Dugaan Data Siswa Fikrif Di Kelas Jauh SMPN 1 Mande, Kepala Sekolah Terkejut dan Kecewa

Selasa, 31 Maret 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

 

Cianjur – Sejumlah siswa yang tidak melanjutkan sekolah ke SMPN I Mande, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur, kaget mengetahui nama mereka dicatut sebagai siswa di sekolah tersebut. Padahal, para siswa tersebut kebanyakan telah mesantren di berbagai pondok di Cianjur.

Hal ini terungkap dari aplikasi Sipintar saat melakukan pengecekan PIP di salah satu SD di Mande. Di aplikasi tercatat nama-nama siswa yang telah lulus di salah satu SD di Mande sebagai penerima Program Indonesia Pintar (PIP) di SMPN I Mande. Namun, para siswa tersebut tidak pernah mendaftar sebagai murid di SMPN I Mande, melainkan mesantren di berbagai pondok di Cianjur.

Salah satu orang tua siswa, Nurhayati, ibu dari Ahmad, mengungkapkan kekecewaannya. “Anak saya tidak pernah mendaftarkan ke SMPN I Mande, sekarang anak saya mesantren di Picung Warung Kondang. Kenapa namanya tercantum di SMP tersebut, apalagi bantuan PIP-nya tercantum di Dapodik SMP? Saya sangat heran, siapa yang mendaftarkannya?” ujarnya dengan bahasa Sunda.

Kepala Sekolah SMPN I Mande, Asep Supriadi, mengatakan dirinya baru mengetahui adanya hal tersebut. Ia juga merasa terkejut dan kecewa dengan adanya kabar ini. “Saya merasa kecewa dengan adanya kabar ini, sedangkan kami tidak tahu menahu kalau di sekolah kelas jauh SMPN I Mande ada siswa yang dinyatakan fiktif. Kami selalu menyalurkan dana Bantuan Operasional Sekolah ke SMP kelas jauh, dan itu selalu kami laksanakan karena di sana juga berhak menerima dana BOS,” ucapnya.

Asep Supriadi juga menyatakan telah mengambil tindakan, termasuk menghapus data siswa fiktif dan melaporkan hal tersebut ke Dinas Pendidikan dan Insfektorat daerah. “Data yang sempat ada di Dapodik untuk anak yang tidak sekolah tapi namanya tercantum di sekolah ini, sudah saya hapus dan akan dilaporkan ke Dinas juga inspektorat, serta pengembalian dana BOS-nya,” pungkasnya.

Berita Terkait

PROF DR SUTAN NASOMAL : RAKYAT INDONESIA BERTERIMAKASIH KE PRESIDEN RI BERSAMA JAJARANNYA BONGKAR KORUPSI DAN HUKUM MATI
Polres Pekalongan Amankan Fun Run Milad ke-7 UMPP, Ribuan Peserta Berlari Aman dan Lancar
Publik” Minta Kejari Lahat Bongkar tuntas rantai kasus dana BOS dan proyek Smart TV di Dinas Pendidikan Kabupaten Lahat.
Diskominfo Kabupaten Cirebon Perkuat Tata Kelola Data Desa di Kecamatan Kedawung
Pemkab Bogor Antisipasi Kekeringan, Perkuat Kesiapsiagaan Sebelum Darurat.
Polisi Kawal Mediasi Warga dan PT Arunika, Sejumlah Tuntutan Masih Dibahas
PROYEK RS MITRA SIAGA BALAPULANG DIHENTIKAN SEMENTARA, REE’ GERHANA INDONESIA: “DLH SUDAH BUKA KARTU, SEKARANG PUBLIK MENUNGGU PENJELASAN DPMPTSP”
Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Bogor, Bupati Bogor Dorong Anggaran 2027 Fokus Pertumbuhan Ekonomi Dan Pemerataan Pembangunan.

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 15:39

PROF DR SUTAN NASOMAL : RAKYAT INDONESIA BERTERIMAKASIH KE PRESIDEN RI BERSAMA JAJARANNYA BONGKAR KORUPSI DAN HUKUM MATI

Sabtu, 25 Juli 2026 - 15:34

Polres Pekalongan Amankan Fun Run Milad ke-7 UMPP, Ribuan Peserta Berlari Aman dan Lancar

Jumat, 24 Juli 2026 - 18:29

Publik” Minta Kejari Lahat Bongkar tuntas rantai kasus dana BOS dan proyek Smart TV di Dinas Pendidikan Kabupaten Lahat.

Selasa, 21 Juli 2026 - 22:39

Diskominfo Kabupaten Cirebon Perkuat Tata Kelola Data Desa di Kecamatan Kedawung

Selasa, 21 Juli 2026 - 17:22

Pemkab Bogor Antisipasi Kekeringan, Perkuat Kesiapsiagaan Sebelum Darurat.

Berita Terbaru