Distan Dukung Pengembangan Sorgum di Kabupaten Cirebon untuk Diversifikasi Pangan

Sabtu, 7 Maret 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Journal news. id. KABUPATEN CIREBON — Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Cirebon mendukung pengembangan tanaman sorgum di daerah tersebut sebagai bagian dari upaya diversifikasi pangan sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi petani.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon, Deni Nurcahya mengatakan, pengembangan sorgum dapat berjalan optimal apabila didukung dengan kepastian pasar bagi hasil panen petani.

“Bagi petani yang penting itu ada yang membeli hasilnya dan harganya menguntungkan. Kalau pemasarannya ada, petani pasti mau menanam,” kata Deni dalam kegiatan panen sorgum di lahan Satuan Pelayanan UPTD Balai Benih Palawija Plumbon, Kamis (5/3/2026).

Ia menuturkan, tanaman sorgum memiliki keunggulan karena tidak memerlukan banyak air, sehingga dapat tumbuh di lahan yang relatif kering atau marginal.

Dengan karakter tersebut, kata dia, komoditas tersebut berpotensi dikembangkan di berbagai wilayah di Kabupaten Cirebon yang memiliki kondisi lahan serupa.

“Kalau sorgum itu tidak perlu banyak air, jadi lahan yang agak kritis pun masih bisa dimanfaatkan untuk budidaya tanaman ini,” katanya.

Menurut dia, potensi lahan di Kabupaten Cirebon masih cukup luas untuk pengembangan sorgum di masa mendatang.

Selain pengembangan yang dilakukan bersama PT Dirgantara Indonesia, budidaya sorgum juga telah dilakukan oleh petani di wilayah lain di Kabupaten Cirebon.

Deni menyebutkan salah satu kawasan yang sudah mengembangkan tanaman tersebut berada di Kecamatan Beber melalui program dari pemerintah pusat dan pemerintah provinsi.

“Di Beber sudah ada dari program kementerian dan provinsi, produksinya juga sudah cukup banyak,” katanya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan menyebut, Kabupaten Cirebon menjadi daerah percontohan dalam pengembangan tanaman sorgum di provinsi tersebut.

Menurut dia, sorgum memiliki potensi besar karena merupakan tanaman serealia yang kaya nutrisi, tahan kekeringan, serta dapat tumbuh di lahan marginal.

“Sorgum ini tanaman yang multifungsi. Bijinya bisa menjadi pangan, batangnya dapat dimanfaatkan untuk biomassa atau bioetanol, sedangkan daunnya bisa menjadi pakan ternak,” kata Erwan.

Ia menambahkan tanaman tersebut juga memiliki efisiensi budidaya, karena dapat dipanen hingga tiga kali dalam setahun.

Pada kegiatan panen yang dilakukan, lahan sorgum seluas sekitar 1,5 hektare diperkirakan menghasilkan sekitar 1,5 ton benih dengan kelas benih dasar yang selanjutnya dapat dikembangkan untuk produksi benih pokok hingga mencakup lahan sekitar 150 hektare.

Direktur Utama PT Dirgantara Indonesia mengatakan pihaknya berkomitmen mendukung pengembangan sorgum melalui penerapan teknologi pengolahan hasil pertanian.

“Kami ingin menginjeksi teknologi dalam pengolahan sorgum sehingga memberikan nilai tambah bagi para petani,” katanya.

Ia menjelaskan pemanfaatan sorgum tidak hanya pada bijinya sebagai bahan pangan, tetapi juga pada batangnya yang dapat diolah menjadi biomassa atau bahan baku energi setelah melalui proses pengolahan.

“Kami menjajaki kerja sama teknologi pengolahan pangan dengan mitra dari China untuk mendukung pengembangan produk turunan sorgum di Jawa Barat,” pungkasnya.

Sana

Berita Terkait

Polisi Kawal Mediasi Warga dan PT Arunika, Sejumlah Tuntutan Masih Dibahas
PROYEK RS MITRA SIAGA BALAPULANG DIHENTIKAN SEMENTARA, REE’ GERHANA INDONESIA: “DLH SUDAH BUKA KARTU, SEKARANG PUBLIK MENUNGGU PENJELASAN DPMPTSP”
Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Bogor, Bupati Bogor Dorong Anggaran 2027 Fokus Pertumbuhan Ekonomi Dan Pemerataan Pembangunan.
DKPP Kabupaten Cirebon Dorong Konsumsi Ikan Lewat Bazar dan Gemarikan
TMMD Sengkuyung Tahap III 2026 Resmi Dibuka, Sinergi TNI-Polri dan Pemda Percepat Pembangunan Desa di Wonopringgo
KS LAW FIRM Resmi Buka Layanan Bantuan Hukum untuk Warga Cianjur
Komunitas Bagong Mogok Bersama Polsek Mande dan Pemdes Mulyasari Salurkan Bantuan untuk Pasangan Lansia Korban Kebakaran
Profesor Sutan Nasomal Harapkan Presiden Bentuk Datgas Pertanahan Terlibat KasusbTanah Tidak Penjarakan Segera!!!

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Senin, 20 Juli 2026 - 13:52

Polisi Kawal Mediasi Warga dan PT Arunika, Sejumlah Tuntutan Masih Dibahas

Sabtu, 18 Juli 2026 - 09:19

PROYEK RS MITRA SIAGA BALAPULANG DIHENTIKAN SEMENTARA, REE’ GERHANA INDONESIA: “DLH SUDAH BUKA KARTU, SEKARANG PUBLIK MENUNGGU PENJELASAN DPMPTSP”

Jumat, 17 Juli 2026 - 22:49

Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Bogor, Bupati Bogor Dorong Anggaran 2027 Fokus Pertumbuhan Ekonomi Dan Pemerataan Pembangunan.

Kamis, 16 Juli 2026 - 09:12

DKPP Kabupaten Cirebon Dorong Konsumsi Ikan Lewat Bazar dan Gemarikan

Rabu, 15 Juli 2026 - 19:33

TMMD Sengkuyung Tahap III 2026 Resmi Dibuka, Sinergi TNI-Polri dan Pemda Percepat Pembangunan Desa di Wonopringgo

Berita Terbaru

Daerah

BUPATI LOMBOK BARAT DI OTT KPK

Senin, 20 Jul 2026 - 23:13