Lima Hari Buron, Terduga Pelaku Pembunuhan di Kebun Teh Cianjur Diringkus Polisi

- Penulis

Jumat, 31 Januari 2025 - 21:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

 

JOURNALNEWS.ID, CIANJUR – Setelah lima hari buron Polisi akhirnya berhasil menangkap MH (23) di Wilayah Kecamatan Sukaluyu, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Jumat, (31/1/25).

MH merupakan terduga pelaku pembunuhan dan rudapaksa seorang wanita berinisial SW (29) yang mayatnya ditemukan diperkebunan teh tepatnya di Desa Sukamulya, Kecamatan Cugenang pada minggu, 26 Januari 2025 lalu.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kasat Reskrim Polres Cianjur, AKP Tono Listianto, membenarkan bahwa MH melarikan diri dan menjadi buruan utama Satreskrim Polres Cianjur dan setelah pengejaran intensif selama lima hari pelaku berhasil diringkus dikawasan Sukaluyu sekitar pukul 10.00 WIB.

“Diamankan tadi sekitar jam 10.00 WIB di wilayah Sukaluyu. Pelaku terpantau sedang berkeliling dengan mengendarai sepeda motor. Langsung oleh anggota diamankan dan sekarang dibawa ke Mapolres Cianjur untuk diperiksa,” ungkapnya kepada Wartawan melalui sambungan telepon.

Pengungkapan kasus ini tidak lepas dari kerja keras tim forensik yang meneliti tujuh rekaman CCTV di berbagai lokasi, mulai dari Jalan Pangeran Hidayatullah hingga kawasan Perkebunan Teh Cugenang.

“Berbekal CCTV kita cek pergerakan pelaku dan mengidentifikasinya. Ada tujuh CCTV yang kita cek, mulai dari Jalan Pangeran Hidayatullah hingga ke kawasan Perkebunan teh di Cugenang,” ujarnya.

Setelah identitas pelaku berhasil dikantongi, polisi langsung bergerak cepat untuk mencari keberadaannya.

“Selama lima hari pelaku ini berpindah-pindah tempat tapi masih di Cianjur. Dan tadi akhirnya berhasil kami amankan,” ungkap dia.

Dari pemeriksaan sementara, pelaku mengakui perbuatannya.

“Sudah mengakui, dan dari pengakuannya juga dia melakukannya sendiri,” katanya.

Sambung dia, saat ini polisi masih terus mendalami motif dan modus pelaku. Jadi masih terus digali.

“Kami masih dalami motif dan modusnya, untuk keterangan lengkapnya kita akan sampaikan segera setelah proses pemeriksaan selesai,” tutupnya.

Berita Terkait

Warga Kp. Saparantu Keluhkan Air Sumur Berbau dan Berbusa, Minta Pihak SPPG Kademangan 1 Lakukan Pengerukan
Ruang Publik Depan Istana Cipanas Harus Dibuka Kembali, Tuntutan Dari Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Cianjur
Prof Sutan Nasomal : Presiden RI Harus Sadar Total Hak Hidup Dan Mati “Sedang Di Jadikan Judi Elit Global”
Kemenag Cianjur Ajak Guru PAI “Break The Pattern” Demi Pendidikan Berkualitas
Praperadilan Jadi Senjata Nelayan Kecil: Uji Kepatuhan Prosedural di Tengah Implementasi KUHAP Baru
Respons Cepat Aduan Call Center 110, Polres Pekalongan Tertibkan Kafe yang Putar Musik Hingga Larut Malam
Pria Asal Waled Meninggal Dunia Diduga Tertemper KA Harina, Polisi Ingatkan Bahaya Melintas di Perlintasan Tanpa Palang Pintu
SPPG Bobojong 04 Maksimalkan IPAL: Komitmen Jaga Lingkungan
Berita ini 0 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 21:00 WIB

Warga Kp. Saparantu Keluhkan Air Sumur Berbau dan Berbusa, Minta Pihak SPPG Kademangan 1 Lakukan Pengerukan

Rabu, 10 Juni 2026 - 18:48 WIB

Ruang Publik Depan Istana Cipanas Harus Dibuka Kembali, Tuntutan Dari Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Cianjur

Rabu, 10 Juni 2026 - 17:19 WIB

Prof Sutan Nasomal : Presiden RI Harus Sadar Total Hak Hidup Dan Mati “Sedang Di Jadikan Judi Elit Global”

Rabu, 10 Juni 2026 - 14:46 WIB

Kemenag Cianjur Ajak Guru PAI “Break The Pattern” Demi Pendidikan Berkualitas

Rabu, 10 Juni 2026 - 13:55 WIB

Praperadilan Jadi Senjata Nelayan Kecil: Uji Kepatuhan Prosedural di Tengah Implementasi KUHAP Baru

Berita Terbaru