Kapolres Cirebon Kota, menindaklanjuti keluhan pengunjung rest area 208B terkait adanya tukang parkir sandal yang Viral.

- Penulis

Senin, 1 Mei 2023 - 08:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Journal News. Id. POLRES CIREBON KOTA, – Sebuah fenomena unik terjadi di rest area Km 208B Cirebon, di mana banyak ibu-ibu yang menjadi tukang parkir sandal dadakan sebelum masuk area masjid. Fenomena ini menjadi viral di media sosial dan menuai beragam reaksi dari netizen.

Menurut pengunjung rest area yang merasa risih dan tidak nyaman, sebelum memasuki area masjid, banyak ibu-ibu yang meminta agar sandal atau sepatunya dijaga.

Namun, petugas rest area tidak dapat menghalau ibu-ibu yang menjadi tukang parkir sendal dadakan itu. Bahkan, petugas pengelola rest area yang meminta agar ibu-ibu tidak melakukan aktivitas tersebut mendapatkan perlawanan. Senin dinihari (01.5.23)

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menanggapi hal ini, Kapolres Cirebon Kota, AKBP Ariek Indra Sentanu, SH.S.IK.MH. mengatakan bahwa personel yang berdinas di Pos yan Rest Area 208B telah bertindak cepat melaksanakan patroli dan memberikan himbauan kepada warga masyarakat yang menjadi tukang parkir sandal dadakan.

Ariek Indra Sentanu “pihak kepolisian akan terus memantau situasi di rest area tersebut dan memberikan himbauan kepada masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang mengganggu kenyamanan pengunjung. Pihak kepolisian juga akan melakukan tindakan tegas jika aktivitas tukang parkir sandal dadakan terus berlanjut”. Ujarnya melalui Kasi Humas Polres Ciko, Iptu Ngatidja, SH.MH.

Seperti info yang beredar, Pemudik harus membayar uang parkir sandal yang berkisar antara 2 ribu sampai 5 ribu. Namun, masalah yang lebih utama adalah kenyamanan para pengunjung yang terganggu.

Semoga dengan adanya tindakan dari pihak kepolisian Polres Cirebon Kota Polda Jabar, situasi di rest area Km 208B Cirebon dapat kembali kondusif dan nyaman bagi para pengunjung. Pungkas Iptu Ngatidja.

Laporan: Wadira

Berita Terkait

Warga Kp. Saparantu Keluhkan Air Sumur Berbau dan Berbusa, Minta Pihak SPPG Kademangan 1 Lakukan Pengerukan
Ruang Publik Depan Istana Cipanas Harus Dibuka Kembali, Tuntutan Dari Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Cianjur
Prof Sutan Nasomal : Presiden RI Harus Sadar Total Hak Hidup Dan Mati “Sedang Di Jadikan Judi Elit Global”
Kemenag Cianjur Ajak Guru PAI “Break The Pattern” Demi Pendidikan Berkualitas
Praperadilan Jadi Senjata Nelayan Kecil: Uji Kepatuhan Prosedural di Tengah Implementasi KUHAP Baru
Respons Cepat Aduan Call Center 110, Polres Pekalongan Tertibkan Kafe yang Putar Musik Hingga Larut Malam
Pria Asal Waled Meninggal Dunia Diduga Tertemper KA Harina, Polisi Ingatkan Bahaya Melintas di Perlintasan Tanpa Palang Pintu
SPPG Bobojong 04 Maksimalkan IPAL: Komitmen Jaga Lingkungan
Berita ini 0 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 21:00 WIB

Warga Kp. Saparantu Keluhkan Air Sumur Berbau dan Berbusa, Minta Pihak SPPG Kademangan 1 Lakukan Pengerukan

Rabu, 10 Juni 2026 - 18:48 WIB

Ruang Publik Depan Istana Cipanas Harus Dibuka Kembali, Tuntutan Dari Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Cianjur

Rabu, 10 Juni 2026 - 17:19 WIB

Prof Sutan Nasomal : Presiden RI Harus Sadar Total Hak Hidup Dan Mati “Sedang Di Jadikan Judi Elit Global”

Rabu, 10 Juni 2026 - 14:46 WIB

Kemenag Cianjur Ajak Guru PAI “Break The Pattern” Demi Pendidikan Berkualitas

Rabu, 10 Juni 2026 - 13:55 WIB

Praperadilan Jadi Senjata Nelayan Kecil: Uji Kepatuhan Prosedural di Tengah Implementasi KUHAP Baru

Berita Terbaru