JEMBER — Suasana penuh kehangatan dan kerukunan yang luar biasa mewarnai peringatan Hari Santri di Kecamatan Puger, Kamis (22/10/2026). Hal ini tampak nyata saat para pemangku agama dari berbagai latar belakang hadir bersama dalam Apel Hari Santri di Alun-alun Puger — sebuah pemandangan yang membuktikan harmoni antarumat beragama di wilayah ini terjalin dengan sangat indah.
Kehadiran para tokoh lintas agama bukan sekadar simbol kebersamaan, melainkan bukti nyata bahwa di Puger, semua adalah saudara. Kerukunan yang dijaga bersama inilah yang menjadi kekuatan terbesar masyarakat Puger.
Dalam sambutannya, Camat Puger Asrah Joyo Widono tidak hanya menyampaikan pesan dari Bupati Jember, Gus Muhammad Fawait, tetapi juga menyampaikan pesan khusus bagi para santri:
”Menjadi santri tidak cukup hanya menguasai ilmu agama yang mendalam. Santri masa kini juga harus berani melangkah mengikuti perkembangan zaman dan teknologi digital.”
Beliau menegaskan bahwa agama dan teknologi bukanlah dua hal yang saling bertentangan, melainkan dapat berjalan beriringan untuk kebaikan bersama.
”Jadilah generasi yang kuat imannya, cerdas ilmunya, dan mahir di zamannya. Ilmu agama dan teknologi harus berjalan selaras. Santri perlu mempelajari dan menguasai teknologi, agar dakwah dan kebaikan bisa dirasakan lebih luas lagi,” tegasnya.
Sementara itu, Pdt. Andreas Anang turut mengapresiasi kebersamaan yang tercipta:
”Perayaan Hari Santri kali ini terasa jauh lebih istimewa karena kita hadir bersama, berbeda latar belakang namun satu tujuan. Kehadiran kita bukan sekadar fisik semata, melainkan wujud penghormatan dan dukungan terhadap nilai-nilai kebaikan yang kita junjung bersama.”
Andreas juga menekankan bahwa Hari Santri bukan milik satu kelompok saja, melainkan milik seluruh masyarakat Puger — sebuah momen kebangkitan moral yang dirayakan bersama.
”Hari Santri bukan milik satu golongan saja, tetapi menjadi momen kebangkitan moral yang dirayakan bersama seluruh masyarakat Puger,” ujarnya.
Kegiatan berjalan lancar, penuh kedamaian, dan menjadi bukti bahwa keberagaman di Puger adalah anugerah yang dijaga dengan sepenuh hati.( ahd )













Komentar