MBG Hadir Dengan Program Menyehatkan, Tapi Juga Membawa Derita Buat Para Pedagang Kaki Lima dan Kantin di Sekolah.

- Penulis

Sabtu, 31 Januari 2026 - 10:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Cianjur,- https//journalnews.id
Jeritan dari para Pedagang kantin dan para pedagang kaki lima di sekitar Sekolah, yang sudah bertahun tahun mengais rezeki di lingkungan Sekolah, tidak seperti sebelumnya jualannya bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari, dan sebagai mata pencaharian utama.

Dengan adanya Program MBG dari Pemerintah melalui BGN yang implementasi di lapangan, dilaksanakan oleh dapur-dapur SPPG, Program MBG ini dilakukan oleh Pemerintah dengan Kebijakan, tentunya punya maksud dan tujuan yang baik dan mulia dan berdampak positif disatu sisi.

Tapi disisi lain dari program MBG tersebut ada juga dampak negatifnya yang banyak dirasakan oleh masyarakat, khususnya para pelaku usaha kecil, yaitu para pedagang kantin dan para pedagang kaki lima (Pedagang yang pakai roda, gerobak,meja, pakai motor dan dipikul)

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dengan modal kecil, yang biasa berjualan atau berdagang di sekitar Sekolah, untuk mengais rezeki dengan penuh harapan, juga untuk membiayai sekolah anaknya, dan biaya kebutuhan sehari-hari.

Setelah hadirnya program MBG, para pedagang banyak yang mengeluh, jangankan ada lebih dari hasil usahanya, yang kebanyakan mengalami kerugian dan tidak kembali modal.

Menurut keterangan dari salah satu pedagang
kaki lima, Solihin mengeluh kepada media, “Kami yang nota bene masyarakat kecil kena getahnya, setelah hadirnya program MBG ke setiap lembaga, dan sudah hampir 6 bulan atau setengah tahun ini, sejak program MBG ini aktif berjalan menyuplai ke Sekolah-Sekolah, semua para pedagang kaki lima di sekitar Sekolah, jualannya menjadi sepi, tidak laku dan menurun sangat drastis,” paparnya.

Menurutnya penurunan omzetnya bisa mencapai 50% S/d 60%, testimoni dari para pedagang, yang biasanya omzet/pendapatan 300.000 menjadi 150.000, yang omzetnya 200.000 menjadi 100.000, dan ada yang dapat omzet 50.000, bahkan ada yang sama sekali tidak kebagian rezeki.

Menurut Adzan M, (60) ” Kami sering enggak dapat omzet atau pendapatan,”ucapnya.

Hal itu biasanya sekali nongkrong berjualan di satu Sekolah, ada yang jualan disekitar SD, SMP dan SMU/SMK dan disekitar PAUD atau Pos Yandu, ini terjadi dikarenakan anak-anak atau Siswa-Siswi tidak melakukan konsumsi dengan kata lain, tidak jajan yang biasanya ramai pada saat istirahat belajar dan saat pulang Sekolah.

Menurut Dadan dan para pedagang kaki lima yang lainnya, menambahkan sebagai harapan kedepannya berharap kepada pemerintah,

“Dengan ini kami para pedagang kaki lima yang biasa berjualan di Sekolah, mempertanyakan, memprotes dan mengadu ke pada Pemerintah Daerah, atau kepada yang terhormat Bapa Presiden, Menteri UMKM, kepada Bapak Gubernur Jawa Barat Pak Dedi Mulyadi dan kepada Bapak Bupati Cianjur khususnya, karena yang sebenarnya yang kami rasakan dan alami saat ini, hal ini terjadi di Wilayah kami khususnya di Kecamatan Cipanas, yang kemungkinan juga sama terjadi di wilayah-wilayah lainnya, khususnya di Indonesia, melalui momentum ini perlu dicari dan diambil jalan keluarnya, atau solusinya oleh Pemerintah, baik pusat maupun daerah, dan juga oleh BGN, dimana dengan adanya Program MBG ini jangan ada sebagian besar masyarakat, khususnya masayarakat kecil yang dirugikan, dan tidak menguntungkan sebelah pihak, yaitu bagaimana skema dan formulanya program BGN tetap berjalan tetapi tidak membangkrutkan ekonomi masyarakat kecil atau ekonomi lemah,” Pungkas para pedagang kaki lima, Pada Jum’at 20-01-1026.

Muklis M.

Berita Terkait

Camat Mande Raih Piagam dari Menteri Hukum RI di Puncak HJC ke-349
Pemkab dan Pemkot Bogor Matangkan Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTS).
Kapolres Cirebon Kota dan Dan Lanal Perkuat Soliditas TNI-Polri di Cirebon
Dari Libya ke Pendopo Cianjur: Bupati Sambut Langsung Kepulangan Ai Juariah
Hadapi Puncak Kemarau, Polda Jateng Gencarkan Edukasi dan Mitigasi Karhutla
Lahan Koparasi Merah Putih Di ambil sama Ahli Waris sambil Bertahan hidup di Gubuk, beratapkan terpal
Kapolres Cirebon Kota Berikan Penghargaan kepada 51 Personel Berprestasi, Dua Anggota Raih Hadiah Umrah
Kebun Tebu di Kajen Terbakar Diduga Akibat Api Pembakaran Sampah, Tiga Lahan Warga Terdampak
Berita ini 8 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Selasa, 14 Juli 2026 - 13:34 WIB

Camat Mande Raih Piagam dari Menteri Hukum RI di Puncak HJC ke-349

Selasa, 14 Juli 2026 - 09:52 WIB

Pemkab dan Pemkot Bogor Matangkan Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTS).

Senin, 13 Juli 2026 - 20:17 WIB

Kapolres Cirebon Kota dan Dan Lanal Perkuat Soliditas TNI-Polri di Cirebon

Senin, 13 Juli 2026 - 17:12 WIB

Dari Libya ke Pendopo Cianjur: Bupati Sambut Langsung Kepulangan Ai Juariah

Senin, 13 Juli 2026 - 12:39 WIB

Hadapi Puncak Kemarau, Polda Jateng Gencarkan Edukasi dan Mitigasi Karhutla

Berita Terbaru