Hadiri Pertemuan Bilateral BLOM di PNG, Bupati Keerom Sampaikan Isu-Isu Strategis Perbatasan

Selasa, 4 November 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

 

Journal Newa. Id – Bupati Keerom, Piter Gusbager menghadiri pertemuan bilateral rutin Border Liaison Officer Meeting (BLOM) Republik Indonesia dan Papua Nugini yang berlangsung pada 3-5 November 2025 di Wewak, Papua Nugini.

Diketahui, Border Liaison Officers Meeting (BLOM) merupakan pertemuan berkala antara Republik Indonesia dan Papua Nugini untuk membahas isu-isu perbatasan antar kedua negara.

Dalam kesempatannya, Bupati Piter Gusbager mengatakan dalam pertemuan ini kedua negara sahabat akan menyamakan pikiran dan isu-isu penting perbatasan.

“Kita tahu saat ini tantangan bangsa Papua Nugini maupun kami di Republik Indonesia sangatlah beragam dan dinamik, untuk itu doa dan dukungan masyarakat dari Indonesia dan negara pasifik sangat penting kita jalin terus,” terangnya, pada Senin (3/11).

Sebutnya, selain memupuk rasa kebersamaan dan persaudaraan, kita juga saling percaya dan saling menghargai.

“Secara khusus kami dari Kabupaten Keerom yang merupakan wilayah perbatasan terdapat banya isu-isu penting llegal entry misalnya perdagangan gelap dan penyelundupan narkoba dan lain-lain,” ujarnya.

Tidak kalah penting adalah mendorong pembangunan Pos Lintas Batas Negara di Distrik Waris.

“Pembangunan PLBN di Distrik Waris sudah masuk dalam draf nasional, harapan dapat menjadi perhatian khusus bapak Presiden Prabowo Subianto agar Kabupaten Keerom yang sudah diusulkan beberapa tahun lalu segera memiliki PLBN dapat terwujud,” pungkasnya.

Bupati Keerom Piter Gusbager menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Konsulat Jendral RI di PNG, Gubernur Papua dan Badan Pengelola Perbatasan dan Kerjasama Provinsi Papua atas dukungan dalam kegiatan tersebut. (Red).

Berita Terkait

Kakek 82 Tahun di Pekalongan Ditemukan Meninggal di Kebun Singkong Usai 2 Hari Hilang
Penjualan Miras terbesar di Wilayah Kapetakan Cirebon Bebas,Kinerja APH dipertaruhkan
Anggaran Satpol PP Lahat 2025 Miliaran Jadi Sorotan Aktivis
Blokir Nomor Wartawan Saat Dikonfirmasi soal Anggaran,Kepala Perpustakaan Lahat Minta Bupati Lahat Copot
Priamanaya Group Salurkan Beasiswa Berprestasi di Ring Satu Perusahaan
‎Temuan Limbah Medis Diduga Dibuang Sembarangan di Sidoarjo, APMP Jatim Desak APH Turun Tangan ‎
Efisiensi: Anggaran Sekwan DPRD Lahat Rp81 Miliar Lebih PUBLIK’Transfaransi Cegah Rawan Korupsi
Petasan Meledak di Halaman Rumah, Warga Karangdadap Pekalongan Dilarikan ke Rumah Sakit

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 09:33

Kakek 82 Tahun di Pekalongan Ditemukan Meninggal di Kebun Singkong Usai 2 Hari Hilang

Rabu, 9 September 2026 - 09:20

Penjualan Miras terbesar di Wilayah Kapetakan Cirebon Bebas,Kinerja APH dipertaruhkan

Minggu, 6 September 2026 - 19:54

Anggaran Satpol PP Lahat 2025 Miliaran Jadi Sorotan Aktivis

Rabu, 2 September 2026 - 15:48

Blokir Nomor Wartawan Saat Dikonfirmasi soal Anggaran,Kepala Perpustakaan Lahat Minta Bupati Lahat Copot

Selasa, 1 September 2026 - 19:15

Priamanaya Group Salurkan Beasiswa Berprestasi di Ring Satu Perusahaan

Berita Terbaru