari 2025 - 12:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

 

Cianjur,- https//journalnews.id
Dalam upaya peningkatan swasembada pangan, sekaligus menjalankan program dari Presiden RI H. Prabowo Subianto. Kementerian pertanian Republik Indonesia, memberikan bibit padi Gogo kepada para kelompok tani yang ada di kabupaten Cianjur. Pada senin (13/01.

Dengan melalui Jendral Perkebunan, yang menetapkan dilahan Perhut Jawa Barat, di area perkebunan CDK benying, di bukit wisata Aquila, Desa Pakuwon kecamatan Sukaresmi Kabupaten Cianjur, dijadikan lahan penanaman padi Gogo yang merupakan penanaman perdana di kabupaten Cianjur sendiri.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Padi Gogo merupakan padi yang bisa di area lahan perkebunan, yang tidak memerlukan banyak air ini, sudah berkembang di Indonesia.

Oplus_131072

Dan bisa dijadikan tanaman tumpang sari, untuk area perkebunan lainnya. Inilah sebagai langkah untuk perkembangan pertanian di Indonesia, untuk bisa mengekspor kembali beras di tahun 2025. Juga bisa meningkatkan ketahanan pangan bagi masyarakat Indonesia.

Plt Dirjen Perkebunan Heru Tri Widarko, menyampaikan bahwa kegiatan penanam padi gogo ini salah satu pendukung ketahanan pangan di Indonesia, sesuai dengan program Presiden Prabowo.

Juga atas instruksi dari
Dr.IR.H.Andi Amran Sulaiman, MP., menteri pertanian RI, secara simbolis melakukan kegiatan tanaman perdana integrasi padi Gogo pendukung Ketahanan Pangan Nasional.

“Jadi intinya dengan adanya program ini, karena
untuk saat ini, Indonesia sudah tidak meng impor beras dari luar negri. Sehingga harga gabah dan jagung, dari harga gabah pembelian petani (HPP) Rp 6500 perkilo, sedangkan jagung Rp5500 perkilo, dan apa bila bulog menerima di bawah HPP, silahkan laporkan ke kementerian pertanian,” ungkap Heru Tri Widarko, kepada media.

Ia juga mengatakan, “Dengan penanaman padi gogo ini, akan dilakukan di semua areal kehutanan, yang ada di indonesia. Guna mensukseskan program pemerintah terkait ketahanan pangan, dan khususnya adalah beras.

“Dan padi Gogo ini, merupakan tanaman yang bisa dilakukan dengan sistem tumpang sari, dan tidak memerlukan banyak air, dan kami akan melakukan di semua areal lahan kehutanan milik pemerintah, baik pusat maupun daerah, yang memungkinkan, bisa untuk di tanam,” ujar Heru.

Lanjutnya, “Dengan swasembada ketahanan pangan ini , yang dilakukan dengan harapan akan mensukseskan program pemerintah terkait ketahanan pangan,” pungkasnya. (Muklis M.

Berita Terkait

Warga Kp. Saparantu Keluhkan Air Sumur Berbau dan Berbusa, Minta Pihak SPPG Kademangan 1 Lakukan Pengerukan
Ruang Publik Depan Istana Cipanas Harus Dibuka Kembali, Tuntutan Dari Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Cianjur
Prof Sutan Nasomal : Presiden RI Harus Sadar Total Hak Hidup Dan Mati “Sedang Di Jadikan Judi Elit Global”
Kemenag Cianjur Ajak Guru PAI “Break The Pattern” Demi Pendidikan Berkualitas
Praperadilan Jadi Senjata Nelayan Kecil: Uji Kepatuhan Prosedural di Tengah Implementasi KUHAP Baru
Respons Cepat Aduan Call Center 110, Polres Pekalongan Tertibkan Kafe yang Putar Musik Hingga Larut Malam
Pria Asal Waled Meninggal Dunia Diduga Tertemper KA Harina, Polisi Ingatkan Bahaya Melintas di Perlintasan Tanpa Palang Pintu
SPPG Bobojong 04 Maksimalkan IPAL: Komitmen Jaga Lingkungan
Berita ini 0 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 21:00 WIB

Warga Kp. Saparantu Keluhkan Air Sumur Berbau dan Berbusa, Minta Pihak SPPG Kademangan 1 Lakukan Pengerukan

Rabu, 10 Juni 2026 - 18:48 WIB

Ruang Publik Depan Istana Cipanas Harus Dibuka Kembali, Tuntutan Dari Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Cianjur

Rabu, 10 Juni 2026 - 17:19 WIB

Prof Sutan Nasomal : Presiden RI Harus Sadar Total Hak Hidup Dan Mati “Sedang Di Jadikan Judi Elit Global”

Rabu, 10 Juni 2026 - 14:46 WIB

Kemenag Cianjur Ajak Guru PAI “Break The Pattern” Demi Pendidikan Berkualitas

Rabu, 10 Juni 2026 - 13:55 WIB

Praperadilan Jadi Senjata Nelayan Kecil: Uji Kepatuhan Prosedural di Tengah Implementasi KUHAP Baru

Berita Terbaru